BANDAR LAMPUNG— Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi inovasi Unit Kemasan Bersama (UKB) Kota Bandar Lampung yang dinilai mampu menjadi solusi bagi pelaku usaha di tengah kenaikan harga kemasan akibat dinamika global.
Apresiasi tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Reghi Perdana saat mengunjungi UKB Bandar Lampung, Senin (27/4/2026).
“UKB menjadi solusi nyata bagi pengusaha UMKM di tengah kenaikan harga kemasan. Kehadirannya tidak hanya membantu UMKM bertahan, tetapi juga meningkatkan daya saing produk di pasar,” ujar Reghi.
Ia menjelaskan, UKB merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menyediakan akses kemasan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau bagi pelaku usaha kecil.
Pada 2023, saat masih bernama Kementerian Koperasi dan UKM, pemerintah telah memberikan dukungan berupa hibah peralatan pengemasan terintegrasi. Fasilitas tersebut mencakup mesin pengemasan, perangkat cetak dan pelabelan, hingga mesin produksi kemasan seperti die cut dan laminasi.
Dukungan juga meliputi peralatan pendukung seperti timbangan digital serta komputer desain grafis untuk meningkatkan kualitas visual kemasan produk UMKM.
“Dengan dukungan ini, UMKM tidak hanya mendapatkan kemasan fungsional, tetapi juga kemasan yang memiliki nilai estetika dan daya saing,” kata Reghi.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung turut berperan dalam keberlanjutan UKB dengan menyediakan fasilitas gedung, pembiayaan operasional, hingga tenaga desain grafis profesional.
Manajer UKB Bandar Lampung Ferdinan mengatakan keberadaan desainer grafis membantu pelaku UMKM meningkatkan identitas visual produk mereka.
Menurutnya, desain kemasan kini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi media komunikasi nilai dan branding usaha.
UKB juga memberikan fleksibilitas produksi dengan layanan mulai dari skala kecil, yakni minimal 50 unit, sehingga lebih terjangkau bagi pelaku UMKM pemula.
“Hingga saat ini kami telah melayani sedikitnya 187 pelaku UMKM di Bandar Lampung,” ujar Ferdinan.
Ia menambahkan, permintaan layanan biasanya meningkat signifikan menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri.
Pemerintah menilai keberadaan UKB menjadi bukti bahwa kolaborasi pusat dan daerah mampu memperkuat daya tahan UMKM, sekaligus mendorong transformasi menuju usaha yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.




































