Menteri UMKM Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital dan Naikkan Daya Saing Pelaku Usaha

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat komitmennya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara lebih inklusif guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pelaku UMKM di Indonesia.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat komitmennya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara lebih inklusif guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pelaku UMKM di Indonesia.

JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat komitmennya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara lebih inklusif guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pelaku UMKM di Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat membuka forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Kamis (9/7). Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor UMKM sekaligus mewujudkan pemerataan ekonomi.

Maman mengatakan pemanfaatan AI sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan transformasi digital sebagai instrumen untuk menciptakan keadilan ekonomi dan sosial di seluruh Indonesia.

“Saya sangat meyakini produktivitas UMKM di Tanah Air akan meningkat ketika mereka sudah memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas usahanya. AI tidak lagi menjadi teknologi masa depan, tetapi telah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing,” kata Maman.

Forum tersebut mempertemukan Kementerian UMKM bersama Kumpul Impact, ASEAN Foundation, Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan Program AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) di Indonesia.

Meski tingkat adopsi AI di Indonesia secara umum disebut telah mencapai 92 persen, Maman mengungkapkan lebih dari 90 persen pelaku UMKM masih belum memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal dalam menjalankan usahanya.
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan masih besarnya kesenjangan digital yang perlu dijawab melalui kolaborasi pemerintah, komunitas digital, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait.

“Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air dengan pola dan metode konvensional. Kita harus hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Maman menambahkan Presiden Prabowo Subianto juga memberikan arahan agar pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mampu memperkecil kesenjangan antara pelaku usaha besar dan UMKM. Ia berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari transformasi digital, Kementerian UMKM memperkenalkan platform SAPA UMKM yang akan menjadi basis data tunggal sekaligus superapp pelayanan publik bagi pelaku UMKM.
Platform tersebut akan mengintegrasikan berbagai program pemerintah, mulai dari PRO-KESRA, Holding UMKM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemitraan usaha, hilirisasi, formalisasi usaha, hingga layanan pembiayaan, pelatihan, pendidikan, dan pemasaran dalam satu ekosistem digital.

Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap pelayanan kepada pelaku UMKM menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan mudah diakses di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, Kementerian UMKM juga mengumumkan kebijakan pemberian diskon biaya layanan marketplace sebesar 50 persen bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Insentif tersebut diberikan kepada pelaku UMKM yang telah melakukan onboarding ke dalam platform SAPA UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan perlindungan usaha secara terintegrasi.

Di sisi lain, Kementerian UMKM juga menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan inkubator bisnis yang nantinya akan terhubung dengan ekosistem SAPA UMKM. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses teknologi, memperkuat inovasi, serta mencetak lebih banyak pelaku UMKM yang adaptif

terhadap perkembangan digital.
Melalui penguatan pemanfaatan AI dan pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi, pemerintah menargetkan transformasi teknologi tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak bagi jutaan pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional

Berita Terkait

Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN Didorong Menjadi Motor Penguatan Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan Persatuan Bangsa
Nama Jawa Barat Diusulkan Jadi Pasundan, Ini Alasan Hukum dan Sejarah yang Disampaikan Susane
Pastikan Kerja Sama Berjalan Optimal, Perhutani dan Al Masoem Gelar Monitoring Berkala
Kementerian HAM Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Program Justru Wujud Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat
Rapat Perdana Dewan Juri AJMHT 2026 Digelar, Siap Jaga Kredibilitas Penghargaan Jurnalistik
Pigai Usul Jabatan Strategis Non-Operasional Polri Bisa Diisi Kalangan Sipil
Agus Andrianto Tegaskan Komitmen Berantas Love Scamming di Lapas dan Rutan
Ombudsman RI Temukan MinyaKita Langka dan Harga Pangan Melonjak di Sejumlah Pasar Jakarta
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:45 WIB

Menteri UMKM Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital dan Naikkan Daya Saing Pelaku Usaha

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:49 WIB

Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN Didorong Menjadi Motor Penguatan Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan Persatuan Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:38 WIB

Nama Jawa Barat Diusulkan Jadi Pasundan, Ini Alasan Hukum dan Sejarah yang Disampaikan Susane

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:29 WIB

Pastikan Kerja Sama Berjalan Optimal, Perhutani dan Al Masoem Gelar Monitoring Berkala

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:00 WIB

Kementerian HAM Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Program Justru Wujud Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat

Berita Terbaru