Jakarta – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pernyataan eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel yang mengklaim memiliki informasi A1 terkait Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai upaya mencari simpati publik.
Menurut Hendri, pernyataan Noel tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi seseorang yang tengah berada dalam situasi krisis.
Dalam ilmu komunikasi ada teori situational crisis communication theory atau SCCT dari Timothy Coombs. Seseorang yang sedang dalam krisis akan menggunakan cara-cara tertentu untuk memulihkan kepercayaan publik,” kata Hendri kepada wartawan.
Ia menilai Noel menggunakan dua pendekatan sekaligus, yakni menyebut keterlibatan partai politik dan organisasi masyarakat, serta menarik nama figur publik yang memiliki sorotan media.
Nah Noel melakukan dua hal, menyebut partai K dan ormas, lalu mengajak Purbaya yang merupakan media darling ikut dalam kasusnya. Itu semata untuk mendapatkan simpati publik agar majelis hakim bisa mengurangi hukumannya,” ujarnya.
Hendri menilai, langkah tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan interaksi sosial Noel agar tetap menjadi perbincangan publik.
Namun, menurutnya, strategi itu justru tidak menguntungkan Noel. Pasalnya, sejak awal terjerat kasus, Noel telah mengakui kesalahan dan menyatakan bertanggung jawab di hadapan publik.
“Cara itu tidak menguntungkan Noel karena secara langsung menghapus simpati publik. Dulu dia sudah mengakui kesalahan dan bertanggung jawab. Tapi sekarang justru menembak ke sana-sini,” kata Hendri.
Hendri juga menilai pernyataan Noel berpotensi ditujukan untuk menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan bahwa saat awal ditangkap, Ketua Jokowi Mania itu secara terbuka meminta abolisi kepada Prabowo.
“Dia ingin mencari perhatian Pak Prabowo. Kita masih ingat, saat Noel ditangkap, dia langsung meminta abolisi kepada Prabowo,” ujarnya.
Karena itu, Hendri menyarankan Noel untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke publik dan fokus menghadapi proses persidangan.
Ia menilai semakin banyak pernyataan tanpa dasar yang dilontarkan, maka simpati publik terhadap Noel justru akan semakin berkurang.
Menurut saya, best statement Noel itu: ‘saya bersalah dan bertanggung jawab’. Itu sangat bagus saat awal ditangkap. Sekarang menembak ke mana-mana justru menghilangkan simpati publik, padahal publik, bahkan Prabowo sekalipun, lebih menyukai pengakuan tersebut,” pungkas Hendri.




































