Dari Penggemar Jadi Pembenci, Warganet Penghina Ruben Onsu Alasan Khilaf Dirasuki Iblis

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan Layar Instagram. (Dok-Pribadi/@ruben_onsu)

Foto: Tangkapan Layar Instagram. (Dok-Pribadi/@ruben_onsu)

JAKARTA – Dunia maya kembali dihebohkan dengan kasus ujaran kebencian terhadap artis dan pengusaha Ruben Onsu. Seorang warganet dengan akun Instagram @indahyanisianipar mengaku menulis hinaan keji kepada Ruben di kolom komentar akun @ruben_onsu. Hinaan tersebut sempat viral setelah ia menyebut Ruben sebagai “manusia terbodoh di dunia.”

Namun, setelah identitasnya terungkap dan mendapat perhatian publik, Indah akhirnya mengaku menyesal dan menyampaikan permohonan maaf disertai serangkaian alasan yang cukup mengejutkan.

Dalam pengakuannya, Indah menyebut bahwa awalnya ia merupakan penggemar Ruben Onsu dan istrinya, Sarwendah. Namun, rasa kagum itu berubah menjadi kekecewaan mendalam yang kemudian melahirkan komentar penuh kebencian.

“Kak Ruben, aku minta maaf. Aku begitu karena aku kecewa sama kak Ruben yang tadinya aku nge-fans,” tulis Indah dalam pesannya.

Kekecewaan tersebut diduga dipicu oleh isu rumah tangga yang sempat beredar di media sosial. Rasa kecewa yang tak terkelola itu kemudian berubah menjadi amarah yang diluapkan lewat kata-kata kasar di ruang publik digital.

Tak berhenti di situ, Indah memberikan alasan lain yang lebih tak lazim. Ia mengaku bahwa komentarnya dipicu oleh pengaruh supranatural.

“Jadi aku dirasukin iblis waktu komen seperti itu,” tulisnya lagi dalam pesan yang kini tersebar di berbagai platform media sosial.

Pernyataan ini menimbulkan beragam reaksi dari warganet, sebagian menganggapnya bentuk kepanikan dan pembelaan diri, sementara yang lain menilai itu sebagai refleksi dari ketidakmampuan mengontrol emosi di dunia maya.

Indah juga menyebut dirinya “khilaf”, mengulang kata itu berkali-kali dalam pesan maafnya kepada Ruben Onsu. Ia bahkan menambahkan bahwa kondisi hidupnya yang sulit dan orang tua yang sedang sakit turut mempengaruhi keadaan emosionalnya saat menulis komentar tersebut.

“Aku khilaf kak, sekali lagi aku minta maaf kak. Aku orang susah, orang tua aku lagi sakit,” tulisnya dengan emoji menangis.

Menanggapi hal itu, Ruben Onsu memberikan pernyataan tegas namun tetap berimbang. Ia menyoroti pentingnya berpikir sebelum berkomentar di media sosial, mengingat dampaknya bisa sangat luas, baik bagi korban maupun pelaku.

“Di balik jari-jemari yang mengetik hinaan, selalu ada alasan. Tapi apapun alasannya, kata-kata tetap punya konsekuensi,” ujar Ruben seperti dikutip dari unggahan pribadinya, Sabtu (11/10/2025)

Ia juga mengajak publik untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh disalahartikan sebagai kebebasan untuk menyakiti.

Kasus ini menuai perhatian luas dari pengguna internet. Sebagian warganet mendukung langkah tegas Ruben dalam menanggapi komentar negatif, sementara sebagian lainnya menilai permintaan maaf Indah sebaiknya diterima sebagai pelajaran moral bersama.

Media okjakarta.com berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak Indah Yani Sianipar. Kontak telepon yang tercantum dalam tangkapan layar unggahan akun @ruben_onsu (nomor 0813-8706-xxxx) sudah tidak aktif di aplikasi WhatsApp.

Tim redaksi kemudian mencoba mengirim pesan SMS ke nomor tersebut untuk memastikan keberimbangan informasi.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan langsung dari pihak Indah Yani Sianipar.

Kasus ini menjadi cerminan nyata fenomena “from fan to hater” di era digital, di mana kedekatan semu antara publik figur dan penggemar sering kali berujung pada kekecewaan personal.

Para ahli media sosial menyebut hal ini sebagai bentuk emotional overinvestment, yakni ketika seseorang terlalu larut dalam kehidupan selebriti hingga kehilangan batas antara apresiasi dan kepemilikan emosional.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya etika digital. Setiap kata yang diketik di dunia maya memiliki daya rusak yang nyata di dunia nyata.

Meski permohonan maaf telah disampaikan, kasus ini menjadi pelajaran bagi banyak pihak bahwa di balik layar ponsel, tanggung jawab moral tetap melekat pada setiap pengguna media sosial.

Penulis: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Belum Ada Pengajuan Penangguhan, Polda Metro Jaya Tegaskan Penahanan Richard Lee Masih Berjalan
Indonesia Berduka: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Usai Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal 
Jeanette Sims Tegaskan Kedalaman Emosi Lewat Single “IF ONLY”, Proses Kreatif Lintas Benua Selama 9 Bulan
Titik Balik Karier Fariz RM: Konser Syukur, Lagu Baru dan Komitmen Jauhi Distraksi
Fariz RM Dikabarkan Bebas Usai Jalani Hukuman 10 Bulan, Deolipa Yumara: Secara Hitungan Tanggal Sudah Selesai
Shanty Rilis “I Do” Jelang Valentine 2026, Lagu Doa Cinta yang Lahir dari Manifestasi Pribadi
Kolaborasi Lintas Generasi, Lagu Religi “Keagungan-Mu” Usung Pesan Iman dan Keikhlasan Menjelang Ramadan 2026
Artis Malaysia Mario Penang Garap Video Klip Lagu Religi “Keagungan-Mu” di Jakarta
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 11:55 WIB

Belum Ada Pengajuan Penangguhan, Polda Metro Jaya Tegaskan Penahanan Richard Lee Masih Berjalan

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:30 WIB

Indonesia Berduka: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Usai Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal 

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:44 WIB

Jeanette Sims Tegaskan Kedalaman Emosi Lewat Single “IF ONLY”, Proses Kreatif Lintas Benua Selama 9 Bulan

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:26 WIB

Titik Balik Karier Fariz RM: Konser Syukur, Lagu Baru dan Komitmen Jauhi Distraksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:09 WIB

Fariz RM Dikabarkan Bebas Usai Jalani Hukuman 10 Bulan, Deolipa Yumara: Secara Hitungan Tanggal Sudah Selesai

Berita Terbaru

Ancol Taman Impian menghadirkan rangkaian hiburan bertajuk Festival Raya Kemenangan selama periode libur Lebaran 2026. Program tersebut digelar mulai 19 Maret hingga 5 April 2026 dengan menghadirkan berbagai pertunjukan, konser musik, hingga aktivitas rekreasi keluarga di sejumlah wahana Ancol.

Nasional

Ancol Gelar Festival Raya Kemenangan Saat Libur Lebaran 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:40 WIB