JAKARTA — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menggelar tes urin terhadap ratusan pegawai serta puluhan ribu warga binaan sebagai bentuk komitmen mewujudkan lingkunganpemasyarakatan bebas narkoba.
Tes urin dilakukan secara serentak di 25 Lapas Narkotika di seluruh Indonesia. Total sebanyak 23.197 warga binaan menjalani pemeriksaan urin dalam kegiatan tersebut.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Langkah ini merupakan wujud keseriusan kami memerangi narkoba di lingkungan pemasyarakatan, sebagai upaya pencegahan sekaligus pemberantasan narkoba,” kata Mashudi, Sabtu (10/1/2026).
Mashudi menjelaskan, di wilayah Jakarta, tes urin telah dilakukan terhadap seluruh pegawai Ditjenpas sejak sehari sebelumnya. Pada hari yang sama, tes urin juga dilaksanakan di Lapas Narkotika Jakarta terhadap petugas dan warga binaan.
Di Lapas Narkotika Jakarta dilakukan tes urin kepada 2.263 warga binaan dan 235 petugas. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN),” ujarnya.
Terkait hasil pemeriksaan, Mashudi menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran yang ditemukan dari hasil tes urin tersebut.
Apabila ada hasil tes urin yang menunjukkan indikasi penyalahgunaan narkoba, konsekuensinya jelas. Akan diberikan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.
Mashudi menegaskan, kebijakan zero narkoba menjadi komitmen mutlak Ditjenpas, baik bagi petugas maupun warga binaan.
Tidak ada ampun untuk penyalahgunaan narkoba, baik petugas maupun warga binaan. Zero narkoba adalah harga mati,” tegasnya.
Menurut Mashudi, tes urin akan dilakukan secara berkala dan juga insidentil di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan sebagai bagian dari deteksi dini serta upaya berkelanjutan pemberantasan narkoba.
Tes urin di Lapas Narkotika Jakarta sendiri berlangsung hingga malam hari. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap Amar Zoni dan sejumlah warga binaan lain yang ditempatkan sementara di ruang penempatan khusus Lapas Narkotika Jakarta.
Dari hasil pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba,” pungkas Mashudi.




































