Menko PMK Sahkan Renduk Rehab Rekon Sumatera Versi I, Anggaran Rp56,3 Triliun

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera dengan mengesahkan Rencana Induk (Renduk) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera versi I.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera dengan mengesahkan Rencana Induk (Renduk) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera versi I.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera dengan mengesahkan Rencana Induk (Renduk) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera versi I.

Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Tim Pengarah Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang digelar secara luring dan daring di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
“Mengingat kemendesakan perlunya Renduk, meskipun dokumen ini masih memiliki sejumlah catatan dan membutuhkan pembaruan data, untuk kepentingan alokasi anggaran kami usulkan Renduk versi I ini disahkan,” kata Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas.

Renduk PRRP Sumatera versi I disusun berdasarkan usulan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah hingga 9 Februari 2026. Pemerintah masih membuka ruang penyempurnaan hingga akhir Maret 2026 sebelum menetapkan Renduk versi final pada April 2026.

Pratikno menjelaskan, kondisi lapangan yang dinamis membuat kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi terus berkembang. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mulai pulih kembali terdampak bencana, sehingga memerlukan penyesuaian intervensi dan pembaruan data.

Ia meminta seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah segera menindaklanjuti Renduk versi I tersebut agar pengalokasian anggaran dapat segera direalisasikan.
“Bukan hanya soal data, tetapi juga metodologi agar ada kesatuan bahasa antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Kita menjalankan arahan Presiden untuk menyelesaikan rehab rekon secepatnya dan membangun Sumatera yang lebih tangguh dan resilien,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Renduk PRRP Sumatera versi I dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp56,3 triliun dapat menjadi acuan awal bagi kementerian/lembaga dalam mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan untuk Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga tahun.

Rapat juga membahas langkah percepatan, termasuk kemungkinan pelaksanaan kontrak sejak awal masa tanggap darurat untuk pemulihan sarana dan prasarana vital, agar transisi dari penanganan darurat ke rehabilitasi dapat berlangsung tanpa jeda.

Pemanfaatan Peta Zona Rawan Bencana (ZRB) turut menjadi perhatian guna memastikan pembangunan kembali dilakukan dengan menghindari wilayah berisiko tinggi bencana.
Ke depan, Renduk PRRP Sumatera versi final yang akan ditetapkan pada April 2026 diusulkan memiliki kekuatan hukum setingkat Peraturan Presiden guna memperkuat kepastian pelaksanaan serta koordinasi lintas sektor.

Rapat tersebut dihadiri secara luring oleh sejumlah pejabat, antara lain Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala LKPP Sarah Sadiqa, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

Sementara itu, rapat juga diikuti secara daring oleh sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BRIN Arif Satria, serta para kepala daerah dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, termasuk Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Sekretaris Daerah Sumatera Barat Arry Yuswandi.

Berita Terkait

PT Palma Global Indonesia Tunjuk Thomas Gewab jadi Komisaris Wilayah Papua Barat Daya
PT Palma Global Indonesia Tunjuk Mayjen TNI Mar (Purn.) Bambang Sutrisno Jadi Komisaris
Rapat Pleno PT Palma Global Indonesia Tunjuk Hamdani sebagai Komisaris Wilayah Sumatera Barat
PT Palma Global Indonesia Buka Lowongan 1.200 Tenaga Administrasi untuk Penempatan di Seluruh Indonesia
Kamil Sahab Siap Buka Prediksi Politik Indonesia Lewat Podcast, Film Politik Tengah Disiapkan
JM WO Gandeng Nadya Wedding, Ciptakan Momen Pernikahan Penuh Kehangatan
Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel
PT Palma Global Indonesia Tunjuk Remigius Yosephlamatuka Tolok sebagai Komwil NTB dan NTT
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:08 WIB

PT Palma Global Indonesia Tunjuk Thomas Gewab jadi Komisaris Wilayah Papua Barat Daya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:09 WIB

PT Palma Global Indonesia Tunjuk Mayjen TNI Mar (Purn.) Bambang Sutrisno Jadi Komisaris

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Rapat Pleno PT Palma Global Indonesia Tunjuk Hamdani sebagai Komisaris Wilayah Sumatera Barat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:48 WIB

PT Palma Global Indonesia Buka Lowongan 1.200 Tenaga Administrasi untuk Penempatan di Seluruh Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Kamil Sahab Siap Buka Prediksi Politik Indonesia Lewat Podcast, Film Politik Tengah Disiapkan

Berita Terbaru

Foto: Ketua TP PKK Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, bersama jajaran kader TP PKK berfoto bersama saat kegiatan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (SME) TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Makasar di Aula Kantor Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa (27/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Tinjau SME PKK Makasar, Essie Munjirin Tekankan Administrasi dan Inovasi Program

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:14 WIB