JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan aksi intimidasi terhadap wisatawan asal Bekasi di kawasan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, viral di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi 1 menit 23 detik itu, tampak seorang pria berjaket biru dan berkacamata hitam menghentikan paksa mobil wisatawan sambil mengeluarkan kata-kata kasar dan ancaman.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Sabtu, 27 September 2025, di Jalan Raya Naringgul, Desa Malati, Kecamatan Naringgul.
Korban yang merupakan keluarga pemilik akun TikTok @synfamm tengah berwisata menuju wilayah pantai selatan Cianjur, tepatnya Kecamatan Sindangbarang.
Menurut keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, dilansir okjakarta.com, Sabtu (4/10/2025). Insiden bermula saat mobil korban nyaris bersenggolan dengan sepeda motor pelaku di jalan sempit kawasan Desa Malati.
Meski tidak terjadi benturan, pengendara motor tersebut tampak tidak terima dan kemudian mengejar kendaraan korban. Ia menghadang laju mobil, mengetuk keras bodi kendaraan, bahkan terlihat menantang sambil berteriak:
“Aing urang dieu an**g (Saya orang sini, anjing)!”
Tindakan tersebut membuat keluarga korban ketakutan. Pelaku bahkan sempat menghubungi beberapa rekannya dan memanggil warga sekitar dengan menuduh korban telah menabraknya. Situasi sempat memanas hingga akhirnya polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
Kapolsek Naringgul, AKP Ayi Supriatna, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mempertemukan kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi di Mapolsek Naringgul, namun belum tercapai kesepakatan damai.
“Kami sudah upayakan mediasi, tapi tidak ada titik temu. Korban masih trauma, sehingga kami putuskan untuk mengawal mereka sampai ke tujuan wisata di Sindangbarang,” ujar Ayi pada Minggu (28/9/2025).
Ayi menegaskan, berdasarkan keterangan awal, tidak ditemukan adanya pemukulan langsung terhadap korban, namun terjadi ketegangan verbal dan ancaman yang menyebabkan korban terintimidasi.
“Informasinya tidak ada pemukulan fisik, tapi situasinya memang menegangkan. Kami masih lakukan penelusuran lebih lanjut,” tambahnya.
Pihak kepolisian menyatakan telah memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan dan mendalami kemungkinan adanya unsur pidana. Proses hukum akan bergantung pada laporan resmi dari pihak korban.
“Kami sudah memanggil pelaku dan menunggu laporan resmi dari korban. Kalau laporan masuk, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai hukum,” kata Ayi.
Video tersebut menuai reaksi luas dari warganet yang mengecam tindakan intimidatif tersebut.
Banyak pihak menilai peristiwa itu dapat mencoreng citra pariwisata Cianjur, terutama di kawasan jalur wisata selatan.
Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) juga menyatakan keprihatinan atas insiden itu.
Kepala Disparbud Cianjur, Deni Heryana, mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan keamanan wisatawan.
“Kami menyesalkan peristiwa ini. Setiap wisatawan yang datang ke Cianjur harus merasa aman dan nyaman. Kami berharap kepolisian dapat menuntaskan kasus ini agar tidak menimbulkan ketakutan bagi wisatawan lainnya,” ujarnya.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, terlebih di ruang publik. Menurut Ayi Supriatna, persoalan lalu lintas atau kesalahpahaman di jalan seharusnya diselesaikan secara kepala dingin, bukan dengan intimidasi atau kekerasan.
“Kami ingatkan warga agar tidak bertindak arogan. Kalau ada masalah di jalan, segera lapor ke aparat, jangan main hakim sendiri. Semua orang memiliki hak yang sama untuk melintas di jalan umum,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban belum memberikan keterangan resmi kepada media.
Namun akun TikTok @synfamm yang mengunggah video tersebut masih aktif, dengan unggahan video yang telah ditonton lebih dari 17,3juta kali dan menuai ribuan komentar dukungan dari warganet.
Penulis: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































