Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

Pelatihan Manajemen Usaha Fesyen yang digelar pada 10–11 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari program Aktivasi Creative Hub Fesyen. Kegiatan ini berlangsung di Aula Seminar Pusat Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan menyasar pelaku usaha yang telah memiliki keterampilan dasar serta ingin mengembangkan bisnisnya.

Direktur Fesyen Kementerian Ekraf Iffah Sa’aidah mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku industri untuk membangun jejaring dan menjajaki peluang kolaborasi.

“Kami ingin mengaktivasi Creative Hub di berbagai daerah sebagai tempat bagi para pelaku fesyen untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun komunitas. Mereka yang sebelumnya menjalankan usaha secara mandiri dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membuka kesempatan kerja sama sehingga ekosistem kreatif di daerah semakin kuat,” ujar Iffah dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10).

Materi pelatihan mencakup praktik fesyen ramah lingkungan, tren industri, serta pemanfaatan kembali material melalui teknik upcycling. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi branding dan perlindungan kekayaan intelektual.

Selain materi teori, kegiatan ini dilengkapi dengan praktik pengembangan produk, pameran karya, serta evaluasi hasil produksi peserta. Melalui rangkaian tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Aktivasi Creative Hub merupakan bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang dijalankan Kementerian Ekraf melalui tiga program unggulan, yakni Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia.

Program Desa Kreatif berfokus pada penggalian potensi serta penguatan keterampilan dasar masyarakat di tingkat desa. Sementara itu, Creative Hub menyasar pelaku usaha di tingkat kabupaten/kota dan provinsi untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

Adapun Creative by Indonesia diarahkan untuk membantu mempromosikan hasil pengembangan kedua program tersebut agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas, mulai dari tingkat provinsi dan nasional hingga internasional.

Iffah berharap penguatan kapasitas pelaku usaha melalui program tersebut dapat mendorong produk fesyen daerah bersaing di pasar global. Selain memperluas jangkauan pasar, pengembangan merek lokal juga diharapkan membuka peluang ekspor dan menarik investasi.

“Kami ingin semakin banyak merek lokal yang dapat menjangkau pasar ekspor dan menarik investasi sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Selatan S. Maringan menilai pelatihan tersebut dapat membantu mengoptimalkan potensi industri kreatif daerah. Menurutnya, sektor fesyen, alas kaki, hingga parfum memiliki peluang untuk memperluas pasar, termasuk ke luar negeri.

Ia juga menilai perkembangan usaha kreatif dapat memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan membantu mengurangi pengangguran di Tangerang Selatan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di Tangerang Selatan. Masih banyak pelaku usaha fesyen yang perlu didorong untuk meningkatkan skala bisnisnya. Ketika usaha mereka berkembang, peluang kerja bagi masyarakat juga akan semakin terbuka sehingga dapat membantu mengurangi pengangguran,” ungkap Maringan.

Salah satu peserta, Asri Septiana, pemilik merek My Faye Indonesia, mengaku memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan produk batik dan tenun menjadi busana siap pakai.

Menurut Asri, materi mengenai fesyen berkelanjutan dan pengembangan produk memberikan inspirasi untuk meningkatkan kualitas serta nilai jual produknya. Kesempatan bertemu dengan pelaku usaha lain juga dinilai membuka peluang pertukaran pengalaman dan kolaborasi.

“Saya mendapatkan wawasan baru, terutama tentang fesyen berkelanjutan dan pengembangan produk. Bertemu dengan pelaku usaha lain juga membuat saya mendapat banyak inspirasi. Saya berharap ada lebih banyak kegiatan dan pendampingan seperti ini agar kami bisa terus belajar serta mengembangkan usaha bersama,” ujar Asri.

Melalui pelatihan tersebut, Kementerian Ekraf berharap para peserta dapat menerapkan strategi bisnis sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing. Pendampingan dan penguatan jejaring diharapkan turut meningkatkan daya saing pelaku usaha fesyen Tangerang Selatan di tengah perkembangan industri kreatif.

Dengan demikian, produk fesyen berbasis potensi lokal, termasuk batik dan tenun, diharapkan tidak hanya mampu memperkuat pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang un9tuk berkembang di pasar internasional.

 

Berita Terkait

PT Palma Global Indonesia Tunjuk Remigius Yosephlamatuka Tolok sebagai Komwil NTB dan NTT
Sandy Tumiwa Gabung KADIN, Bidik Peluang Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif
Dirut PT BMN Rd Sandy Tumiwa Padukan Kearifan Nusantara dan Profesionalisme Bisnis
KAMAKSI: Prestasi Jakpro Harus Sejalan dengan Kualitas Pelayanan Publik
PT Palma Global Indonesia Teken Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
Kementerian UMKM Perkuat Inkubator, Bidik Rasio Kewirausahaan 3,6 Persen pada 2029
Ratu Ira Kembangkan Langit Coffee dan Penginapan, Dorong Potensi UMKM Cianjur
Tubagus Bahrudin Ucapkan Selamat kepada Darma Mangkuluhur sebagai Komisaris Utama HUMI
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:03 WIB

PT Palma Global Indonesia Tunjuk Remigius Yosephlamatuka Tolok sebagai Komwil NTB dan NTT

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Sandy Tumiwa Gabung KADIN, Bidik Peluang Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Dirut PT BMN Rd Sandy Tumiwa Padukan Kearifan Nusantara dan Profesionalisme Bisnis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:30 WIB

KAMAKSI: Prestasi Jakpro Harus Sejalan dengan Kualitas Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

Bisnis Ekonomi

Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:44 WIB

Foto: Lurah Senen Ilyan Adi Bayu.

Kelurahan

Lurah Senen Bayu: Penertiban Pasar untuk Jaga Kenyamanan Warga

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:48 WIB