BRI Unit Cililitan Besar Gelar Klarifikasi: Sodri Akui Salah Paham, Nasabah Tuntut Sertifikat Dikembalikan

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bank BRI Unit Cililitan Besar, Keramatjati, Jakarta Timur. (Dok-Okj/FN)

Foto: Bank BRI Unit Cililitan Besar, Keramatjati, Jakarta Timur. (Dok-Okj/FN)

JAKARTA – Proses klarifikasi terkait aduan nasabah atas nama Idris (46), pengusaha kuliner di Pusat Grosir Cililitan (PGC), memasuki babak baru. Pada Jumat pagi (5/12/2025), Bank BRI Unit Cililitan Besar, Jakarta Timur, menggelar pertemuan resmi yang menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk eks marketing Sodri, penggantinya Sodri – Ulfauziah, nasabah Idris beserta istrinya, serta dua orang kuasa penuh, yakni Fahmy dan Ir. H. Arse Pane, wartawan dan Lawfirm Majelis Dakwah RI 1.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Unit BRI Cililitan Besar, Mulyono, itu akhirnya menghasilkan sejumlah pengakuan penting terkait proses komunikasi dan kesepakatan kredit yang kini tengah dipersoalkan nasabah.

Sodri Mengaku Ada Miskomunikasi dalam Penjelasan Skema Pembayaran

Dalam pertemuan tersebut, eks marketing BRI, Sodri, yang sebelumnya menangani kredit Idris pasca pandemi, memberikan keterangan terbuka di hadapan pimpinan unit dan para saksi.

Sodri menyampaikan bahwa terjadi miskomunikasi terkait jangka waktu pembayaran cicilan yang sebelumnya ia sampaikan kepada Idris.

“Mohon maaf ya Pak. Di sini saya hanya miskomunikasi saja sama Pak Idris. Kemarin itu Pak Idris minta dua tahun. Logikanya kita lihat dulu… Angsuran waktu itu masih sekitar Rp80 jutaan. Awal pinjam tahun 2019 cair Rp129 juta, itu marketingnya bukan saya, tapi Bedu. Saya hanya penerus,” ujar Sodri.

Ia menjelaskan bahwa dirinya menangani kembali kredit Idris setelah terjadi tunggakan pada masa pandemi. Saat itu, Idris meminta keringanan karena usaha kulinernya terdampak besar.

Sodri mengaku bahwa ia dan pimpinan pernah datang langsung ke rumah Idris pada Desember 2023, ditemani petugas lain bernama Sumono.

“Pak Idris bilang sanggupnya Rp2,5 juta. Saya telepon pimpinan dan manajer. Saat itu saya bantu. Tapi ada miskomunikasi terkait jangka waktu. Kalau sisa Rp80 jutaan dibayar 2,5 juta per bulan, dua tahun itu tidak cukup. Di situ letak salah pahamnya,” jelasnya.

Namun pernyataan ini langsung dikoreksi oleh Idris.

Idris Tegaskan: “Justru Pak Sodri yang WhatsApp Saya 2 Tahun Lunas”

Di hadapan pimpinan dan saksi, Idris menegaskan bahwa kesepakatan 2 tahun cicilan dengan nilai Rp2.500.000 per bulan berasal dari penjelasan Sodri sendiri melalui pesan WhatsApp.

“Mohon maaf, tapi yang memberi jangka waktu dua tahun itu kan Pak Sodri sendiri melalui WhatsApp. Dua tahun bayar 2,5 juta per bulan lunas dan sertifikat bisa diambil,” kata Idris.

Idris menyatakan bahwa dirinya telah membayar cicilan sesuai nilai tersebut sejak akhir 2023 hingga November 2025 dan menyimpan seluruh bukti setoran.

Marketing Baru Bacakan Percakapan WhatsApp: Ada Tawaran Pinjaman Baru

Marketing pengganti, Ulfauziah, yang menerima tugas setelah Sodri tidak lagi menangani kredit tersebut, turut memberikan kesaksian. Ia membacakan sebagian isi komunikasi WhatsApp dengan Idris.

Isi percakapannya menunjukkan bahwa Idris sempat ditawari program pinjaman baru karena dianggap nasabah yang memiliki riwayat pembayaran baik. Namun Idris menolak karena kondisi usahanya sedang menurun.

“Pengunjung sepi sekarang. Tidak seperti sebelum Covid-19. Saya tidak mau ambil pinjaman lagi,” begitu penolakan Idris kepada petugas.

Kuasa Hukum: Pertemuan Harus Memiliki Kesimpulan Jelas

Fahmy, salah satu pemegang kuasa dan juga jurnalis okjakarta.com, mempertanyakan kesimpulan pertemuan kepada pimpinan unit BRI, Mulyono.

