Reformasi Sistem Politik dan Penguatan Lembaga Negara: Jalan Menuju Demokrasi Konstitusional

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fikriansyah, Mahasiswa Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Fikriansyah, Mahasiswa Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

 

JAKARTA Lebih dari dua dekade sejak Reformasi 1998, Indonesia telah mengalami transformasi politik yang signifikan. Transisi dari otoritarianisme menuju demokrasi menjadi tonggak sejarah yang membuka jalan bagi partisipasi publik, kebebasan berpendapat, serta penyelenggaraan pemilu yang relatif jujur dan adil. Namun, capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang menuju demokrasi konstitusional yang substansial. Dalam konteks ini, reformasi sistem politik dan penguatan lembaga negara menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat fondasi demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga berkeadilan, transparan, dan akuntabel.

Demokrasi Konstitusional: Konsep dan Tantangan
Demokrasi konstitusional mengacu pada sistem pemerintahan di mana kekuasaan politik dibatasi oleh konstitusi, yang menjamin hak-hak dasar warga negara dan mengatur hubungan antarlembaga negara secara seimbang. Demokrasi tidak hanya diukur dari pelaksanaan pemilu, tetapi juga dari keberadaan rule of law, pemisahan kekuasaan, serta sistem checks and balances yang efektif.

Namun dalam praktiknya, demokrasi Indonesia masih menghadapi tantangan besar, seperti dominasi oligarki politik, lemahnya akuntabilitas lembaga publik, dan kerentanan terhadap kooptasi kekuasaan. Reformasi yang berlangsung selama lebih dari dua dekade belum sepenuhnya mampu menghapus pola patronase dan dominasi elite dalam pengambilan kebijakan. Demokratisasi bukan sekadar membuka keran kebebasan, melainkan membangun arsitektur politik yang sehat dan institusi negara yang kuat.

Reformasi Sistem Politik: Menata Ulang Arah Demokrasi
Reformasi sistem politik merupakan pilar penting dalam memperkuat demokrasi. Hal ini meliputi reformasi partai politik, evaluasi sistem pemilu, dan penguatan mekanisme partisipasi publik.

Pertama, partai politik harus menjalani reformasi internal secara serius. Praktik politik transaksional dominasi elite, dan minimnya kaderisasi masih menjadi tantangan. Banyak partai masih berfungsi sebagai kendaraan elektoral semata, tanpa visi ideologis dan komitmen terhadap pendidikan politik. Reformasi perlu diarahkan pada transparansi keuangan, demokratisasi struktur internal, serta penguatan fungsi partai sebagai artikulator kepentingan rakyat.

Kedua, sistem pemilu perlu dievaluasi secara menyeluruh. Sistem proporsional terbuka memberi ruang bagi pemilih untuk memilih kandidat, tetapi juga menimbulkan persaingan internal yang tidak sehat dan biaya politik tinggi. Wacana kembali ke sistem proporsional tertutup atau semi-terbuka perlu dikaji secara objektif demi menciptakan kualitas representasi yang lebih baik dan stabilitas politik jangka panjang.
Ketiga, penguatan partisipasi publik menjadi kunci utama agar demokrasi tidak hanya menjadi milik elite. Keterlibatan masyarakat dalam legislasi, pengawasan anggaran, dan perumusan kebijakan harus difasilitasi melalui forum konsultasi publik, town hall meeting, dan digital democracy. Budaya politik partisipatif akan meningkatkan legitimasi kebijakan publik dan memperkuat akuntabilitas

Penguatan Lembaga Negara: Menjaga Keseimbangan Kekuasaan
Penguatan lembaga negara adalah syarat utama tegaknya demokrasi konstitusional. Konstitusi Indonesia menganut prinsip pemisahan kekuasaan antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Namun, dalam praktiknya, masih sering terjadi ketimpangan kekuasaan, khususnya dominasi eksekutif.

Lembaga seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), Ombudsman, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirancang untuk menjaga sistem demokrasi. Sayangnya, banyak di antaranya menghadapi pelemahan politik, seperti revisi UU KPK yang dinilai menggerus independensinya.

Penguatan lembaga negara harus mencakup:

1. Jaminan independensi: Melindungi lembaga yudisial dan pengawas dari intervensi politik, baik melalui proses pengangkatan personel maupun penyusunan regulasi.

2. Penguatan kapasitas kelembagaan: Melalui reformasi birokrasi dan alokasi anggaran yang memadai sangat diperlukan agar lembaga negara dapat berfungsi secara profesional dan efektif.

