JAKARTA — Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin resmi menutup rangkaian kegiatan BPA Fair 2026 yang berlangsung sejak 18 hingga 22 Mei 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset (BPA), Kebagusan, Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kejaksaan Agung memperkuat tata kelola pemulihan aset negara yang transparan, akuntabel, dan profesional, sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan tema BPA Fair 2026 yakni “Pemulihan Aset untuk Kesempurnaan Keadilan” mencerminkan perubahan paradigma penegakan hukum Kejaksaan yang kini tidak hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku tindak pidana.
Paradigma penegakan hukum Kejaksaan saat ini tidak lagi semata-mata menitikberatkan pada pemidanaan pelaku, tetapi menjadikan pemulihan kerugian negara sebagai tujuan utama. Keberhasilan penegakan hukum tidak cukup diukur dari lamanya hukuman penjara, melainkan dari seberapa besar kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan,” kata Burhanuddin.
Ia menyebut seluruh hasil lelang nantinya akan disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara yang didedikasikan untuk kepentingan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Kepala Badan Pemulihan Aset Kuntadi mengatakan penyelenggaraan BPA Fair 2026 berjalan lancar, tertib, dan melampaui ekspektasi.
Menurutnya, keberhasilan acara tidak terlepas dari kolaborasi antara BPA dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Selain melelang barang rampasan negara, BPA Fair 2026 juga menghadirkan inovasi baru melalui pelelangan karya seni lukis dan instrumen musik bernilai tinggi yang diposisikan sebagai aset budaya sekaligus instrumen investasi jangka panjang.
Berdasarkan data rekapitulasi pelaksanaan lelang, BPA Fair 2026 mencatat lebih dari 1.900 pengunjung dan 1.700 peserta lelang.
Dari total 308 unit aset yang dilelang, sebanyak 300 unit berhasil terjual dengan persentase keberhasilan mencapai 88,64 persen.
Nilai total limit aset laku tercatat sebesar Rp922,2 miliar, dengan kenaikan harga hasil lelang mencapai Rp74,7 miliar. Sementara total keseluruhan hasil lelang menyentuh angka Rp997,4 miliar.
Salah satu aset yang paling diminati yakni Harley Davidson Road Glide yang mencatat kenaikan harga tertinggi hingga 930,86 persen dan diikuti oleh 349 peserta lelang.
Kuntadi menyebut capaian tersebut menunjukkan lonjakan hasil lelang sebesar 481 persen dibandingkan pelaksanaan lelang bulanan secara konvensional berskala nasional sepanjang 2026.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan capaian hasil lelang, BPA berharap kegiatan BPA Fair dapat dijadikan program tahunan guna mendukung optimalisasi pendapatan negara serta memperkuat stabilitas fiskal nasional.




































