Cinere – Chaerul Anwar Siauta resmi terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) dalam Kongres Ke-X yang diselenggarakan di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Republik Indonesia.
Kongres ini menjadi momentum strategis bagi konsolidasi nasional mahasiswa hukum di tengah tantangan serius penegakan hukum dan demokrasi di Indonesia
Proses pemilihan Ketua Umum berlangsung secara demokratis dan dinamis, diikuti oleh delegasi PERMAHI dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Rangkaian sidang kongres dimulai dengan pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, dilanjutkan dengan perdebatan gagasan, penyampaian visi dan misi calon ketua umum, hingga pemungutan suara yang berlangsung tertib, transparan, dan penuh semangat kebersamaan.
Chaerul Anwar Siauta terpilih setelah memperoleh dukungan mayoritas peserta kongres. Kemenangannya dinilai mencerminkan kehendak kolektif kader PERMAHI untuk menghadirkan kepemimpinan yang tegas, progresif, serta responsif terhadap problem hukum nasional yang kian kompleks. Cinere, Kamis (5/2/26)
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Chaerul menegaskan bahwa PEAHI harus kembali memposisikan diri sebagai kekuatan intelektual dan moral mahasiswa hukum, bukan sekadar organisasi seremonial. Ia menyoroti kondisi penegakan hukum yang dinilai masih sarat ketimpangan, pelemahan institusi hukum, serta minimnya keberpihakan pada keadilan substantif.
“Mahasiswa hukum tidak boleh berjarak dengan realitas ketidakadilan. PERMAHI harus berdiri di garis depan sebagai ruang kritik, advokasi, dan produksi gagasan hukum yang berpihak pada kepentingan rakyat,” tegas Chaerul di hadapan forum kongres. Cinere, Kamis (5/3/26)
Lebih lanjut, Chaerul menyampaikan beberapa fokus utama kepemimpinannya ke depan, antara lain penguatan konsolidasi internal organisasi, peningkatan kualitas kajian dan riset hukum, serta perluasan peran advokasi PERMAHI terhadap isu-isu strategis nasional, seperti reformasi hukum, hak asasi manusia, supremasi konstitusi, dan independensi lembaga penegak hukum.
Kongres Ke-X PERMAHI sendiri mengusung semangat Kebangkitan PERMAHI di tengah perubahan sosial dan politik yang cepat. Selain agenda pemilihan Ketua Umum, kongres juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penajaman garis perjuangan organisasi, serta penetapan program kerja nasional yang berorientasi pada dampak nyata.
Pelaksanaan kongres di lingkungan BPSDM Hukum RI turut dimaknai sebagai simbol harapan akan sinergi kritis antara mahasiswa hukum dan institusi negara, tanpa menghilangkan independensi gerakan mahasiswa sebagai kekuatan kontrol sosial.
Dengan terpilihnya Chaerul Anwar Siauta sebagai Ketua Umum, PERMAHI diharapkan mampu memainkan peran lebih strategis dalam membentuk karakter mahasiswa hukum yang kritis, berintegritas, dan berkomitmen pada nilai-nilai keadilan serta demokrasi. Kepemimpinan baru ini juga diharapkan menjadi awal penguatan kembali posisi PERMAHI sebagai salah satu organisasi mahasiswa hukum nasional yang berpengaruh dalam diskursus dan praksis hukum di Indonesia.
Buat kan saya rilis berita dan judul yang gaya tulisan nya sama persis dengan cnn indonesia




































