JAKARTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran kepolisian melalui pengembangan sektor budidaya pangan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata tersebut terlihat dari kegiatan panen ikan nila merah yang dilaksanakan Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat di Greenhouse SPPG Palmerah, Jakarta Barat, Rabu sore (20/5/2026).
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kombes Pol Ardanto Nugroho sebagai bagian dari dukungan terhadap program penguatan ekosistem pangan nasional, khususnya dalam penyediaan sumber protein berkualitas yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Panen kali ini menjadi bagian dari pengembangan budidaya ikan nila merah yang telah dijalankan secara terencana di lingkungan Greenhouse Palmerah. Program tersebut tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan internal, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok bahan pangan di lingkungan Polri dan masyarakat secara lebih luas.
Dalam keterangannya, Kombes Pol Ardanto Nugroho menjelaskan bahwa budidaya ikan nila merah tersebut telah berlangsung selama kurang lebih 120 hari sejak proses penebaran benih dilakukan. Selama masa pemeliharaan, ikan dirawat dengan sistem pengelolaan yang berkelanjutan dan terstandar guna menjaga kualitas hasil panen.
“Ikan nila ini telah dibudidayakan selama kurang lebih 120 hari sejak penebaran benih dengan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar,” ujar Ardanto, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa pengembangan budidaya pangan berbasis lingkungan dapat dijalankan secara optimal apabila dilakukan dengan perencanaan, pengawasan, dan pemeliharaan yang konsisten.
Panen yang dilaksanakan kali ini merupakan panen parsial ketiga setelah sebelumnya dilakukan pemanenan dalam beberapa tahap pada pekan-pekan sebelumnya. Dari hasil panen terbaru tersebut, diperoleh sebanyak 219 kilogram ikan nila merah yang selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku di SPPG Palmerah Polda Metro Jaya.
Keberadaan Greenhouse Palmerah sendiri dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penyediaan bahan pangan sumber protein yang sehat dan berkualitas. Selain menjadi pusat budidaya, fasilitas tersebut juga diarahkan sebagai model pengembangan ketahanan pangan mandiri yang terintegrasi.
Ardanto menegaskan bahwa pengembangan Greenhouse Palmerah akan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Program itu tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal SPPG Palmerah, namun juga diproyeksikan mampu menopang suplai bahan pangan bagi SPPG Polri lainnya yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari komitmen institusi Polri dalam mendukung agenda kemandirian pangan nasional yang saat ini terus diperkuat pemerintah melalui berbagai sektor, termasuk pemanfaatan lahan produktif dan pengembangan budidaya pangan berbasis komunitas.
Dalam konteks yang lebih luas, program budidaya ikan nila merah tersebut juga mencerminkan pendekatan Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi turut mengambil peran dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program-program produktif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan budidaya perikanan di kawasan perkotaan seperti Jakarta Barat dinilai menjadi langkah strategis mengingat tingginya kebutuhan pangan masyarakat serta terbatasnya ruang produksi konvensional. Dengan sistem greenhouse dan pengelolaan yang terukur, hasil budidaya diharapkan mampu menghasilkan produk pangan yang lebih higienis, efisien, dan memiliki nilai keberlanjutan jangka panjang.
Selain mendukung kebutuhan pangan internal, keberadaan sentra budidaya tersebut juga diharapkan mampu menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi masyarakat sekitar terkait pentingnya ketahanan pangan mandiri, khususnya dalam penyediaan sumber protein hewani yang sehat dan mudah dijangkau.
Melalui program budidaya berkelanjutan itu, Greenhouse Palmerah diharapkan terus berkembang menjadi salah satu sentra pangan mandiri yang mampu memberikan manfaat luas, baik bagi institusi maupun masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh dan berkesinambungan.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































