JAKARTA – Polda Metro Jaya mengerahkan 2.730 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026) malam. Pengamanan berlapis ini menjadi bagian dari upaya memastikan laga berlangsung aman, tertib, dan kondusif di tengah tingginya animo suporter.
Sebanyak 2.444 personel Polri, 150 personel TNI, dan 136 personel dari unsur pemerintah daerah disiagakan di berbagai titik strategis. Dari total kekuatan Polri, 2.301 personel berasal dari Polda Metro Jaya dan 143 lainnya dari jajaran Polres. Mereka ditempatkan di area stadion, pintu masuk penonton, tribun, jalur VIP, hingga kawasan sekitar GBK, termasuk pengamanan kedatangan dan kepulangan pemain serta ofisial tim.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan di dalam stadion, tetapi juga mencakup perimeter luar dan lokasi-lokasi terkait, seperti hotel tempat menginap tim.
“Seluruh rangkaian kegiatan kami amankan secara menyeluruh untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, mulai dari keberadaan suporter tanpa tiket, peredaran tiket palsu, kepadatan di pintu masuk, hingga penyelundupan barang terlarang. Selain itu, pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional, terutama saat arus masuk dan keluar penonton. Masyarakat yang tidak berkepentingan di kawasan GBK diimbau menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan.
Di tengah pengamanan ketat tersebut, pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Persija langsung mengambil inisiatif serangan dan menunjukkan dominasi di hadapan pendukungnya. Peluang pertama hadir pada menit kelima melalui sepakan Allano Lima, meski belum menemui sasaran.
Momentum krusial terjadi pada menit ke-14 saat wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di kotak penalti Persebaya, yang dipastikan melalui VAR. Dua menit berselang, Allano Lima sukses mengeksekusi penalti dan membawa Persija unggul 1-0.
Persebaya sempat membalas pada menit ke-30 melalui Mihailo Perovic, namun gol dianulir karena offside. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun justru Persija yang kembali menambah keunggulan pada menit ke-54 melalui Eksel Runtukahu, memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti. Gol tersebut memperlebar jarak menjadi 2-0.
Dominasi Persija semakin terlihat ketika Eksel kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76. Menerima umpan dari Allano, ia melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dibendung kiper Persebaya, menjadikan skor 3-0.
Meski tertinggal, Persebaya tidak menyerah. Pada masa injury time, mereka nyaris memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Risto Mitrevski dan Bruno Paraiba. Namun, kedua peluang tersebut hanya membentur mistar dan tiang gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persija. Hasil ini mengukuhkan posisi Persija di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 55 poin dari 27 pertandingan. Sementara itu, Persebaya harus turun ke posisi keenam dengan raihan 42 poin.
Kemenangan ini tidak hanya mempertegas konsistensi Persija dalam perburuan papan atas, tetapi juga menjadi cerminan keberhasilan pengamanan aparat dalam menjaga stabilitas pertandingan besar dengan tensi tinggi.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































