Tari Bedayo Abung Siwo Migo Warnai Dialog Kebudayaan HPN 2026, Simbol Sinergi Daerah dan Pusat

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tari Bedayo Abung Siwo Migo, sebuah tarian tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2024. (Dok-Istimewa)

Foto: Tari Bedayo Abung Siwo Migo, sebuah tarian tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2024. (Dok-Istimewa)

SERANG – Kekayaan budaya daerah kembali mendapat ruang terhormat dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Sembilan penari muda asal Lampung Utara dijadwalkan membuka Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui penampilan Tari Bedayo Abung Siwo Migo, sebuah tarian tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2024.

Dialog Kebudayaan tersebut akan digelar pada Minggu, 8 Februari 2026 siang, bertempat di Hotel Horison UPI Serang, Banten, atau sehari sebelum puncak peringatan HPN. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, yang mempertemukan pemerintah pusat, kepala daerah, insan pers, serta pelaku budaya.

Kesembilan penari yang akan tampil adalah Maya Aulia, Maizal Nadia, Rindiani Mutiara Fitdhin, Chika, Mutiara Husnul Aulia, Syana Nan Pernai, Eka Setiawati, Annisa, dan Feronica. Penampilan tersebut berada di bawah arahan penata tari Nani Rahayu, dengan dukungan penata kostum Bayu Pramudita yang mengangkat kekayaan busana adat Lampung.

Selain Menteri Kebudayaan, dialog ini juga menghadirkan tiga wartawan senior sebagai narasumber, sepuluh bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, serta dewan juri. Diskusi diarahkan untuk membedah peran strategis daerah dan pers dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan nasional.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa Dialog Kebudayaan dirancang sebagai ruang temu gagasan antara praktik kebudayaan di daerah dengan kebijakan kebudayaan nasional. Menurutnya, selama ini kepala daerah dan wartawan kerap bergerak dari basis komunitas untuk merawat budaya lokal, sementara pemerintah pusat berperan melalui kebijakan makro.

“Dialog ini ingin menemukan titik sinergi. Apa saja yang bisa dikerjakan bersama antara wartawan kebudayaan, pemerintah daerah, khususnya para penerima anugerah, dengan Kementerian Kebudayaan, agar pembangunan budaya tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Yusuf, yang juga akan memandu jalannya dialog, Sabtu (7/2/2026).

Tari Bedayo Abung Siwo Migo bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan cerminan nilai-nilai hidup masyarakat Lampung Utara, khususnya komunitas Abung. Tarian ini sarat makna kebersamaan, penghormatan terhadap adat, serta relasi harmonis antara manusia, alam, dan leluhur.

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, bersama Ketua Dewan Kesenian Lampung Utara (DKLU), Dra. Nani Rahayu, MM, menjelaskan bahwa tarian ini sejak lama digunakan dalam berbagai prosesi adat, penyambutan tamu kehormatan, serta perayaan besar masyarakat Abung. Keberadaan sembilan penari perempuan melambangkan kesatuan dan keharmonisan sosial.

“Setiap gerakan dalam tarian ini menyiratkan rasa syukur, penghormatan, dan kebersamaan. Inilah identitas budaya masyarakat Abung yang diwariskan lintas generasi,” ujar Hamartoni.

Nani Rahayu menambahkan, ciri khas Tari Bedayo Abung Siwo Migo terletak pada gerak yang anggun dan tertata, diiringi musik tradisional bernuansa lembut. Para penari mengenakan busana adat Lampung lengkap dengan siger, kain tapis bersulam benang emas, serta properti kipas yang melambangkan keramahan dan keterbukaan.

Di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup yang semakin global, Hamartoni mengakui minat generasi muda terhadap seni tradisi menghadapi tantangan serius. Pola konsumsi budaya yang berubah kerap membuat tarian tradisional tersisih oleh hiburan populer.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama para pelaku seni terus melakukan berbagai upaya pelestarian, mulai dari pembinaan sanggar seni, pelatihan tari bagi generasi muda, hingga memasukkan materi budaya lokal dalam kurikulum seni di sekolah-sekolah. Tarian Bedayo Abung Siwo Migo juga secara konsisten ditampilkan dalam agenda pariwisata daerah.

“Budaya tidak bisa hanya disimpan, tetapi harus ditampilkan dan dihidupkan. Dengan tampil di forum nasional seperti HPN, kami berharap Tari Bedayo Abung Siwo Migo semakin dikenal dan diapresiasi secara luas,” kata Hamartoni.

Penampilan Tari Bedayo Abung Siwo Migo dalam Dialog Kebudayaan HPN 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga pengingat bahwa kekuatan budaya nasional berakar dari keberagaman daerah yang terus dirawat dan disuarakan bersama.

Reporter: Matyadi

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Deolipa Yumara Angkat Bicara soal Film Pesta Babi, Papua Jangan Dikorbankan demi Pembangunan
Dosen UNIYAP Dr. Mansur Soroti Film “Pesta Babi”: PSN Merauke Dinilai Perlu Dikaji Ulang dan Berbasis Kearifan Lokal
Mahasiswa Hukum UNUSIA Soroti Militerisme dan Konflik Agraria Papua Lewat Nobar Film Pesta Babi
Direktorat Jenderal Imigrasi Dalami Dugaan Pelanggaran 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online
Kementerian Hukum Dorong Hilirisasi Riset Kampus Jadi Aset Ekonomi Nasional
Musthafa Kasim: Desa Jadi Fokus Utama Pembangunan Nasional di Munas II PAPDESI 2026
H. Jidan Sebut Munas II PAPDESI Momentum Strategis Perjuangkan Aspirasi Desa Se-Indonesia
Munas II PAPDESI 2026, Dedi Rivaldi Dorong Sinergi Pemerintah dan Organisasi Desa untuk Perkuat Pembangunan Daerah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:46 WIB

Deolipa Yumara Angkat Bicara soal Film Pesta Babi, Papua Jangan Dikorbankan demi Pembangunan

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB

Mahasiswa Hukum UNUSIA Soroti Militerisme dan Konflik Agraria Papua Lewat Nobar Film Pesta Babi

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:09 WIB

Direktorat Jenderal Imigrasi Dalami Dugaan Pelanggaran 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:08 WIB

Kementerian Hukum Dorong Hilirisasi Riset Kampus Jadi Aset Ekonomi Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 16:49 WIB

Musthafa Kasim: Desa Jadi Fokus Utama Pembangunan Nasional di Munas II PAPDESI 2026

Berita Terbaru