JAKARTA – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh Polda Metro Jaya untuk memperkuat nilai spiritual dan integritas anggotanya melalui peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan religius tersebut berlangsung khidmat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya pada Kamis (5/3/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono, bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), pengurus Bhayangkari, serta ribuan personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Metro Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, tausiah disampaikan oleh pendakwah nasional Adi Hidayat yang memberikan ceramah tentang makna turunnya Al-Qur’an dan relevansinya terhadap kehidupan serta tanggung jawab moral seorang aparat penegak hukum.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga menjabat sebagai Karo SDM Polda Metro Jaya, Dwita Kumu Wardana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan internal kepolisian untuk menyemarakkan Ramadan dengan kegiatan yang bersifat pembinaan spiritual.
Menurutnya, pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur’an tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Nomor ST/258 Tahun 2026 yang menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan keagamaan yang memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter personel.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat pembinaan rohani dan mental atau Binrohtal bagi seluruh anggota. Kami berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga benar-benar dihayati dan diterapkan dalam setiap tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dwita dalam sambutannya.
Dia menegaskan bahwa penguatan aspek spiritual memiliki keterkaitan erat dengan profesionalisme anggota Polri dalam menjalankan tugas di lapangan. Dengan fondasi keimanan yang kuat, diharapkan setiap personel mampu menjaga integritas, menjunjung tinggi kejujuran, serta mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat.
Lebih lanjut, Dwita menilai peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota kepolisian untuk menata kembali niat dan komitmen dalam menjalankan amanah negara.
“Melalui peringatan ini, kami mengajak seluruh personel untuk melakukan introspeksi diri. Tugas sebagai aparat penegak hukum hendaknya dilandasi niat ibadah, sehingga setiap tindakan yang dilakukan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan bernilai kebaikan di sisi Tuhan,” tambahnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 peserta tersebut berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekhidmatan. Selain dihadiri oleh internal kepolisian dan anggota Bhayangkari, panitia juga mengundang puluhan anak yatim untuk turut merasakan kebersamaan dalam peringatan Nuzulul Qur’an tersebut.
Dalam rangkaian acara, panitia juga menggelar doa bersama serta kegiatan berbagi santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah makna kebersamaan serta memperkuat nilai empati di kalangan personel kepolisian.
Polda Metro Jaya berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus menjadi tradisi positif di lingkungan institusi kepolisian.
Dengan memperkuat keseimbangan antara profesionalisme dan spiritualitas, institusi kepolisian diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berintegritas, humanis, dan dipercaya masyarakat.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































