Jakarta — Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 dengan menggelar upacara resmi di Lapangan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).
Momentum dua dekade pengabdian ini menjadi penegasan posisi Bakamla RI sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan laut Indonesia.
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr.
Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla dalam amanatnya menyampaikan bahwa usia 20 tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan tonggak kedewasaan institusi dalam menjalankan mandat negara di ruang maritim.
Dua dekade perjalanan Bakamla RI adalah proses panjang pengabdian dalam menjaga kedaulatan, keselamatan, dan kehormatan bangsa di laut,” ujar Irvansyah.
Ia menyebut, sejak berdiri Bakamla RI dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pelanggaran hukum di laut, aktivitas ilegal lintas negara, hingga kompleksitas koordinasi antarinstansi maritim. Namun demikian, soliditas, loyalitas, dan profesionalisme personel menjadi kekuatan utama yang menjaga kepercayaan publik.
Menurut Irvansyah, Bakamla RI tidak hanya berperan sebagai unsur patroli, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam menciptakan rasa aman di laut Indonesia.
Sepanjang 2025, Bakamla RI mencatat sejumlah capaian penting, di antaranya kolaborasi dengan BAIS dan BPTN dalam penindakan ballpress pakaian bekas ilegal, penangkapan kapal kayu bermuatan 200 ball rokok ilegal di perairan Tembilahan, serta evakuasi kapal MV Leann yang terbakar di Perairan Anambas.
Bakamla RI juga terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan, termasuk evakuasi korban kebakaran KM Barcelona V di Serei serta pengiriman bantuan logistik ke Sumatra dengan total lebih dari 160 ton melalui unsur kapal patroli.
Selain capaian operasional, Bakamla RI turut meraih sejumlah penghargaan pada 2025. Di antaranya, kategori sangat memuaskan dalam pengawasan kearsipan nasional, tiga terbaik Indeks Reformasi Hukum, serta kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas laporan keuangan tahun 2024.
Memasuki usia ke-20, Bakamla RI menatap babak baru transformasi sebagai Indonesia Coast Guard yang profesional dan berkelas dunia. Transformasi tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi, cermat dalam pengambilan keputusan, serta menjunjung tinggi integritas dan etika profesi.
Laut bukan sekadar ruang tugas, tetapi ruang pengabdian yang mencerminkan wajah Indonesia sebagai bangsa maritim yang kuat dan berdaulat,” kata Irvansyah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan keterlibatan masyarakat maritim sebagai fondasi utama menjaga keamanan laut nasional.
Menutup amanatnya, Kepala Bakamla RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran, dari unsur pimpinan hingga personel kapal patroli di garis terdepan, yang tanpa lelah menjaga laut Indonesia.
Dengan mengusung semangat “Bakamla RI Garda Terdepan Keamanan Laut Republik Indonesia”, Bakamla RI berkomitmen terus melangkah lebih tangguh, solid, dan dipercaya dalam mewujudkan laut aman demi Indonesia maju.




































