Harusnya Jadi Ruang Hijau, Fasum Kalideres Permai Justru Ditempati Usaha Pribadi

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harusnya Jadi Ruang Hijau, Fasum Kalideres Permai Justru Ditempati Usaha Pribadi

Harusnya Jadi Ruang Hijau, Fasum Kalideres Permai Justru Ditempati Usaha Pribadi

JAKARTA – Sebuah ironi terjadi Blok C8–C9 RT 02 RW 014 di Perumahan Kalideres Permai. Lahan Fasilitas Umum (Fasum) tanah milik aset Pemda DKI Jakarta yang seharusnya menjadi paru-paru hijau untuk warga, tempat anak-anak bermain, dan keluarga bersantai, kini tersisa satu bangunan liar yang kokoh, menghalangi semua rencana tersebut.

Biarkan tanah fasum dimanfaatkan juga untuk kepentingan warga seperti balai warga, lahan untuk pertemuan warga khusus di RT dan RW di wilayah tersebut.

Warga RW 014 Kalideres Permai tak kuasa menahan kecewa dan kemarahan. “Sudah tidak tinggal sini, tapi bisa bikin usaha di tanah fasum. Kok bisa begitu?” ujar seorang warga, nada suaranya penuh tanya dan kecewa.

Bangunan semi permanen itu konon bertahan atas alasan koperasi. Namun warga tak percaya begitu saja. “Surat ijin koperasi, NIk dan NIB nya tunjukin ke kita? RT saja belum pernah lihat. Emang ada furniture jadi koperasi?, yang pasti itu milik pribadi, Ini jelas merugikan warga!” tegas warga lain, dengan nada frustrasi.

Ketua RW 014, Hendra Nipa, pun mengakui kejanggalan ini. “Masih ada satu bangunan yang dipertahankan Pemda. Warga heran, karena pemiliknya tidak berdomisili di sini lagi, Rumahnya sudah pindah. Kami juga ingin kejelasan dari bagian aset,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan pembangunan pagar pembatas fasum sedang berlangsung. Tapi keberadaan satu bangunan furniture itu seolah menodai rencana Pemda menjadikan lahan tersebut ruang terbuka hijau. Warga khawatir ada permainan antara oknum pegawai Pemda dan pemilik usaha, sehingga tujuan fasum sebagai ruang hijau publik tertunda.

Warga RW 014 berharap satu hal jelas: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anu

ng harus turun tangan, menegaskan bahwa tanah fasum untuk kepentingan warga, bukan untuk kepentingan segelintir orang. Bongkar bangunan liar itu, pulihkan fungsi fasum, dan biarkan anak-anak serta warga menikmati ruang hijau yang telah lama dinantikan.

Berita Terkait

Ancol Tetap Jadi Primadona Warga Habiskan Akhir Pekan Bersama Keluarga
Sah! Suhud Alynudin Resmi Gantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta
Jaga Kebhinekaan, Wali Kota Jakpus Dorong Edukasi Anti Radikalisme di Sekolah
Antusiasme Meningkat, Per 8 Mei 2026 Sebanyak 662 Karya Masuk AJMHT 2026, Bank Jakarta Jadi Sorotan
Serunya Kebersamaan Keluarga Sefria Nikmati Wahana Dufan
Tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang Terjebak
Bank Jakarta Gelar Donor Darah, Perkuat Solidaritas dan Penuhi Stok Darah Ibu Kota
Jusuf Kalla Disorot, LBH Gekira Tegaskan Agama Tak Benarkan Kekerasan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:00 WIB

Ancol Tetap Jadi Primadona Warga Habiskan Akhir Pekan Bersama Keluarga

Senin, 8 Juni 2026 - 18:32 WIB

Sah! Suhud Alynudin Resmi Gantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta

Senin, 25 Mei 2026 - 13:12 WIB

Jaga Kebhinekaan, Wali Kota Jakpus Dorong Edukasi Anti Radikalisme di Sekolah

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:43 WIB

Antusiasme Meningkat, Per 8 Mei 2026 Sebanyak 662 Karya Masuk AJMHT 2026, Bank Jakarta Jadi Sorotan

Senin, 4 Mei 2026 - 22:01 WIB

Serunya Kebersamaan Keluarga Sefria Nikmati Wahana Dufan

Berita Terbaru

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara (WN) China berinisial YJ, CN, dan LJ setelah terbukti memanipulasi data untuk memperoleh visa kunjungan bisnis dan pra investasi di Indonesia.

Hukum & Kriminal

Tiga WN China Dideportasi Imigrasi Surabaya karena Manipulasi Data Visa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 07:41 WIB