JAKARTA – Musisi senior Indonesia, Fariz RM, menyatakan siap kembali aktif berkarya setelah resmi dinyatakan bebas dari kasus penyalahgunaan narkoba. Kebebasan tersebut menjadi titik balik bagi pelantun lagu “Barcelona” itu untuk menata ulang kehidupan pribadi sekaligus merancang sejumlah proyek kreatif di bidang musik dan literasi.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Beberapa waktu lalu, Fariz menyampaikan bahwa agenda terdekatnya adalah menggelar pertunjukan musik sebagai bentuk rasa syukur atas kebebasannya. Ia menyebut acara tersebut tidak sekadar konser, melainkan juga momentum silaturahmi bersama rekan, keluarga, dan penggemar di bulan Ramadan.
“Acara press conference ini dibikin yang pertama sekali adalah syukuran,” ujar Fariz di hadapan awak media.
Musisi berusia 67 tahun itu mengungkapkan telah menyiapkan sejumlah materi lagu baru yang akan dirilis dalam waktu mendatang. Namun demikian, ia menegaskan belum ingin terburu-buru kembali ke industri secara penuh. Fariz mengaku membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dan memulihkan fokus kreatifnya.
“Banyak sekali rencananya, tentu saja. Tapi sekarang ini saya butuh waktu untuk sendiri dulu,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan upaya Fariz untuk mengambil jeda reflektif setelah melewati proses hukum dan masa pembinaan. Ia tidak menjabarkan secara rinci konsep album atau jadwal peluncuran karya terbaru, namun memastikan proses kreatif tetap berjalan.
Tak hanya di dunia musik, Fariz juga berencana kembali aktif di bidang literatur. Ia mengungkap tengah mempersiapkan buku ketiganya, melanjutkan dua karya tulis yang telah lebih dulu diterbitkan.
“Saya mau nerbitin buku ketiga lagi, setelah dua buku yang sebelumnya,” ungkapnya.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari perluasan ekspresi kreatif Fariz, yang selama ini dikenal tidak hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai figur publik dengan pemikiran reflektif tentang seni dan kehidupan.
Sebelumnya, kuasa hukum Fariz, Deolipa Yumara, menyatakan kliennya telah resmi bebas sejak 15 Februari 2026 setelah menjalani masa hukuman sekitar enam bulan.
“Saya mewakili Bang Fariz RM, kalau pertanyaannya kapan bebasnya, tepatnya tanggal 15 Februari 2026 sudah keluar dari lapas. Jadi sudah bebas sejak tanggal 15 Februari 2026,” ujar Deolipa.
Ia juga menegaskan bahwa selama menjalani masa pembinaan, Fariz disebut mengalami perubahan signifikan, termasuk komitmen untuk menjauhi hal-hal yang berpotensi mengganggu proses pemulihan dirinya.
Menurut Deolipa, salah satu bentuk perubahan tersebut adalah keputusan Fariz untuk tidak lagi menggunakan telepon genggam. “Kenapa enggak pegang handphone? Itulah salah satu bentuk pertobatannya. Enggak mau terdistorsi lagi dengan yang mainstream,” ujarnya.
Kembalinya Fariz RM ke ruang publik tentu menjadi perhatian, mengingat perjalanan kariernya yang panjang dan kontribusinya dalam industri musik Indonesia sejak dekade 1980-an. Namun, sejumlah kalangan juga menilai bahwa konsistensi dalam menjaga komitmen perubahan akan menjadi ujian tersendiri.
Di sisi lain, rencana konser syukuran dan peluncuran karya baru memberi sinyal bahwa Fariz ingin membangun kembali kepercayaan publik melalui jalur profesional. Ramadan dipilih sebagai momentum simbolik untuk membuka lembaran baru, sekaligus mempererat hubungan dengan para penggemar yang tetap setia mendukungnya.
Dengan sejumlah rencana yang telah disiapkan, publik kini menanti bagaimana Fariz RM membuktikan tekadnya, bukan hanya melalui pernyataan, tetapi lewat karya dan sikap yang berkelanjutan.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































