JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menghadiri Perayaan Natal bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan yang digelar di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (15/1).
Mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan Natal bersama ini menjadi momentum refleksi akan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi kehidupan, sekaligus penguatan nilai persatuan, toleransi, dan kebinekaan yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh umat Kristiani di lingkungan tiga kementerian tersebut.
Saya mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2026. Semoga tahun yang akan datang menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, membawa harapan baru, kedamaian, dan kebaikan bagi kita semua,” ujar Fadli.
Fadli menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kebudayaan yang luar biasa sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia disebutnya sebagai mega diversity yang tercermin dalam berbagai ekspresi budaya dan menjadi modal sosial penting bagi persatuan nasional.
Dari sisi kebudayaan, Indonesia dianugerahi kekayaan yang luar biasa. Keberagaman ekspresi budaya ini seharusnya menjadi binding power kita, bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai kekuatan yang menyatukan,” katanya.
Ia juga menilai toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia merupakan anugerah yang patut disyukuri. Selama hampir 81 tahun kemerdekaan, Indonesia dinilai mampu tetap berdiri kokoh di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.
Indonesia adalah salah satu negara yang memberikan penghormatan kepada hampir semua agama melalui hari besar keagamaan. Ini menunjukkan bahwa toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia sungguh luar biasa,” ujar Fadli.
Lebih lanjut, Fadli mengaitkan tema Natal dengan pentingnya menjaga keluarga sebagai unit terkecil namun paling fundamental dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, keluarga menjadi ruang pertama pembentukan nilai dan karakter generasi penerus bangsa.
Keluarga adalah fondasi utama yang menjamin lahirnya generasi muda yang kuat, berkarakter, dan mampu meneruskan kepemimpinan bangsa di tengah perbedaan,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan tema Natal tahun ini sejalan dengan komitmen kementeriannya dalam memperkuat keluarga sebagai basis pembentukan karakter dan kehidupan berbangsa yang rukun.
Menurut Abdul Mu’ti, penguatan peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan ruang sosial lainnya menjadi kunci untuk membangun generasi yang unggul, toleran, dan siap hidup di tengah keberagaman.
“Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya dimaknai sebagai berbeda-beda tetapi tetap satu, melainkan bahwa perbedaan itu sendiri adalah persatuan, unity is diversity,” ujarnya.
Ketua Panitia Perayaan Natal, Febry H.J. Dien, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan Natal bersama tiga kementerian tersebut.
“Perayaan Natal ini adalah wujud nyata kebersamaan dan kolaborasi lintas kementerian. Kami bersyukur atas dukungan semua pihak sehingga acara ini dapat terlaksana dengan penuh sukacita,” kata Febry.
Dalam kesempatan tersebut, tiga menteri yakni Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut menyerahkan bantuan dan tali kasih bagi para korban bencana alam di Sumatera.
Bantuan tersebut disalurkan melalui satuan tugas Kemendikdasmen, Kementerian Kebudayaan, dan Kemendiktisaintek sebagai wujud kepedulian dan kasih Natal kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Perayaan Natal ini juga dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo beserta jajaran dari ketiga kementerian. Menutup sambutannya, Fadli kembali menegaskan pentingnya persatuan dan kolaborasi dalam merawat kebudayaan nasional.
Dengan kolaborasi, saling menghargai, dan merawat kebudayaan, saya yakin persatuan kita akan semakin kuat. Inilah modal besar kita untuk tumbuh, berkembang, dan melangkah bersama menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.




































