KARACHI – Produk Indonesia terus memperkuat posisinya di pasar Pakistan melalui jaringan ritel modern Imtiaz yang menjadi salah satu etalase utama produk impor di negara tersebut.
Hal itu terlihat saat Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung visibilitas produk Indonesia di salah satu gerai Imtiaz di Karachi, Pakistan, Rabu (14/1/2026).
Imtiaz merupakan mitra strategis Indonesia dalam menjangkau konsumen akhir di Pakistan. Penempatan produk Indonesia yang menonjol di rak Imtiaz mencerminkan kepercayaan pasar Pakistan terhadap kualitas dan daya saing produk Indonesia,” ujar Wamendag Roro.
Menurutnya, kepercayaan tersebut sekaligus menegaskan reputasi Indonesia sebagai pemasok yang andal, memenuhi standar kualitas, keberlanjutan, serta kepatuhan halal.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendag Roro menyampaikan apresiasi kepada Imtiaz Group atas konsistensi mereka memasarkan berbagai produk Indonesia, mulai dari minyak sawit dan turunannya, makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga produk perawatan tubuh.
Ia mendorong Imtiaz untuk terus memperluas ragam dan volume produk Indonesia di seluruh jaringan gerainya di Pakistan. Selain itu, Roro juga mengajak Imtiaz menjajaki pengadaan langsung (direct sourcing), kontrak pasokan jangka panjang, serta potensi kemitraan eksklusif dengan produsen Indonesia.
Pemerintah Indonesia, lanjut Roro, siap memfasilitasi penjajakan kerja sama bisnis melalui business matching, pengenalan pemasok, serta pendampingan teknis, termasuk mendorong kunjungan bisnis Imtiaz ke Indonesia.
Sementara itu, Direktur Imtiaz Group Kashif Imtiaz menyatakan produk Indonesia diminati konsumen Pakistan karena kualitasnya yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Permintaan terhadap berbagai produk Indonesia, baik makanan dan minuman maupun kebutuhan rumah tangga, diperkirakan akan terus meningkat,” katanya.
Temui Waheed Group
Sebelum mengunjungi gerai Imtiaz, Wamendag Roro juga melakukan pertemuan dengan Waheed Group di Karachi, Kamis (8/1/2026). Waheed Group merupakan salah satu importir minyak sawit Indonesia terbesar di Pakistan.
Dalam pertemuan tersebut, Roro bertemu Ketua Waheed Group Abdul Waheed, Direktur Utama Awais Karni, serta Direktur Faad Waheed. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Waheed Group dalam memperkuat perdagangan sawit Indonesia–Pakistan.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Waheed Group mengimpor minyak sawit Indonesia senilai US$383,55 juta dengan volume 290,53 ribu ton sepanjang 2025. Perusahaan ini juga telah menjadi importir utama minyak sawit Indonesia di Pakistan selama lebih dari satu dekade dan meraih Primaduta Award pada 2019.
Waheed Group juga memaparkan rencana investasi pembangunan dermaga khusus guna mendukung impor minyak sawit Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan kelancaran bongkar muat.
Jamin Pasokan Sawit
Pada hari yang sama, Wamendag Roro melanjutkan agenda dengan bertemu CEO Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) Rasheed Jan Mohammad. Dalam pertemuan itu, Roro menegaskan komitmen Indonesia menjaga stabilitas pasokan minyak sawit ke Pakistan, meskipun Indonesia tengah memperkuat kebijakan biodiesel nasional melalui program B30 dan persiapan menuju B50 pada 2026.
Dengan kapasitas produksi yang kuat dan manajemen stok yang efektif, pasokan ekspor minyak sawit Indonesia dipastikan tetap stabil dan memadai, termasuk bagi mitra strategis seperti Pakistan,” ujar Roro.
Rasheed Jan Mohammad menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis Pakistan dan berharap peluang impor yang lebih besar serta jaminan pasokan yang berkelanjutan.
Dorong CEPA RI–Pakistan
Rangkaian agenda Wamendag Roro diakhiri dengan pertemuan bersama Federasi Kamar Dagang dan Industri Pakistan (FPCCI) di Karachi, Jumat (9/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Roro menyoroti pentingnya percepatan pembentukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Indonesia–Pakistan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk di sektor perdagangan jasa.
Perdagangan Indonesia dan Pakistan dibangun atas dasar persahabatan dan saling percaya. Kami berharap komitmen kedua kepala negara dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata,” kata Roro.
Perwakilan FPCCI Ibrahim Tawwaf menilai kunjungan Wamendag Roro menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama bisnis kedua negara, termasuk peluang investasi di sektor jasa kesehatan.
Rangkaian pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan perdagangan dengan Pakistan, mulai dari penguatan infrastruktur, jaminan pasokan komoditas strategis, hingga perluasan akses pasar produk Indonesia di ritel modern.




