3. Akuntabilitas publik: Selain independen, lembaga negara juga harus akuntabel melalui pelaporan kinerja secara berkala, audit independen, serta keterbukaan informasi kepada publik.

Jalan Menuju Demokrasi Substantif

Indonesia tidak kekurangan aturan dan institusi demokratis, namun sering kali lemah dalam implementasi dan komitmen politik. Demokrasi konstitusional bukan hanya tentang keberadaan lembaga, tetapi juga semangat demokratis dalam tata kelola kekuasaan.

Penguatan pendidikan kewarganegaraan dan budaya hukum menjadi kunci. Warga harus memahami hak dan kewajibannya, serta memiliki sikap kritis terhadap kekuasaan. Budaya permisif terhadap korupsi dan politik uang perlu diubah melalui pendidikan, media, dan keteladanan elite.

Krisis kepercayaan publik hanya bisa dipulihkan melalui penegakan hukum yang adil, pelayanan publik yang berkualitas, dan kepemimpinan yang berintegritas. Pemilu dan Pilkada menjadi momentum penting untuk memperbaiki arah demokrasi dan memilih pemimpin yang berkomitmen pada reformasi institusional.

Penutup

Reformasi sistem politik dan penguatan lembaga negara bukan sekadar agenda teknokratis, tetapi perjuangan moral dan politik untuk menjamin bahwa demokrasi tidak berhenti pada prosedur, melainkan mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kedaulatan rakyat. Jalan menuju demokrasi konstitusional memang panjang, namun dengan komitmen bersama seluruh elemen bangsa, Indonesia dapat mewujudkan pemerintahan yang demokratis, beradab, dan berkeadilan.

 

Oleh: Fikriansyah, Mahasiswa Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

NIM: 24200007

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

Kompolnas Terima Klarifikasi Polda Metro Jaya Terkait Pengaduan Dugaan Pelayanan Buruk Penyidik Polres Tangerang Kota
Diduga Premanisme Berulang di Sutera Rasuna, Kuasa Hukum Minta Atensi Langsung Kapolda Metro Jaya
KPK Periksa Plt Gubernur Riau, GEMARI Jakarta: Jangan Biarkan Kasus PUPR Menggantung Tanpa Kepastian
Sidang Gugatan Rp5,7 Miliar terhadap Kredivo Ditunda, Tergugat Tak Hadir
Ayah di Cengkareng Laporkan Dugaan Penganiayaan terhadap Anak Usai Konflik Kebisingan Drum
RDP DPRD Kota Tangerang Soal Sengketa Lahan Pinang Berakhir Buntu, Kasus Dilimpahkan ke Aparat Penegak Hukum
Sidang Tipikor Nadiem Makarim: Saksi PPK Singgung Hadis Saat Jelaskan Gratifikasi
Nyaris 2.000 Napi Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:10 WIB

Kompolnas Terima Klarifikasi Polda Metro Jaya Terkait Pengaduan Dugaan Pelayanan Buruk Penyidik Polres Tangerang Kota

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:07 WIB

Diduga Premanisme Berulang di Sutera Rasuna, Kuasa Hukum Minta Atensi Langsung Kapolda Metro Jaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:21 WIB

KPK Periksa Plt Gubernur Riau, GEMARI Jakarta: Jangan Biarkan Kasus PUPR Menggantung Tanpa Kepastian

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Sidang Gugatan Rp5,7 Miliar terhadap Kredivo Ditunda, Tergugat Tak Hadir

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:14 WIB

Ayah di Cengkareng Laporkan Dugaan Penganiayaan terhadap Anak Usai Konflik Kebisingan Drum

Berita Terbaru

Foto: Babinsa Desa Kedungwilut Koptu Yudi Purwanto bersama warga bergotong royong membersihkan saluran irigasi di area persawahan, Minggu (15/2/2026)

TNI & POLRI

Gotong Royong Babinsa-Warga, Urat Nadi Sawah Kembali Lancar

Minggu, 15 Feb 2026 - 14:28 WIB

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin berfoto bersama para pelajar pemenang dalam acara Penganugerahan Festival Film Pelajar Jakarta Pusat bertema “Peduli Lewat Cerita” di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026)

Wali Kota Jakarta Pusat

Wali Kota Arifin: Film Pelajar Jadi Media Pesan Moral dan Sosial

Minggu, 15 Feb 2026 - 08:04 WIB