Mulyono kemudian menyatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan seluruh berkas kontrak kredit atas nama Idris dalam waktu dekat kepada nasabah dan kuasa hukumnya.

“Kami akan siapkan semua berkas kontraknya dan serahkan secepatnya,” tegas Mulyono.

Latar Belakang Kasus: Sertifikat Tak Kunjung Dikembalikan

Sebelumnya, kasus ini mencuat ketika Idris mengadu kepada media bahwa sertifikat rumahnya yang dijaminkan sejak 2019 tak kunjung dikembalikan meski ia merasa telah melunasi kewajiban pinjaman sesuai kesepakatan.

Pada Selasa (2/12/2025), Mulyono mengaku baru mengetahui persoalan tersebut dan membutuhkan waktu untuk mempelajari riwayat kredit Idris.

Dugaan Masalah Utama: Sistem Bank Tampilkan Masa Kredit hingga 2028

Meski Idris yakin sudah melunasi cicilan per November 2025, pihak bank menunjukkan data bahwa jangka waktu kredit justru berakhir pada tahun 2028.

Hal inilah yang menjadi titik perselisihan paling krusial.

Idris membantah pernah mengajukan perpanjangan atau pinjaman baru:

“Saya tidak pernah ajukan penambahan jangka waktu. Saya hanya ikut apa yang disepakati dua tahun. Sekarang sistem bilang 2028, dari mana itu muncul? Saya tidak terima,” ucapnya.

BRI: Klarifikasi Masih Berjalan, Data Harus Lengkap Sebelum Pernyataan Resmi

Mulyono kembali menegaskan bahwa proses klarifikasi internal sedang berjalan.

Pihaknya akan menelusuri:

• Histori kredit sejak 2019

• Dokumen restrukturisasi masa pandemi

• Catatan restrukturisasi kedua versi nasabah dan marketing

• Rekam jejak petugas lapangan

• Bukti pembayaran yang dimiliki Idris

• Percakapan yang dijadikan dasar komunikasi kedua belah pihak

“Kami tidak ingin berspekulasi. Data harus lengkap dulu. Setelah itu baru kami berikan penjelasan resmi,” tegas Mulyono.

Nasabah Harap Sertifikat Dikembalikan dan Status Kredit Dinyatakan Lunas

Idris berharap persoalan administratif ini segera selesai agar ia memperoleh kembali sertifikat rumahnya di Jl. Mandala 5 No. 52, Cililitan, yang kini masih berada di bank.

“Saya hanya ingin hak saya kembali. Saya punya bukti pembayaran. Saya ingin sertifikat saya segera dikembalikan,” ujarnya.

Publik Menanti Keputusan Akhir BRI

Kasus ini mendapat perhatian lantaran menyangkut kepercayaan nasabah terhadap mekanisme restrukturisasi perbankan, terutama pascapandemi Covid-19.

Dengan pengakuan Sodri terkait miskomunikasi, pembacaan percakapan WA oleh Ulfauziah, serta rencana BRI menyerahkan seluruh berkas kontrak, publik kini menunggu hasil final dari penelusuran resmi BRI Unit Cililitan Besar.

Proses klarifikasi masih berlangsung, dan keputusan akhir akan menentukan apakah hak nasabah telah dilanggar atau terjadi sekadar salah komunikasi dalam proses restrukturisasi.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Deklarasi Cah Angon Capres 2029–2034: Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin Disambut Ribuan Pendukung
Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT
Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Chandra Damopolii Abadikan Momen Bersama Sufmi Dasco
KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa M7,7 NTT ke Manggarai
Ribuan Warga Kalisari Tumpah Ruah Rayakan HUT Ke-81 RI di Pesta Rakyat
Mendagri Tito Dorong Pemda Data Kerusakan Sekolah dan Rumah Ibadah Pascagempa NTT
Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Kunci Perkuat Industrialisasi dan Kemandirian Ekonomi
APALI Hadir di Istana Merdeka, Teguhkan Semangat Kebersamaan pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Deklarasi Cah Angon Capres 2029–2034: Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin Disambut Ribuan Pendukung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Chandra Damopolii Abadikan Momen Bersama Sufmi Dasco

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:14 WIB

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa M7,7 NTT ke Manggarai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Ribuan Warga Kalisari Tumpah Ruah Rayakan HUT Ke-81 RI di Pesta Rakyat

Berita Terbaru

Foto: Seorang anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menyampaikan pesan dalam kegiatan PRIMADONA yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Pemkot Jakut Beri Tali Kasih untuk 100 Veteran, Semangat Perjuangan Terus Diwariskan

Sabtu, 22 Agu 2026 - 12:29 WIB