Tulungagung — Tiga prajurit TNI Angkatan Darat dilaporkan gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian dunia dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ketiganya adalah Kapten Inf Zulmi Aditya, Sertu M. Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhimadon. Mereka tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang tengah bertugas di wilayah misi internasional.
Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ketiga prajurit tersebut. Ia menyebut para korban gugur dalam masa penugasan aktif, sebagaimana laporan awal yang diterima satuan.
“Kami keluarga besar Kodim 0807/Tulungagung turut berduka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa. Ini adalah kehilangan besar, tidak hanya bagi TNI AD, tetapi juga bagi bangsa Indonesia,” kata Hanny dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Insiden yang menewaskan ketiga prajurit itu terjadi di wilayah penugasan misi PBB. Hingga kini, proses penanganan dan pengamanan masih dilakukan oleh pasukan internasional setempat.
Hanny menegaskan, keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Ia menilai pengorbanan para prajurit tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan profesionalisme TNI di kancah internasional.
Menurutnya, kiprah prajurit TNI dalam misi Kontingen Garuda selama ini mendapat pengakuan luas dari komunitas global karena kontribusinya dalam menjaga keamanan dan perdamaian.
Hanny juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. “Jasa dan pengabdian almarhum akan selalu dikenang sebagai kehormatan bagi bangsa,” ujarnya.




































