Kapolda Asep Edi Suheri Instruksikan Pengamanan Humanis, Polda Metro Jaya Pastikan Aksi Ramadan Tanpa Peluru Tajam

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Polisi berpeci dikerahkan untuk kawal demo selama bulan Ramadan 2026 (Dok-Polda Metro Jaya)

Foto: Polisi berpeci dikerahkan untuk kawal demo selama bulan Ramadan 2026 (Dok-Polda Metro Jaya)

JAKARTA – Polda Metro Jaya menerapkan pola pengamanan berbeda dalam mengawal aksi unjuk rasa yang berlangsung selama bulan suci Ramadan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Pendekatan ini menitikberatkan pada suasana religius, dialog persuasif, serta jaminan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Dalam sejumlah aksi yang digelar pekan ini, personel kepolisian tampak mengenakan atribut bernuansa keagamaan. Polisi laki-laki menggunakan peci dan syal, sementara polisi wanita mengenakan jilbab. Selain itu, kepolisian juga menghadirkan tim shalawat yang ditempatkan di barisan terdepan sebagai bagian dari strategi negosiasi dan komunikasi dengan massa aksi.

Langkah tersebut merupakan instruksi langsung Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, yang menekankan pentingnya pendekatan humanis dan perlindungan maksimal terhadap hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengamanan tetap dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat, namun mengedepankan cara-cara persuasif dan dialogis.

“Penyampaian aspirasi adalah hak konstitusi seluruh elemen masyarakat yang dijamin undang-undang. Namun, karena saat ini kita berada di bulan suci Ramadan, kami mengharapkan suasana yang lebih sejuk, damai, dan penuh toleransi. Kami menerjunkan personel dengan atribut religi dan tim shalawat agar komunikasi dengan massa aksi terjalin lebih harmonis dan tetap dalam koridor saling menghormati,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan, seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan aksi tidak diperbolehkan membawa senjata api maupun peluru tajam. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk meminimalkan potensi eskalasi serta menjamin rasa aman bagi peserta aksi maupun masyarakat umum.

“Prosedur pengamanan tetap mengikuti standar operasional yang berlaku. Namun kami pastikan tidak ada personel yang dibekali senjata api atau peluru tajam dalam pengamanan aksi selama Ramadan. Ini untuk memastikan situasi tetap kondusif,” katanya.

Pendekatan tersebut juga dimaksudkan untuk menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka antara aparat dan massa aksi. Tim shalawat yang berada di garis depan berfungsi sebagai negosiator awal guna membangun komunikasi yang tenang sebelum terjadi potensi gesekan.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya mengimbau para peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak merusak fasilitas umum, serta menghormati hak pengguna jalan dan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. Kepolisian menekankan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga ketertiban umum.

Sejumlah pengamat menilai pendekatan kultural dan religius dalam pengamanan aksi dapat menjadi alternatif strategi pengelolaan massa yang lebih humanis, khususnya di momentum keagamaan seperti Ramadan. Namun efektivitasnya tetap bergantung pada kedisiplinan kedua belah pihak, aparat dan peserta aksi, dalam menahan diri dan mengutamakan komunikasi.

Polda Metro Jaya menyatakan pola pengamanan berbasis dialog dan penghormatan HAM ini akan terus dipertahankan sebagai bagian dari standar pelayanan dalam mengawal demokrasi yang sehat di Ibu Kota.

Kepolisian berharap, semangat Ramadan dapat menjadi landasan bersama untuk menjaga suasana yang aman, tertib, dan penuh toleransi di ruang publik.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Korem 081/DSJ Ajak Anak Pesantren Makan Siang, Hadirkan Kehangatan di Makorem
Teknologi Undercooling Perkuat Penanganan Karhutla Gambut di Kalsel
KWI dan TNI AU Susun Roadmap MoU untuk Perkuat Pembinaan Rohani Prajurit Katolik
Pastikan Jembatan Garuda Berdaya Guna, Korem 081/DSJ Tinjau Infrastruktur di Madiun
Babinsa Mergayu Turun ke Sawah, Bantu Petani Bersihkan Gulma Padi
Brigjen TNI dr. Jonny Resmi Sandang Gelar Doktor dari UNAIR
Kapolda Jabar Bangun Kedekatan dengan Warga Lewat Jumat Keliling di Cimahi
Brigjen TNI (Mar) Pardosi Tekankan Respons Cepat dan Terukur Tangani Karhutla
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:33 WIB

Korem 081/DSJ Ajak Anak Pesantren Makan Siang, Hadirkan Kehangatan di Makorem

Kamis, 3 September 2026 - 19:10 WIB

Teknologi Undercooling Perkuat Penanganan Karhutla Gambut di Kalsel

Kamis, 3 September 2026 - 17:49 WIB

KWI dan TNI AU Susun Roadmap MoU untuk Perkuat Pembinaan Rohani Prajurit Katolik

Rabu, 2 September 2026 - 14:06 WIB

Pastikan Jembatan Garuda Berdaya Guna, Korem 081/DSJ Tinjau Infrastruktur di Madiun

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Babinsa Mergayu Turun ke Sawah, Bantu Petani Bersihkan Gulma Padi

Berita Terbaru

Foto: Forwaka Sumut Bahas Penguatan Organisasi

Organisasi Masyarakat

Forwaka Sumut Bangun Kebersamaan dan Siapkan Program Perlindungan Anggota

Kamis, 10 Sep 2026 - 11:56 WIB