JAKARTA — Revitalisasi SDN Petojo Utara 01 membawa perubahan signifikan terhadap fasilitas pendidikan di Jakarta Pusat. Gedung sekolah yang sebelumnya hanya terdiri dari satu lantai kini berdiri dengan lima lantai ditambah rooftop. Jika rooftop turut dihitung, bangunan tersebut memiliki enam tingkat.
Turut hadir dalam acara, Asisten Kesra, Camat Gambir, Lurah Petojo Utara, Kasudin pendidikan JP 1 berserta jajarannya.
Perubahan itu terlihat saat Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin meninjau gedung SDN Petojo Utara 01 di Jalan Petojo Selatan I Nomor 27, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Selasa (20/10/2026).
Arifin mengatakan, kunjungannya kali ini mengingatkan dirinya pada kondisi sekolah tersebut ketika masih menggunakan bangunan dengan standar lama.
“Iya, tahun lalu saya pernah datang ke sekolah ini, SDN Petojo Utara 01. Saat itu ada kegiatan kita di sini. Gedungnya masih standar lama. Kita tahu bagaimana gedung sekolah zaman dulu,” ujarnya.
Menurut Arifin, kondisi sekolah kini jauh berbeda setelah direvitalisasi. Selain mengalami penambahan lantai, gedung tersebut juga dilengkapi lift untuk menunjang mobilitas warga sekolah.
“Sekarang sudah berubah. Yang awalnya satu lantai, sekarang menjadi lima lantai plus rooftop. Jadi, kalau dihitung sampai rooftop, ada enam tingkat. Dulu tidak pakai tangga karena memang cuma satu lantai. Sekarang bukan hanya tangga, tetapi sudah menggunakan lift,” katanya.
Dilengkapi Panel Surya dan Fasilitas Modern
Revitalisasi SDN Petojo Utara 01 tidak hanya berfokus pada penambahan ruang, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendukung yang lebih modern. Salah satunya adalah pemasangan panel surya di bagian atas gedung yang diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya listrik.
Arifin menilai, pembaruan fasilitas tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus memberikan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik.
“Ini satu hal yang menurut saya menunjukkan bahwa Bapak Gubernur Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menyiapkan anak-anak peserta didik kita dan berpihak kepada dunia pendidikan. Dari gedungnya saja sudah dipersiapkan dengan baik,” tuturnya.
Arifin berharap, fasilitas yang semakin baik dapat mendorong siswa untuk belajar lebih rajin, disiplin, serta membangun karakter dan budi pekerti yang baik.
Menurut dia, peningkatan kualitas gedung sekolah harus diikuti dengan pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, manfaat revitalisasi tidak hanya terlihat dari perubahan fisik bangunan, tetapi juga dari perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Pemeliharaan Gedung Jadi Perhatian
Di balik perubahan fisik bangunan, Arifin mengingatkan pentingnya pemeliharaan gedung secara berkelanjutan. Menurut dia, bangunan bertingkat membutuhkan perhatian dan upaya perawatan lebih besar dibandingkan gedung sekolah yang sebelumnya hanya terdiri dari satu lantai.
“Tentu ke depan pemeliharaan harus menjadi perhatian utama. Berbeda ketika awalnya hanya satu lantai dengan sekarang merawat gedung yang menjulang tinggi hingga lima lantai. Tentu perlu tambahan upaya dalam pemeliharaannya,” ujarnya.
Arifin juga mengapresiasi sejumlah fasilitas yang telah tersedia di sekolah tersebut, termasuk kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) serta toilet yang dinilai sudah tertata dengan baik.
Meski demikian, keberadaan fasilitas yang memadai perlu diimbangi dengan kesadaran seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan dan merawat lingkungan.
Menurut Arifin, pemeliharaan gedung menjadi salah satu hal penting agar fasilitas yang telah dibangun melalui program revitalisasi dapat digunakan secara optimal dan bertahan dalam jangka panjang.
Siswa Diajak Menjaga Fasilitas Sekolah
Kesadaran menjaga fasilitas sekolah juga perlu ditanamkan sejak dini. Dalam peninjauan tersebut, Arifin menyoroti peran duta kebersihan sekolah yang turut mengingatkan teman-temannya agar menjaga kondisi gedung yang telah diperbarui.
Dia mencontohkan, siswa perlu membiasakan diri untuk tidak mencoret-coret dinding, membuang sampah sembarangan, maupun melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas sekolah.
“Tadi yang menyampaikan juga teman-temannya sendiri, duta kebersihan di sekolah. Mereka mengingatkan teman-temannya bahwa gedung sekolah sudah bagus, sudah bagus sekali, jangan sampai dibuat jelek. Jangan mencoret-coret, jangan membuang sampah sembarangan, dan jangan merusak fasilitas,” katanya.
Karena itu, Arifin menekankan perlunya membangun kesadaran bersama di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab untuk menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
Dengan gedung yang lebih modern dan sarana prasarana yang semakin memadai, revitalisasi SDN Petojo Utara 01 diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta Pusat.
Arifin menegaskan, keberhasilan revitalisasi tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh warga sekolah dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara bertanggung jawab,” ujarnya.
(Helmi AR)




































