Airlangga: Reformasi Struktural dan Integrasi Kawasan Kunci Pertumbuhan Inklusif Asia-Pasifik

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa transformasi struktural dan integrasi ekonomi kawasan menjadi agenda krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik yang inklusif di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa transformasi struktural dan integrasi ekonomi kawasan menjadi agenda krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik yang inklusif di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa transformasi struktural dan integrasi ekonomi kawasan menjadi agenda krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik yang inklusif di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan opening remarks dalam Opening Ceremony APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (7/2).

Kita berkumpul pada momen yang sangat penting, ketika lanskap ekonomi global menuntut lebih dari sekadar pemulihan, tetapi juga transformasi fundamental. Saat kita fokus mempercepat pertumbuhan inklusif regional melalui reformasi struktural, kita harus mengakui bahwa kekuatan kita terletak pada integrasi,” ujar Airlangga.

Airlangga menyampaikan, ketahanan perekonomian Indonesia tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kebijakan yang kuat dan kredibel yang dijalankan secara konsisten. Ia mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen secara tahunan (year on year/yoy), serta tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025.

Capaian tersebut, menurut Airlangga, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi terbaik di antara negara-negara anggota APEC.
“Indonesia tetap resilien bukan karena kebetulan, tetapi karena kebijakan yang kuat dan kredibel untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif dan selaras dengan agenda reformasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi tersebut telah memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan tercatat menurun hingga 8,5 persen, tingkat pengangguran turun menjadi 4,9 persen, rasio ketimpangan membaik, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat.

Dalam konteks kerja sama kawasan, Airlangga menjelaskan bahwa Agenda Reformasi Struktural APEC 2026–2030 akan difokuskan pada penguatan persaingan usaha yang adil, perbaikan iklim investasi, serta percepatan inovasi dan digitalisasi, termasuk pemberdayaan pelaku ekonomi.

Agenda tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan ekonomi, dan kemakmuran bersama, sejalan dengan komitmen terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan inklusif di bawah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Pertemuan hari ini menegaskan bahwa sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan dunia usaha merupakan satu-satunya cara untuk menavigasi kompleksitas tantangan dekade ini,” kata Airlangga.

Ia berharap berbagai gagasan yang dibahas dalam forum ABAC dapat diterjemahkan menjadi cetak biru kebijakan yang konkret dan dapat ditindaklanjuti, guna memastikan Asia-Pasifik tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di dunia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Chair ABAC Li Fanrong, Chair APEC Senior Officials’ Meeting (SOM) Chen Xu, Chairman ABAC Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, serta para pejabat senior APEC dan delegasi ABAC Meeting I 2026.

Berita Terkait

PLN Perkuat Infrastruktur Listrik untuk Topang Pertumbuhan Data Center di Indonesia
Menaker Yassierli: Generasi Muda Tak Cukup Hanya Bermodal Ijazah
Kuasa Hukum Endang Sutisna Adukan Dugaan Pelanggaran SOP Dan Adminitrasi Polsek Johar Baru ke bareskrim polri
Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Regulasi Ketenagakerjaan, Rizal Djibran: Ini Sejarah Baru Industri Kreatif
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui, Segera Dibawa ke Paripurna DPR
Wajib Sekolah Mengemudi Sebelum Ujian SIM Dinilai Bisa Tekan Kecelakaan
PWNU Kaltara Harapkan Pemberdayaan SDM dalam Pengelolaan Tambang Batu Bara di Kaltim-Kaltara
UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 Ditutup, Aat Surya Safaat Tekankan Profesionalisme Wartawan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WIB

PLN Perkuat Infrastruktur Listrik untuk Topang Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Menaker Yassierli: Generasi Muda Tak Cukup Hanya Bermodal Ijazah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kuasa Hukum Endang Sutisna Adukan Dugaan Pelanggaran SOP Dan Adminitrasi Polsek Johar Baru ke bareskrim polri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Regulasi Ketenagakerjaan, Rizal Djibran: Ini Sejarah Baru Industri Kreatif

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:34 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui, Segera Dibawa ke Paripurna DPR

Berita Terbaru