TRENGGALEK – Kemarau panjang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Menjawab kebutuhan air bersih, aparat TNI-Polri bersama BPBD dan pemerintah setempat menyalurkan bantuan sebanyak 12.000 liter air kepada warga Desa Nglebeng dan Desa Besuki, Sabtu (8/8/2026).
Distribusi air dilakukan menggunakan armada tangki dan diarahkan langsung ke titik-titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Warga terlihat membawa berbagai wadah untuk menampung air yang akan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran tersebut melibatkan personel Koramil 0806-11/Panggul, Polsek Panggul, serta Pos PB-BPBD wilayah Kecamatan Panggul. Kehadiran petugas di lapangan sekaligus untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang terdampak kekeringan.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD wilayah Kecamatan Panggul, Serma Suhardjo, mengatakan musim kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat ketersediaan air di sejumlah desa semakin terbatas.
“Beberapa wilayah di Panggul mengalami kekeringan dan masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, TNI-Polri bersama pemerintah dan BPBD terus berkoordinasi agar kebutuhan air warga bisa segera dipenuhi,” ujar Suhardjo.
Menurutnya, distribusi air bersih menjadi langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kemarau. Pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami krisis air juga terus dilakukan sehingga bantuan dapat segera diarahkan ketika kondisi semakin membutuhkan.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting dalam menghadapi dampak kekeringan. Tidak hanya menyalurkan air, aparat kewilayahan bersama BPBD juga memastikan pendistribusian dilakukan secara terarah dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau. Sinergi TNI-Polri, BPBD, dan pemerintah daerah pun akan terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan di wilayah Panggul.




































