Bandung Barat — Aksi nyata TNI kembali mencuri perhatian publik. Komandan Seskoad, Agustinus Purboyo, turun langsung meninjau kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan (Wilhan) Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kunjungannya, Komandan Seskoad tidak hanya melakukan peninjauan seremonial. Ia menyaksikan langsung pelaksanaan trauma healing bagi warga terdampak bencana longsor, berdialog dengan awak media, serta mengecek berbagai kegiatan fisik yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti renovasi mushola, pembangunan MCK, hingga pembuatan sumur bor.
Kegiatan ini menjadi bukti konkret kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang masih berduka akibat bencana alam yang sempat menelan korban jiwa. Program tersebut juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk mahasiswa dari Universitas Jenderal Achmad Yani serta partisipasi negara sahabat.
Mengusung tema “Sinergitas Komponen Bangsa dalam Penanggulangan Bencana Guna Memperkuat Ketahanan Nasional”, kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam sesi doorstop, Mayjen TNI Agustinus Purboyo menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program rutin, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Ia menyoroti pentingnya sinergi antara TNI, mahasiswa, dan bahkan negara sahabat dalam membangun empati dan solidaritas kemanusiaan.
“Ini menunjukkan kepedulian seluruh komponen bangsa terhadap kondisi masyarakat yang sedang berduka akibat longsor. Kehadiran ini mungkin kecil, tetapi menjadi bukti nyata adanya rasa berbagi dan kebersamaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan KKL Wilhan ini, para Perwira Siswa (Pasis) diharapkan mampu mengasah pemikiran strategis sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Upaya ini dinilai krusial dalam mendukung ketahanan wilayah serta kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.




































