JAKARTA – Dunia perfilman Indonesia kembali berduka. Aktor Gary Iskak meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan motor pada Sabtu (29/11/2025) dini hari di kawasan Pesanggrahan, Jakarta. Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa insiden terjadi tak jauh dari sebuah bengkel sekaligus tempat pencucian mobil.
Kabar kepergian Gary sontak meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama pekerja film, termasuk tim kreatif DLK Production yang sebelumnya bekerja bersama almarhum dalam proyek film horor Trah 7. Salah satu anggota tim kreatif, Fahmy, mengenang momen-momen kebersamaan mereka selama proses produksi.
Film Trah 7 menjalani proses syuting pada November 2019 di Villa Elang, Cisarua, Bogor, beberapa bulan sebelum pandemi Covid-19 melanda.
Menurut Fahmy, kebersamaan dengan Gary di lokasi syuting menjadi salah satu memori paling berkesan bagi seluruh kru.
“Kedekatan almarhum dengan para kru sangat hangat. Candaan, tawa, dan latah khasnya selalu mencairkan suasana,” ujar Fahmy mengenang, Sabtu (29/11).
Dalam film produksi DLK Production yang diproduseri Diana Limbong tersebut, Gary Iskak memerankan karakter Karta, tokoh sentral yang menjadi benang merah berbagai konflik dalam cerita.
Dedikasinya selama proses syuting, menurut Fahmy, menunjukkan profesionalisme seorang aktor yang tetap rendah hati meski telah dikenal luas publik.
Fahmy menjelaskan bahwa Gary bukan hanya sosok berbakat, tetapi juga pribadi yang ramah dan tidak pernah menonjolkan nama besar.
“Beliau selalu murah senyum, terlihat ceria, dan tak pernah bersikap sombong. Bahkan ketika para penggemar datang ke lokasi untuk minta foto, almarhum melayani dengan senang hati,” ucapnya.
Sikap bersahaja itu, lanjut Fahmy, membuat Gary dicintai bukan hanya oleh para pemain dan kru, tetapi juga masyarakat yang sempat bertemu langsung dengannya.
Atas nama seluruh tim DLK Production, Fahmy menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
“Kami sangat kehilangan. Semoga amal ibadah almarhum Gary Iskak diterima dan beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, kami mendoakan kekuatan dan ketabahan,” katanya.
Duka tim produksi Trah 7 semakin terasa karena sang sutradara film tersebut, Ferial Rachmany, juga telah lebih dulu berpulang beberapa waktu lalu akibat sakit.
Dua tokoh yang berperan besar dalam lahirnya film itu kini telah tiada, meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi dunia perfilman Indonesia.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































