KONI DKI Jakarta Ungkap Tujuan PON Telah Bergeser

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tubagus Adhi S.H Pemandu dari PWI Jaya

BANDUNG – Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran KONI DKI Jakarta, Prof Dr Johansyah Lubis, MPd, mengungkapkan, tujuan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) telah bergeser dari ajang prestasi menuju gengsi daerah.

 

“Pergeseran fokus dari pembinaan atlet daerah menjadi ajang pameran daerah dengan jual beli atlet yang menyalahkan ketentuan KONI,” jelas Johansyah Lubis di sela Seminar Evaluasi PON, Prestasi atau Gengsi, yang diselenggarakan Siwo PWI Pusat di Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Bandung, Kamis, 12 Desember 2024.

Foto: Pemandu Tubagus Adhi S.H

 

Selain Johansyah, pembicara lainnya adalah Profesor Dr. Djoko Pekik, Ketua KONI DIY dan juga Pakar Manajemen Olahraga, Prof. Muhammad Budiana, Ketua KONI Jawa Barat, Ir. Erlangga Satriagung (Tokoh Olahraga Jawa Timur), Mahfudin Nigara (Pengamat Olahraga), Drs. Ferry Hendarsin, dan Ahmad Saefudin (Wakil Sekjen KONI Pusat) Djajadikusuma (Sekjen KONI Pusat).

 

Kegiatan yang disupport oleh KONI Jawa Barat ini bekerja sama dengan Siwo dan PWI Jabar serta didukung oleh BJB, Djarum Foundation, FIFGROUP dan sportlinknews.

 

Dalam ajang PON, kata Johansyah Lubis, persaingan antardaerah lebih mengutamakan kemenangan dibandingkan pembinaan jangka panjang.

 

“Sebab atlet muda potensial tidak ikut ajang PON. Bahkan, tujuan PON digelar bergeser menjadi gengsi daerah karena dominasi politik lokal dalam penyelenggaraan PON, seperti penempatan anggaran yang kurang tepat. Overlay yang belum lengkap saat pertandingan, sarana dan prasarana yang belum ada saat PON berlangsung,” tutur Johansyah Lubis.

 

Terjadinya pergeseran tujuan pelaksanaan PON dari ajang prestasi menuju gengsi daerah dipicu pergeseran etika dan moral.

 

“Contohnya, pengelola induk cabang olahraga menjanjikan medali emas pada tuan rumah agar cabangnya dipertandingkan,” jelas Johansyah Lubis.

 

Kemudian, induk cabang olahraga menambah nomor event pertandingan di luar pertandingan resmi Olympic atau Asian Games.

 

“Lalu, keikutsertaan atlet yang tidak lolos PON atau tidak ikut BK PON, mengambil celah aturan pengganti atlet. Dan, pengkondisian Sistem BK PON, sistem dan nomor lomba,” kata Johansyah Lubis.

 

Padahal, kata Johansyah Lubis, tujuan penyelenggaraan PON adalah memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, menjaring bibit olahragawan potensial, dan meningkatkan prestasi olahraga.

 

Tujuan pelaksanaan PON tersebut, kata Johansyah, tertuang dalam PP No. 7 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pekan Dan Kejuaraan Olahraga.

 

Dalam kesempatan sama, Ketua Siwo PWI DKI Jakarta, Rialini Nonnie Rering menanggapi pemaparan Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran KONI DKI Jakarta, Prof Dr Johansyah Lubis, MPd.

 

“Pemaparan yang sangat jelas dan detail dari semua pembicara, khususnya dari pihak KONI DKI Jakarta Prof Johansyah Lubis soal tujuan penyelenggaraan PON yang sesungguhnya, sangat tepat dan menjadi pembelajaran bagi kita semua yaitu memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Rialini Nonnie Rering.

 

Kemudian, kata Rialini Nonnie Rering, tujuan pelaksanaan PON adalah menjaring bibit atlet potensial dan meningkatkan prestasi.

 

“Ini sangat jelas. Dan, jika kita telah secara baik, inilah sesungguhnya tujuan penyelenggaraan PON yang sesungguhnya. Artinya, lewat seminar ini kita sebagai wartwan olahraga menjadi semakin tahu dan sadar tujuan PON yang sebenarnya. Kita turut bangga mendengar pemaparan dari para petinggi olahraga ini,” kata Rialini Nonnie Rering. ***

Berita Terkait

Equestrian Indonesia Melesat, Bersiap Tembus Asian Games 2026
Pengamanan Maksimal, Hasil Maksimal: Persija Libas Persebaya 3-0 di GBK
Garuda Gemilang Juara Umum KASAL Cup V 2026, Karo-Karo Bersaudara Sumbang Emas
Indonesia Takluk Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Performa Garuda Tuai Pujian Lawan
Indonesia Melaju ke Final FIFA Series 2026 Usai Hajar Saint Kitts dan Nevis 4-0
Selamat Jalan Willy Tuapattinaja/Tomasoa, Srikandi Atletik Indonesia Era 1950-an
Pemerintah Perkuat Program Olahraga Nasional, Siapkan 21 Cabor Unggulan
PERBASI Jabar Tetapkan MUSDA 2026, Tim Penjaringan Ketua Umum Resmi Dibentuk
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 21:23 WIB

Equestrian Indonesia Melesat, Bersiap Tembus Asian Games 2026

Minggu, 12 April 2026 - 11:48 WIB

Pengamanan Maksimal, Hasil Maksimal: Persija Libas Persebaya 3-0 di GBK

Minggu, 5 April 2026 - 23:32 WIB

Garuda Gemilang Juara Umum KASAL Cup V 2026, Karo-Karo Bersaudara Sumbang Emas

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:35 WIB

Indonesia Takluk Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Performa Garuda Tuai Pujian Lawan

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:34 WIB

Indonesia Melaju ke Final FIFA Series 2026 Usai Hajar Saint Kitts dan Nevis 4-0

Berita Terbaru

Foto: Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan (kiri) bersama wartawan Joko Wiyono (kanan) menunjukkan simbol apresiasi usai meraih penghargaan pada ajang Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) TMMD ke-127.

TNI & POLRI

Kodim 0808/Blitar Borong Dua Gelar Juara di LKJ TMMD ke-127

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:37 WIB

Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor mendeportasi 13 warga negara Jepang yang diduga terlibat dalam kasus penipuan daring di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Bogor Deportasi 13 WN Jepang Terkait Penipuan Daring

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:04 WIB