JAKARTA – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan bersama Divisi Humas Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino tahun 2026 melalui langkah mitigasi terpadu guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis pangan, hingga potensi gangguan sosial di wilayah Sumatera Selatan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan dialog publik bertema “Strategi Pencegahan dan Mitigasi Dampak Bencana El Nino di Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Keamanan Masyarakat” yang digelar di Palembang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor yang mempertemukan unsur kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan sektor lingkungan dan perkebunan guna menyusun langkah terpadu menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi akibat dampak El Nino.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian utama, mulai dari penguatan sistem mitigasi dan peringatan dini, pengawasan kawasan rawan kebakaran, perlindungan lahan gambut, hingga upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah ancaman kekeringan berkepanjangan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi fokus penting dalam strategi pencegahan karhutla yang selama ini menjadi ancaman tahunan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Langkah mitigasi tersebut dinilai sejalan dengan implementasi program Presisi Polri dan arah kebijakan prioritas Presiden Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, ketahanan lingkungan hidup, serta keamanan sosial masyarakat.
Dalam dialog publik itu, Guru Besar Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Ishak Iskandar, M.Sc., memaparkan analisis klimatologi terkait pola pergeseran curah hujan akibat fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran lahan di wilayah Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Dr. Muhammad Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M., menjelaskan strategi penanganan kedaruratan bencana di kawasan rawan karhutla, termasuk penguatan koordinasi lintas instansi dalam percepatan respons apabila terjadi titik api.
Paparan lain disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumatera Selatan Herdi Apriansyah, S.STP., M.M., serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Sumsel Herlan Kagami, S.P., M.Si., yang menyoroti pentingnya restorasi lingkungan dan penguatan sektor perkebunan dalam menghadapi musim kemarau panjang.
Kadivhumas Polri Johnny Eddizon Isir melalui amanat tertulis yang dibacakan Karo Penmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa perubahan iklim global kini menjadi ancaman nyata yang memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Polri berkomitmen mengedepankan komunikasi publik yang transparan dan penguatan kerja sama lintas sektor. Kami tidak dapat bekerja sendiri, dukungan penuh dari dunia usaha, tokoh masyarakat, dan generasi muda sangat dibutuhkan untuk membangun budaya menjaga lingkungan tanpa membakar,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.
Menurutnya, upaya penanganan El Nino tidak cukup hanya melalui pendekatan penegakan hukum, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui peningkatan kesadaran lingkungan dan penguatan budaya pencegahan sejak dini.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., yang hadir mewakili Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menegaskan kesiapan jajaran kepolisian daerah dalam mendukung kebijakan pencegahan karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Melalui dialog ini, seluruh elemen menyamakan persepsi agar tindakan preventif dan penegakan hukum terkait pencegahan karhutla berjalan selaras dan berdampak nyata,” kata Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan potensi karhutla, terutama di daerah-daerah yang selama ini masuk kategori rawan kebakaran saat musim kemarau tiba.
Dialog publik tersebut kemudian ditutup dengan perumusan roadmap kolaboratif yang akan menjadi acuan operasional satuan tugas terpadu penanganan El Nino dan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.
Melalui forum ini, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berharap kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau ekstrem dapat diperkuat sejak dini, sehingga ancaman bencana ekologis, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga dampak ekonomi dan sosial terhadap masyarakat dapat diminimalkan secara maksimal.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































