Jeanette Sims Tegaskan Kedalaman Emosi Lewat Single “IF ONLY”, Proses Kreatif Lintas Benua Selama 9 Bulan

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang kini berbasis di Amerika Serikat, Jeanette Sims, kembali merilis karya terbaru bertajuk “IF ONLY”. (Dok-Istimewa)

Foto: Penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang kini berbasis di Amerika Serikat, Jeanette Sims, kembali merilis karya terbaru bertajuk “IF ONLY”. (Dok-Istimewa)

LOS ANGELES – Penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang kini berbasis di Amerika Serikat, Jeanette Sims, kembali merilis karya terbaru bertajuk “IF ONLY”. Single bergenre pop ballad tersebut menjadi penegasan identitas artistiknya yang mengedepankan kejujuran emosional, kedalaman makna, serta kualitas produksi berstandar internasional.

Dirilis di seluruh platform streaming digital global, “IF ONLY” bukan sekadar karya musikal, melainkan refleksi personal yang dibangun melalui proses kreatif panjang dan kolaborasi lintas negara.

Jeanette mengungkapkan, proses pembuatan “IF ONLY” memakan waktu sekitar sembilan bulan, dimulai dari penulisan lirik, pitching demo, rekaman, hingga akhirnya resmi dirilis. Ia menyebut setiap karya yang lahir ibarat “melahirkan bayi”, karena membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan keterlibatan emosional yang utuh.

Dalam penggarapannya, Jeanette bekerja sama dengan produser musik Andre Dinuth yang berdomisili di Jakarta. Proses produksi dilakukan secara jarak jauh pada tahap awal. Jeanette mengirimkan sampel vokal dari Los Angeles, yang kemudian dipadukan dengan aransemen musik oleh Andre.

Beberapa bulan kemudian, Andre terbang ke Los Angeles untuk menggelar workshop sekaligus pengambilan vokal utama secara langsung di studio. Tahap akhir berupa mixing dan mastering dikerjakan bersama oleh Andre Dinuth dan engineer Ian Charlie di Hollywood.

“Setiap lapisan produksi dirancang dengan cermat agar tetap menjaga kedalaman makna lagu sekaligus memperkuat karakter vokal saya,” ujar Jeanette, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (4/3/2026).

Secara tematik, “IF ONLY” berkisah tentang penyesalan mendalam akibat kehilangan seseorang yang sangat dicintai karena kesalahan pribadi. Lagu ini lahir dari pengalaman nyata Jeanette sendiri.

Ia mengakui pernah merasakan kehilangan yang membekas lama dalam hidupnya. Meski waktu telah memisahkan, rasa penyesalan tetap tinggal. Melalui lagu ini, ia menuangkan harapan seandainya dapat kembali mengungkapkan perasaan yang tertunda, bahwa sosok tersebut adalah satu-satunya yang ia inginkan untuk menua bersama hingga akhir hayat.

Kekuatan “IF ONLY” terletak pada kejujuran emosinya. Tema yang personal tersebut justru menjadi jembatan empati bagi pendengar lintas budaya. Balutan pop ballad dengan sentuhan aransemen lembut mempertegas nuansa melankolis tanpa kehilangan kesan elegan.

Dalam proses produksi, Jeanette mendapat dukungan dari sejumlah musisi Indonesia dan Amerika Serikat. Selain Andre Dinuth dan Ian Charlie, lagu ini turut melibatkan Wanda Omar (bass), Dana Omar (backing vocals), serta Hannah Ureste (trumpet).

Kolaborasi lintas negara ini menciptakan dinamika musikal yang kaya, dengan tekstur emosional yang semakin mendalam. Jeanette menilai keberagaman latar belakang tim produksi justru memperkaya sudut pandang artistik lagu tersebut.

Tak hanya dari sisi audio, Jeanette juga memberi perhatian besar pada aspek visual. Untuk proyek video musik, ia bekerja sama dengan sutradara dan editor Mike Nelson, yang dikenal sebagai fotografer sejumlah artis Hollywood serta pernah menjadi fotografer pribadi untuk Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat saat menjabat.

