Pendekatan Persuasif TNI Menang Hati, Lima Eks OPM Kembali ke NKRI

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah pemuda eks Organisasi Papua Merdeka (OPM) bersama prajurit TNI dan tokoh masyarakat berfoto sambil membentangkan bendera Merah Putih di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Papua

Foto: Sejumlah pemuda eks Organisasi Papua Merdeka (OPM) bersama prajurit TNI dan tokoh masyarakat berfoto sambil membentangkan bendera Merah Putih di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Papua

Puncak, Papua – Pendekatan humanis yang dijalankan Satgas Yonif 732/Banau kembali membuahkan hasil. Lima pemuda Papua yang sebelumnya tergabung dalam kelompok OPM pimpinan Joni Botak menyatakan tekad kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Sabtu (3/1/2026).

Kelima pemuda tersebut yakni Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24). Mereka mendatangi Titik Kuat Jampul Satgas Yonif 732/Banau dengan didampingi Kepala Suku Kampung Jampul, Kum Uamang, sebagai bentuk dukungan masyarakat adat.

Keputusan tersebut merupakan hasil dari pembinaan teritorial yang konsisten dilakukan Satgas Yonif 732/Banau di bawah Koops TNI Habema. Melalui program ROSITA (Borong Hasil Tani), PASTOOR (Pelayanan Kesehatan Door to Door), Banau Berbagi Jumat, serta kegiatan sosial lainnya, prajurit TNI berhasil membangun komunikasi dan kepercayaan masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi menjadi sahabat dan bagian dari masyarakat. Pendekatan kami adalah dialog dan pelayanan, agar masyarakat merasakan kehadiran negara,” ujar Dansatgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H.

Kepercayaan tersebut mendorong tiga pemuda yang berada di Kampung Jampul untuk mengajak dua rekannya yang berada di Timika kembali dan bersama-sama memilih jalan damai.

Sebagai tindak lanjut, Satgas bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat menjadwalkan upacara ikrar kesetiaan kepada NKRI pada Minggu (4/1/2026) di Gereja Bethel Kampung Jampul. Prosesi tersebut menjadi simbol rekonsiliasi dan awal proses reintegrasi sosial.

“Pembacaan ikrar bukan akhir, melainkan awal pendampingan. Kami menjamin keamanan dan mendorong mereka memperoleh program pemberdayaan pemerintah agar dapat membangun kehidupan baru yang bermartabat,” tegas Letkol Chabibi.

Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si. menilai keberhasilan ini sebagai bukti efektivitas operasi teritorial berbasis pendekatan humanis.

“Capaian ini menunjukkan bahwa dialog, pendekatan persuasif, dan pelayanan tulus kepada masyarakat merupakan kunci menciptakan stabilitas keamanan berkelanjutan di Papua. TNI hadir tidak hanya untuk menegakan kedaulatan, tetapi sebagai bagian dari solusi perdamaian,” ujarnya.

Momen “pulang” ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI, dengan strategi yang tepat, mampu menjadi jembatan perdamaian dan memenangkan hati serta pikiran masyarakat di tanah Papua, untuk bersama-sama mengukuhkan Indonesia yang bersatu dan berdaulat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Presiden RI Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad serta Berikan Taklimat kepada 1.095 Pasis TNI-Polri
Pria Tak Berkutik Diamankan Polsek Tambora dan warga Saat Siskamling Usai Curi Handphone
PWI Jaya Siapkan Peserta UKW Angkatan ke-65, Materi Pers dan KEJ Jadi Fokus Pembekalan
Kapolsek Tambora Pimpin Operasi Cipta Kondusif, 11 Orang Terjaring Pemeriksaan
TNI AU Buka Rekrutmen Bintara PK Gelombang II 2026, Kesempatan Emas Generasi Muda Mengabdi untuk Negeri
Audiensi Perdana OCI Jadi Tonggak Sejarah Keuskupan TNI-Polri
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, Tinjau Pengamanan Massa Aksi di Jalur Strategis
Kapolres Jakbar Rangkul Tokoh Masyarakat, Perkuat Keamanan Tambora
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:23 WIB

Presiden RI Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad serta Berikan Taklimat kepada 1.095 Pasis TNI-Polri

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:01 WIB

Pria Tak Berkutik Diamankan Polsek Tambora dan warga Saat Siskamling Usai Curi Handphone

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:14 WIB

PWI Jaya Siapkan Peserta UKW Angkatan ke-65, Materi Pers dan KEJ Jadi Fokus Pembekalan

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:51 WIB

Kapolsek Tambora Pimpin Operasi Cipta Kondusif, 11 Orang Terjaring Pemeriksaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:37 WIB

TNI AU Buka Rekrutmen Bintara PK Gelombang II 2026, Kesempatan Emas Generasi Muda Mengabdi untuk Negeri

Berita Terbaru

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) membantah sejumlah kritik yang disampaikan Komnas HAM terkait revisi Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Pemerintah menegaskan proses penyusunan revisi aturan tersebut dilakukan secara partisipatif dan tidak bertujuan melemahkan independensi Komnas HAM.

Hukum & Kriminal

Kementerian HAM Bantah Revisi UU HAM Lemahkan Komnas HAM

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB