Halal Bihalal Alumni Hukum Unkris ’79-’80: Merajut Silaturahmi, Meneguhkan Pengabdian

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi pasca-Idulfitri kembali menjadi ruang hangat untuk merajut kebersamaan. Hal itu tercermin dalam kegiatan Halal Bihalal alumni Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana (Unkris) angkatan 1979 dan 1980 yang digelar di kediaman Sudirman D. Hury, Admiralty Residence, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Minggu (29/3/2026).

Tradisi pasca-Idulfitri kembali menjadi ruang hangat untuk merajut kebersamaan. Hal itu tercermin dalam kegiatan Halal Bihalal alumni Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana (Unkris) angkatan 1979 dan 1980 yang digelar di kediaman Sudirman D. Hury, Admiralty Residence, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Minggu (29/3/2026).

Jakarta – Tradisi pasca-Idulfitri kembali menjadi ruang hangat untuk merajut kebersamaan. Hal itu tercermin dalam kegiatan Halal Bihalal alumni Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana (Unkris) angkatan 1979 dan 1980 yang digelar di kediaman Sudirman D. Hury, Admiralty Residence, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Minggu (29/3/2026).

Dalam suasana penuh keakraban, para alumni lintas generasi dan profesi berkumpul, mempererat tali silaturahmi sekaligus merefleksikan perjalanan panjang mereka sejak masa kuliah hingga kini.

Momentum Idulfitri dimanfaatkan bukan sekadar untuk saling bermaafan, tetapi juga menegaskan kembali nilai-nilai persaudaraan dan pengabdian kepada masyarakat. Para alumni yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari aparatur pemerintahan hingga pelaku usaha, memperlihatkan kiprah luas lulusan Fakultas Hukum Unkris di berbagai sektor.

Salah satu perwakilan alumni menegaskan bahwa ikatan yang terjalin sejak masa perkuliahan tetap kokoh, meski telah digerus waktu puluhan tahun.
“Kami disatukan oleh kampus yang sama, dan harmonis itu tetap terjaga hingga hari ini. Yang bisa memisahkan kami hanyalah kematian,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi ruang nostalgia yang sarat makna. Para alumni mengenang masa-masa perjuangan saat menempuh pendidikan, mulai dari kuliah malam hari hingga berpindah-pindah lokasi perkuliahan, termasuk pengalaman belajar di lingkungan gereja. Dinamika tersebut justru mempererat kebersamaan lintas latar belakang.

Lebih jauh, diskusi yang mengemuka tak berhenti pada kenangan. Para alumni menegaskan bahwa esensi pendidikan bukan semata pada gelar akademik, melainkan pada kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ijazah hanyalah selembar kertas. Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang kita peroleh bisa berguna bagi umat,” ungkap salah satu alumni.

Komitmen menjaga hubungan lintas generasi juga tetap dijaga. Usai kegiatan Halal Bihalal, para alumni berencana menggelar kunjungan silaturahmi ke kediaman salah satu dosen senior sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjaga kesinambungan nilai-nilai akademik.
Di penghujung acara, ucapan “mohon maaf lahir dan batin” mengalir hangat, memperkuat dimensi spiritual dalam kebersamaan tersebut.

Halal Bihalal alumni Fakultas Hukum Unkris ini menjadi bukti bahwa ikatan emosional yang terbangun di bangku kuliah tidak lekang oleh waktu. Lebih dari itu, kebersamaan tersebut menjadi fondasi kuat untuk terus berkontribusi bagi masyarakat di tengah dinamika zaman.

Berita Terkait

Polemik Video Ceramah Jusuf Kalla: Antara Kebebasan Berekspresi, Distorsi Informasi dan Ancaman Pidana Digital
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 2 Kilogram Ganja di Jatinegara, Seorang Pria Diamankan
Kejari Kabupaten Pasuruan Tahan Rofi’i Mukhlis dalam Pengembangan Kasus Dana PKBM Rp606 Juta
Pemilik Amalia Komputer Sinjai Dipanggil Polres Terkait Pembelian Fingerprint 2019-2020, Akui Murni Jual Beli
Tim Kuasa Hukum Kawal Ketat Sidang PK di PN Niaga Surabaya, Soroti Transparansi dan Integritas Peradilan
Hadapi El Nino 2026, Polda Sumsel Siapkan Strategi Terpadu Antisipasi Karhutla dan Gangguan Sosial
PERADI Gelar Pengangkatan Advokat di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Banten, Otto Hasibuan Pimpin Langsung Prosesi
Kepentingan individual diutamakan kepentingan sosial diabaikan,  Ketua PN Lubuk Pakam dan Ketua PT Medan harusnya jadi wakil Tuhan bukan titipan lawan. warga geruduk gedung Mahkamah Agung
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 2 Kilogram Ganja di Jatinegara, Seorang Pria Diamankan

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:42 WIB

Kejari Kabupaten Pasuruan Tahan Rofi’i Mukhlis dalam Pengembangan Kasus Dana PKBM Rp606 Juta

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:47 WIB

Pemilik Amalia Komputer Sinjai Dipanggil Polres Terkait Pembelian Fingerprint 2019-2020, Akui Murni Jual Beli

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:37 WIB

Tim Kuasa Hukum Kawal Ketat Sidang PK di PN Niaga Surabaya, Soroti Transparansi dan Integritas Peradilan

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:12 WIB

Hadapi El Nino 2026, Polda Sumsel Siapkan Strategi Terpadu Antisipasi Karhutla dan Gangguan Sosial

Berita Terbaru