Proses pengambilan gambar dilakukan di Red Fox Studio, Downtown Los Angeles, dengan dukungan tim kreatif yang terdiri dari Valerie Repetski (Assistant Director), Rocco (BTS & Social Media), serta Grace Lim (Stylist).

Pendekatan visual yang sinematik dirancang untuk menjaga kesinambungan antara narasi musik dan representasi visual, sehingga memperkuat karakter artistik Jeanette secara menyeluruh.

“IF ONLY” merupakan proyek solo Jeanette. Namun dalam penampilan konser di Amerika Serikat, ia didukung oleh sejumlah musisi profesional Indonesia yang berkarier di sana, di antaranya Albert Kurniawan (drum), Dana Omar (gitar), Yakub Saputra (piano), Eghay Synth (keyboard/synth), serta Hannah Ureste (trumpet).

Kehadiran band pendukung tersebut memperkaya dinamika panggung sekaligus mempertegas kualitas musikalitas yang dihadirkan dalam setiap pertunjukan live.

Berbasis karier di Los Angeles, Jeanette terus membangun fondasi yang kuat di industri musik internasional. Setiap rilisan diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pendengar sekaligus memperkuat narasi artistiknya.

Ia menegaskan bahwa harapannya sebagai musisi sederhana: berbagi musik dan cinta. Jeanette juga ingin menginspirasi musisi seusianya atau yang lebih dewasa agar tidak minder dalam berkarya.

“Karya tidak bisa dilihat dari umur. Jangan kecil hati, jangan kehilangan percaya diri, dan teruslah mengeluarkan musikmu. Pasti akan selalu ada pasarnya,” tuturnya.

Dengan “IF ONLY”, Jeanette Sims tidak hanya merilis sebuah lagu, tetapi juga menghadirkan pernyataan artistik yang matang tentang cinta, penyesalan, dan keberanian untuk terus berkarya tanpa batas usia maupun geografis.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Gala Premiere Film Horor “Lastri: Arwah Kembang Desa” Hadirkan Duka dan Dedikasi untuk Gary Iskak
Kasus Dugaan Penganiayaan yang Libatkan Mantan Istri Andre Taulany Naik ke Penyidikan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Saksi
Fariz RM Tegaskan Kasus Hak Cipta Bukan Soal Uang, Melainkan Penghormatan terhadap Karya dan Etika
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Umrah, Tegaskan Tak Terlibat Investasi dalam Kasus Hanania Travel
Bayu Oktara Luncurkan Buku “Suara yang Menggerakkan Dunia”, Dorong Generasi Muda Wujudkan Mimpi Melalui Komunikasi Efektif
Bayu Oktara Luncurkan Buku Suara yang Menggerakkan Dunia, Dorong Generasi Digital Kuasai Seni Komunikasi
Grand Final SUCI 12 KompasTV Pecahkan Rekor Antusiasme, Mukmin Keluar sebagai Juara dan Raih Mobil Listrik
Eric Sudrajat Kembali Jadi Meinl Artist Indonesia, Bukti Talenta Musisi Muda Tanah Air Makin Diakui
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:33 WIB

Gala Premiere Film Horor “Lastri: Arwah Kembang Desa” Hadirkan Duka dan Dedikasi untuk Gary Iskak

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:32 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan yang Libatkan Mantan Istri Andre Taulany Naik ke Penyidikan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Saksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:55 WIB

Fariz RM Tegaskan Kasus Hak Cipta Bukan Soal Uang, Melainkan Penghormatan terhadap Karya dan Etika

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:16 WIB

Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Umrah, Tegaskan Tak Terlibat Investasi dalam Kasus Hanania Travel

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:44 WIB

Bayu Oktara Luncurkan Buku “Suara yang Menggerakkan Dunia”, Dorong Generasi Muda Wujudkan Mimpi Melalui Komunikasi Efektif

Berita Terbaru