Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar aksi bersih-bersih massal melalui program Gerakan Jaga Jakarta Bersih, Minggu pagi. Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh wilayah ibu kota, melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur.
Gerakan tersebut berlangsung di 44 kecamatan dan 267 kelurahan, diawali dengan apel bersama sejak pukul 05.00 WIB, Minggu (8/2/2026).
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, yang memimpin apel di kawasan Cempaka Putih Timur, menegaskan persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Jakarta.
Menurutnya, keberadaan sampah yang masih terlihat di berbagai titik menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan perlu terus diperkuat.
“Sampah yang masih terlihat di berbagai titik menjadi tantangan bersama yang harus kita lawan dengan menumbuhkan kesadaran seluruh warga untuk mencintai lingkungan,” ujar Arifin dalam amanatnya.
Gerakan bersih-bersih ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), petugas kebersihan, operator lapangan, penyedia jasa, masyarakat umum, hingga dukungan dari unsur TNI dan Polri.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut kegiatan ini merupakan amanat langsung Presiden RI yang meminta gerakan kebersihan dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.
Jika ditotal, kekuatan personel yang dikerahkan mencapai puluhan ribu orang. Pemprov mencatat jumlah ASN di Jakarta sekitar 87 ribu orang, ditambah 81 ribu PJLP, petugas Bina Layanan Area (BLA) sekitar 2.900 personel, serta petugas dari sektor Sumber Daya Air yang mencapai 19 ribu orang.
Langkah ini, kata Rano, bertujuan menciptakan Jakarta yang lebih aman, nyaman, dan sehat, terutama menjelang masa pancaroba yang rawan memicu penyakit berbasis lingkungan.
Pemprov DKI berharap gerakan gotong royong ini tidak hanya menjadi agenda rutin pemerintah, tetapi juga berkembang menjadi budaya kolektif warga Jakarta dalam menjaga kebersihan kota.




































