Kotabaru – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu yang diduga akan dibawa masuk ke dalam lapas oleh seorang pengunjung, Sabtu (17/1).
Upaya tersebut terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung perempuan. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan dua paket kecil berisi kristal bening yang diduga sabu yang disembunyikan di dalam kaos kaki sebelah kiri dan dibungkus plester medis.
Pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan petugas penggeledahan tamu wanita, Indah Aulia Kusuma Wardani, yang kemudian melakukan pemeriksaan lebih mendalam bersama petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U), Dedian Nuryanto dan Adiansyah.
Modus penyelundupan dilakukan dengan cara menyembunyikan barang di dalam kaos kaki untuk mengelabui petugas,” demikian keterangan pihak Lapas Kotabaru.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak lapas langsung berkoordinasi dengan Polres Kotabaru. Barang bukti berupa dua paket kristal bening beserta pengunjung yang diduga terlibat telah diserahkan untuk proses pemeriksaan dan penegakan hukum lebih lanjut.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di Lapas Kotabaru. Seluruh jajaran berkomitmen melakukan pengamanan ketat dan konsisten sebagai bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pemberantasan narkoba,” ujar Doni.
Ia juga mengingatkan pihak luar agar tidak mencoba mengganggu proses pembinaan warga binaan melalui tindakan melawan hukum, termasuk penyelundupan narkotika.
Menurutnya, pengamanan yang ketat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan lapas yang aman dan kondusif, sehingga program pembinaan dapat berjalan optimal sesuai tujuan pemasyarakatan.
Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini, lanjut Doni, menjadi bukti komitmen Lapas Kotabaru dalam memperkuat sistem pengamanan, meningkatkan profesionalisme petugas, serta menjaga lapas tetap bebas dari narkoba.



































