JAKARTA – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025–2029, hasil Muktamar XI yang digelar pada 8–10 Agustus 2025. Prosesi pelantikan yang digelar di Jakarta ini tidak hanya menjadi momen simbolik pergantian kepengurusan, namun juga menandai arah baru gerakan mahasiswa HIMMAH dalam menghadapi tantangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Acara pelantikan dirangkaikan dengan berbagai agenda strategis, termasuk kegiatan bakti sosial, tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-66 HIMMAH, dan pembacaan pernyataan sikap intelektual mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan dihadiri oleh kader HIMMAH dari berbagai wilayah, tokoh pendidikan, serta perwakilan lembaga mitra organisasi.
Ketua Umum PP HIMMAH terpilih, Abdul Razak Nasution, dalam sambutannya menegaskan bahwa periode kepengurusan kali ini akan mengedepankan pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menilai bahwa kesiapan intelektual merupakan faktor kunci dalam melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pilar bangsa pada 2045.
“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas organisasi. Ini adalah momentum konsolidasi nasional untuk menguatkan kualitas kader. Dengan pendidikan tinggi—baik S1 maupun S2—menjadi prioritas utama, HIMMAH ingin memastikan bahwa para kadernya siap bersaing di tingkat nasional bahkan global,” ujar Abdul Razak.
Ia menambahkan bahwa PP HIMMAH akan memperkuat struktur organisasi mulai dari pusat hingga daerah untuk memastikan pelaksanaan program lebih efektif dan tepat sasaran. Penyusunan struktur tersebut juga menjadi fondasi penting dalam memperluas jejaring kolaborasi organisasi dengan lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Abdul Razak menegaskan bahwa HIMMAH akan tetap mengambil posisi sebagai organisasi mahasiswa yang menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun demikian, ia juga menekankan bahwa HIMMAH bersedia mendukung program pemerintah selama berpihak pada kepentingan rakyat dan pembangunan generasi muda.
“HIMMAH akan terus kritis, konstruktif, dan menjaga nilai-nilai organisasi. Dukungan kami terhadap pemerintah Prabowo–Gibran bersifat objektif. Selama kebijakan pemerintah sejalan dengan kepentingan rakyat, HIMMAH akan berdiri sebagai mitra strategis,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan peran mahasiswa: menjadi mitra pemerintah yang mendorong pembangunan, tetapi juga tetap menjadi pengawas terhadap setiap kebijakan yang berpotensi menyimpang dari kepentingan publik.
Pelantikan ini menandai dimulainya fase baru HIMMAH yang lebih adaptif, progresif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Beberapa fokus utama yang dicanangkan untuk periode 2025–2029 antara lain:
• Transformasi kapasitas kader melalui pendidikan dan pengembangan kepemimpinan.
• Penguatan jaringan nasional untuk meningkatkan efektivitas program organisasi.
• Kontribusi pada isu-isu strategis seperti pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan penguatan karakter bangsa.
• Partisipasi aktif dalam agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan mengusung tema besar “Transformasi HIMMAH Menuju Indonesia Emas 2045”, Abdul Razak menekankan bahwa organisasi ini harus menjadi ruang lahirnya intelektual muda yang solutif, berintegritas, dan berorientasi pada perubahan.
“Saatnya kader HIMMAH tampil sebagai agen transformasi. Kita memiliki visi yang jelas, energi yang besar, dan komitmen yang kuat. Indonesia membutuhkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan. HIMMAH harus berada di garis depan,” pungkasnya.
Pelantikan PP HIMMAH 2025–2029 menjadi sinyal bahwa organisasi mahasiswa berbasis nilai keislaman ini siap melangkah lebih jauh dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi era baru.
Dengan konsolidasi nasional, penguatan intelektual, serta komitmen pada perubahan, HIMMAH menargetkan posisi sebagai salah satu motor penting menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































