Operasi Penyelamatan Ponpes Al Khoziny Dihentikan, Evakuasi Berlanjut dengan Alat Berat

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penampakan ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur namun operasi pencarian korban, resmi dihentikan. (Dok-IG @alkhozinyputri_buduran)

Foto: Penampakan ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur namun operasi pencarian korban, resmi dihentikan. (Dok-IG @alkhozinyputri_buduran)

SIDOARJO – Operasi pencarian korban reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, memasuki babak baru. Tim SAR gabungan resmi menghentikan fase penyelamatan setelah dipastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi di balik puing bangunan.

Keputusan ini diambil pada Kamis (2/10/2025) setelah serangkaian uji coba menggunakan teknologi pencarian paling mutakhir, termasuk drone thermal, yang hasilnya nihil. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan perubahan status operasi tersebut sebagai langkah realistis.

“Secara ilmu pengetahuan, harapan menemukan korban selamat sudah tidak ada. Kami sudah mensterilkan lokasi, memberikan waktu hening agar alat bisa mendeteksi tanda-tanda kehidupan. Namun hasilnya tetap nihil,” ujar Suharyanto.

Korban terakhir yang berhasil diselamatkan hidup-hidup adalah seorang santri berusia 15 tahun. Ia dievakuasi Rabu (1/10/2025) malam setelah hampir 52 jam terjebak di balik reruntuhan. Kejadian itu menjadi titik emosional sebelum operasi resmi dialihkan ke tahap recovery atau evakuasi jenazah.

Mulai Kamis pagi, tim SAR menurunkan lima unit alat berat berupa crane dan ekskavator untuk mengangkat reruntuhan masif. Penggunaan alat berat ini diakui membawa konsekuensi: tak lagi mempertimbangkan kemungkinan adanya korban hidup. Namun, keputusan tersebut mendapat restu penuh dari keluarga korban.

“Tidak ada satupun keluarga yang meminta kami melanjutkan pencarian korban hidup. Mereka menyadari realitas pahit ini dan meminta kami segera mengevakuasi dengan alat berat,” jelas Suharyanto.

Seiring waktu, aroma tak sedap mulai tercium di sekitar lokasi. Warga dan petugas Basarnas yang berada paling dekat dengan reruntuhan mengaku mulai mencium bau anyir, indikasi adanya jasad korban yang tertimbun. Faktor ini memperkuat urgensi penggunaan alat berat untuk segera menemukan dan mengevakuasi korban.

“Bau itu belum begitu menyengat, tapi jelas tercium. Ini menandakan ada jenazah di dalam, sehingga evakuasi harus dipercepat,” kata salah satu anggota Basarnas di lokasi.

Musibah ini terjadi pada Senin (29/9/2025) pukul 15.00 WIB, ketika musala tiga lantai di asrama putra ambruk menimpa para santri yang tengah melaksanakan salat Ashar berjamaah. Analisis awal menunjukkan penyebab runtuhnya bangunan adalah kegagalan konstruksi. Diduga kuat, penambahan lantai bangunan dilakukan tanpa perencanaan teknis yang matang, sehingga struktur tidak mampu menahan beban.

Hingga Kamis (2/10/2025), data resmi BNPB dan tim SAR gabungan mencatat:

• Total korban terdampak: 108 orang

• Korban selamat: 103 orang

• 18 berhasil dievakuasi tim SAR

• 85 berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah insiden

• Korban meninggal dunia: 5 orang

• Korban masih dalam pencarian (diduga tertimbun): 59 orang

Sebagian korban selamat kini menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo dengan kondisi bervariasi, dari luka ringan hingga kritis.

Tragedi runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny menjadi salah satu musibah paling kelam dalam sejarah pendidikan pesantren di Jawa Timur. Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga besar pesantren, masyarakat sekitar, hingga kalangan pendidikan nasional.

Meski demikian, pihak keluarga korban menunjukkan keteguhan hati menerima kenyataan pahit. Doa bersama terus dipanjatkan di sekitar lokasi untuk para korban yang belum ditemukan.

“Ini duka kita semua, bukan hanya keluarga Ponpes Al Khoziny. Kami akan terus mendampingi keluarga korban sampai seluruh proses evakuasi tuntas,” ujar Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.

Dengan bergesernya operasi ke tahap recovery, harapan kini tertuju pada kelancaran evakuasi jasad para korban. Pemerintah daerah bersama BNPB menegaskan komitmennya memberikan pendampingan, termasuk santunan bagi keluarga korban serta evaluasi besar terhadap standar keamanan bangunan pesantren di seluruh wilayah Jawa Timur.

Tragedi ini meninggalkan pesan penting: keselamatan dan standar konstruksi harus menjadi prioritas utama, terutama di lembaga pendidikan yang menampung ribuan santri.

Penulis: Fahmy Nurdin 

Editor: Fahmy Nurdin 

Berita Terkait

Potret Sunyi Kota Depok: Laras dan Beban Hidup di Usia Remaja
Polisi Dalami Temuan Mayat Pria Misterius di Aliran Kali Ciliwung Lenteng Agung
Duka di Langkapura, Helmi A Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal
Mobil Hantam Separator Busway di Pulomas hingga Terbakar, Sopir Diduga Mabuk
Ancol Pastikan Wisata Tetap Aman Meski Banjir Rob Menerpa Kawasan Marina
Ancol Resmi Buka Program MagangHub: Komitmen Perkuat Kompetensi Generasi Muda di Industri Pariwisata dan Rekreasi
Harapan Rakyat Kehilangan Sosok Pemimpin Teladan
Krisis Keamanan di Graha Indah: Pecah Kaca Ganda Picu Amarah Warga, Polsek Jatiasih Disorot
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:39 WIB

Potret Sunyi Kota Depok: Laras dan Beban Hidup di Usia Remaja

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:40 WIB

Polisi Dalami Temuan Mayat Pria Misterius di Aliran Kali Ciliwung Lenteng Agung

Senin, 5 Januari 2026 - 09:11 WIB

Duka di Langkapura, Helmi A Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:14 WIB

Mobil Hantam Separator Busway di Pulomas hingga Terbakar, Sopir Diduga Mabuk

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:26 WIB

Ancol Pastikan Wisata Tetap Aman Meski Banjir Rob Menerpa Kawasan Marina

Berita Terbaru

Foto: Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami memberikan arahan kepada personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan unsur pemerintah daerah saat Apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di Kelurahan Jembatan Lima, Jakarta Barat

TNI & POLRI

Polsek Tambora Bersama Tiga Pilar Perketat Pengamanan Malam Hari

Minggu, 25 Jan 2026 - 19:43 WIB

Foto: Dr. Bagus Sudarmanto, S.Sos., M.Si. Seorang pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta berpose di sela kegiatan organisasi, dengan latar belakang logo PWI

Opini

HPN 2026: Putusan MK Sudah Ada, Tapi Wartawan Masih Rentan

Minggu, 25 Jan 2026 - 16:11 WIB