Haul ke-220 Syekh Arsyad Al-Banjari: Lautan Jamaah Padati Matraman, Spirit Ulama Besar Ditegaskan di Tengah Riuh Kota

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Peringatan Haul ke-220 ulama besar Nusantara, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Bin Abdullah Al-Banjari, Sabtu (11/4/2026). (Dok-Istimewa)

Foto: Peringatan Haul ke-220 ulama besar Nusantara, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Bin Abdullah Al-Banjari, Sabtu (11/4/2026). (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Lautan jamaah tumpah ruah memenuhi Masjid Jami’ Sabilal Muhtadin, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, dalam peringatan Haul ke-220 ulama besar Nusantara, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Bin Abdullah Al-Banjari, Sabtu (11/4/2026). Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, momentum ini menjelma menjadi oase spiritual yang menegaskan kembali jejak keilmuan dan keteladanan ulama lintas zaman.

Sejak pagi, arus jamaah terus berdatangan dari berbagai penjuru, tak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Bandung hingga Surabaya. Kepadatan di area masjid menjadi bukti nyata bahwa magnet spiritual Syekh Arsyad Al-Banjari tak pernah pudar, bahkan kian menguat di tengah derasnya arus modernitas.

Rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh khidmat. Tawasul dan tartibul fatihah membuka kegiatan, dipimpin KH Muhammad Rosyid, disusul pembacaan Surah Yasin dan tahlil oleh Ketua DKM H. Madani. Suasana kian syahdu saat para habaib, di antaranya Al-Habib Umar bin Toha Al-Hadad dan Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsy, memimpin doa bersama yang menggema di setiap sudut masjid.

Lantunan dzikir dan doa menciptakan atmosfer spiritual yang kuat. Jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, menundukkan kepala, menengadahkan tangan, seakan meneguhkan kembali relasi batin dengan nilai-nilai ilahiah yang mulai tergerus oleh rutinitas duniawi.

Puncak emosional terjadi saat grup Maulid Al-Banjari pimpinan Anang Abdul Wahab Sya’roni dari Bandung melantunkan shalawat. Irama yang mengalun tidak sekadar menjadi hiburan religius, tetapi juga mempererat ikatan batin antarjamaah dalam satu frekuensi kecintaan kepada Nabi dan para ulama pewarisnya.

Dalam tausiah melalui pembacaan manakib, Al-Ustadz Qusyairi Bezi menegaskan bahwa haul tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia menggarisbawahi pentingnya menjadikan nilai-nilai perjuangan Syekh Arsyad Al-Banjari sebagai panduan hidup nyata, keikhlasan dalam beramal, ketekunan dalam menuntut ilmu, serta konsistensi dalam berdakwah.

“Haul adalah panggilan untuk melanjutkan, bukan sekadar mengenang,” tegasnya, mengingatkan jamaah agar tidak terjebak dalam romantisme masa lalu tanpa implementasi di masa kini.

Panitia pelaksana melalui Ustadz Muhammad Bazzar Zubaidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk aparat keamanan seperti Kapolsek Matraman, Babinsa, dan Mitra Jaya yang memastikan acara berlangsung kondusif. Sinergi ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan skala besar tetap membutuhkan manajemen yang solid dan dukungan lintas elemen.

Namun, lebih dari sekadar peringatan tahunan, haul ini juga menjadi panggung evaluasi dan konsolidasi program keagamaan. Masjid Jami’ Sabilal Muhtadin terus mengembangkan kegiatan rutin seperti Maulid Simtud Duror, taklim mingguan, pembacaan Dalailul Khairat, hingga wirid salaf selepas Subuh, sebuah upaya sistematis membangun ketahanan spiritual masyarakat urban.

Sorotan lain tertuju pada pembangunan Pondok Pesantren Annur Sabilal Muhtadin yang kini memasuki tahun kedua. Di tengah krisis figur dan degradasi moral generasi muda, pesantren ini diproyeksikan menjadi benteng nilai, mencetak santri berilmu, berakhlak, dan berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah.

Kehadiran sejumlah ulama dan habaib terkemuka seperti Habib Hamid bin Ahmad Assegaf, Al-Habib Umar bin Idrus Al-Attos, dan Al-Habib Abdul Khadir bin Gozi Al-Bahar semakin memperkuat legitimasi keilmuan acara ini. Mereka bukan sekadar tamu kehormatan, tetapi simbol kesinambungan sanad keilmuan yang menjadi ruh tradisi Islam Nusantara.

Di tengah derasnya tantangan zaman, dari krisis moral hingga polarisasi sosial, peringatan haul ini menegaskan satu hal, tradisi keagamaan bukan sekadar warisan, melainkan instrumen strategis untuk menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan realitas sosial.

Haul ke-220 Syekh Arsyad Al-Banjari pun tampil bukan hanya sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai seruan kolektif, bahwa ilmu, adab dan persatuan umat adalah fondasi yang tak boleh ditawar dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Sugeng Hariadi Soroti Ketimpangan Akses Pendidikan dan Program MBG di Pedalaman Kalimantan Timur
Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari untuk Meriahkan HUT Jakarta ke-499, Warga Diajak Nikmati Rekreasi hingga Malam
Imam Suparno Kenang Gejolak 1965 dan Perjalanan Politiknya: Dari Jember ke Kalimantan Hingga Mengabdi di PDI Perjuangan
Patroli Blue Light Polda Metro Jaya Intensif Digelar, Antisipasi 3C dan Kejahatan Jalanan di Jakarta
Tebar Manfaat Iduladha, KompasTV Distribusikan Hewan Kurban di Masjid An-Nur
Dirut PT Askara Himeka Yandra Soroti Layanan Bank Mandiri Usai ATM Perusahaan T tertelan
Patroli Malam Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Pengemudi Ojol Merasa Lebih Aman dari Ancaman Begal
Teror Pocong di Jakarta Timur Ternyata Hoaks, Polisi Minta Warga Bijak Bermedsos
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:08 WIB

Sugeng Hariadi Soroti Ketimpangan Akses Pendidikan dan Program MBG di Pedalaman Kalimantan Timur

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:38 WIB

Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari untuk Meriahkan HUT Jakarta ke-499, Warga Diajak Nikmati Rekreasi hingga Malam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:16 WIB

Imam Suparno Kenang Gejolak 1965 dan Perjalanan Politiknya: Dari Jember ke Kalimantan Hingga Mengabdi di PDI Perjuangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:28 WIB

Patroli Blue Light Polda Metro Jaya Intensif Digelar, Antisipasi 3C dan Kejahatan Jalanan di Jakarta

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:02 WIB

Tebar Manfaat Iduladha, KompasTV Distribusikan Hewan Kurban di Masjid An-Nur

Berita Terbaru

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) membantah sejumlah kritik yang disampaikan Komnas HAM terkait revisi Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Pemerintah menegaskan proses penyusunan revisi aturan tersebut dilakukan secara partisipatif dan tidak bertujuan melemahkan independensi Komnas HAM.

Hukum & Kriminal

Kementerian HAM Bantah Revisi UU HAM Lemahkan Komnas HAM

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB