JAKARTA – Rangkaian penyampaian aspirasi di sejumlah titik Jakarta pada Kamis (24/9/2026) berakhir tertib dan kondusif. Setelah kegiatan selesai, Polda Metro Jaya secara bertahap melakukan normalisasi arus lalu lintas agar mobilitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa.
Di Silang Selatan Monas, aksi antara lain diikuti DPN Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA), Aliansi Tanah untuk Rakyat Jakarta, dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Universitas Bung Karno. Sementara Aksi Kamisan berlangsung di Taman Pandang.
Penyampaian aspirasi juga berlangsung di kawasan DPR/MPR RI dengan melibatkan AGRA Pusat, Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia Jawa Barat, serta BEM KM IPB. Di kawasan UOB, Dukuh Atas, aksi diikuti elemen buruh dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang menjaga ketertiban hingga kegiatan berakhir. Ia juga mengapresiasi jajaran Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta, Pamdal DPR/MPR RI, Pamdal Monas, serta seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib,” ujar Budi.
Menurutnya, pengamanan kegiatan tidak hanya bertujuan menjaga penyampaian aspirasi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat bekerja, bersekolah, menjalankan usaha, menggunakan transportasi, dan melakukan perjalanan dengan aman.
Setelah massa membubarkan diri, pengaturan lalu lintas dikembalikan secara bertahap. Polda Metro Jaya juga meminta maaf apabila pengalihan atau pengaturan arus selama kegiatan sempat mengganggu perjalanan warga.
“Kami mohon maaf apabila aktivitas atau perjalanan masyarakat sempat terganggu. Terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama semua pihak,” kata Budi.
Polda Metro Jaya mengajak seluruh pihak terus menjaga ketertiban dan saling menghormati dalam menyampaikan aspirasi maupun menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga Jakarta tetap menjadi ruang bersama yang aman dan nyaman.
Editor: Fahmy Nurdin



































