Tanamkan Kreativitas dan Cinta Budaya, Program DWP Kemenbud di SMPN 19 Jakarta

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia menggelar program DWP Mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Jakarta, Jumat (30/10/2026). Mengusung tema “Menyemai Kepedulian, Menumbuhkan Kreativitas untuk Generasi Sehat dan Berbudaya”, kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap potensi pangan lokal sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Ratusan pelajar mengikuti kegiatan edukatif yang dikemas secara kreatif dan interaktif. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan kebudayaan, tetapi juga pengenalan kuliner berbahan dasar ubi ungu yang diolah menjadi sajian menarik dan inovatif.

Selain itu, para pelajar diajak mengenal lebih jauh kekayaan budaya Indonesia yang telah mendunia. Semangat sportivitas, kerja sama, kebersamaan, serta pantang menyerah juga ditanamkan melalui berbagai permainan tradisional, seperti Gobak Sodor, bakiak beregu, engklek, hingga balap karung beregu.

Ketua DWP Kemenbud, Yukie Ota Bambang Wibawarta, mengatakan program DWP Mengajar merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya membangun generasi muda yang sehat, kreatif, dan memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan kepedulian terhadap potensi pangan lokal, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal,” ujar Yukie di lapangan olahraga SMPN 19 Jakarta.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II, Sarwoko, memberikan pesan motivasi kepada para pelajar agar mempersiapkan diri sejak dini untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Menurutnya, terdapat lima hal penting yang harus dimiliki setiap pelajar, yakni pintar melalui ketekunan belajar, disiplin dalam memanfaatkan waktu, memiliki tanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjaga perilaku atau sikap yang baik.

“Kalau Anda ingin sukses, Anda harus memiliki lima hal yang harus dilakukan. Pertama, harus pintar dengan rajin belajar di sekolah maupun di luar melalui lembaga kursus. Kedua, disiplin dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ketiga, harus punya tanggung jawab. Keempat, harus jujur. Sejak kecil kalian sudah dididik oleh orang tua. Tanamkan itu, baik di rumah maupun di sekolah,” tuturnya.

Ia kemudian menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan kelima ini paling penting, yakni you should be good attitude. Sikap atau perilaku yang baik. Hal ini memiliki nilai yang sangat tinggi, yakni 100. Masa depan yang sukses ada pada kalian sendiri,” tegas Sarwoko.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat DWP Kemenbud, Katharine Grace, memaparkan beragam kekayaan budaya Indonesia yang menjadi alasan pentingnya keberadaan kementerian khusus untuk mengelola dan melestarikan kebudayaan nasional.

Ia menyebut sejumlah warisan budaya Indonesia yang telah dikenal dunia, di antaranya pencak silat, batik, dan angklung. Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan alam dan warisan sejarah yang menjadi kebanggaan bangsa, seperti Pulau Komodo, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan.

Katharine turut menyinggung penemuan lukisan gua yang sangat tua di Liang Metanduno, Pulau Muna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu bukti panjangnya perjalanan peradaban manusia di Nusantara.

“Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan digabung, sekarang dipisah karena harus ada yang mengurus kebudayaan. Di antaranya pencak silat yang didaftarkan di UNESCO, kemudian yang menjadi kekuatan Indonesia adalah batik, angklung, dan masih banyak lagi,” paparnya.

“Inilah kenyataan bahwa Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan budaya, baik benda maupun tak benda. Ini juga menjadi alasan mengapa Indonesia merupakan salah satu pusat peradaban dunia,” tambah Katharine.

Kepala SMPN 19 Jakarta, Abdul Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI yang telah memilih sekolah yang dipimpinnya sebagai lokasi penyelenggaraan program DWP Mengajar.

Ia mengungkapkan, sekitar satu bulan sebelumnya tim Kementerian Kebudayaan telah mendatangi sekolahnya untuk melakukan penjajakan dan seleksi terhadap sejumlah sekolah calon lokasi kegiatan.

“Satu bulan yang lalu, tim Kementerian Kebudayaan datang dan mengatakan sedang menyeleksi sejumlah sekolah untuk penyelenggaraan acara ini. Mereka menyampaikan ada sekitar enam sekolah yang menjadi pilihan. Namun, berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian, mereka akhirnya memilih SMPN 19,” ungkap Abdul Malik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa SMPN 19 Jakarta memiliki metode tersendiri dalam membangun budaya sekolah, mulai dari manajemen, proses pembelajaran, hingga bimbingan dan pendampingan untuk mengembangkan kemampuan setiap peserta didik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan ruang apresiasi kepada siswa berprestasi dalam setiap upacara bendera hari Senin. Para siswa yang berhasil meraih pencapaian tertentu diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberhasilannya di hadapan teman-teman mereka.

Menurut Abdul Malik, langkah tersebut menjadi salah satu bentuk motivasi agar para pelajar semakin percaya diri, bangga terhadap pencapaiannya, dan terdorong untuk terus mengembangkan potensi diri.

“Setiap hari Senin, kita ada semacam pembicaraan tentang keberhasilan atau pencapaian sebuah prestasi di depan teman-temannya sebagai salah satu bentuk motivasi. Dengan demikian, mereka pun bangga karena keberhasilannya diapresiasi dan dilihat oleh yang lain. Itu kami lakukan setiap upacara hari Senin,” jelasnya.

Dengan hadirnya program DWP Mengajar, Abdul Malik berharap para pelajar semakin termotivasi untuk berkarya, berprestasi, serta memiliki karakter yang kuat tanpa melupakan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua dan guru.

“Pesan saya untuk anak-anak semuanya, siswa-siswi di Jakarta, teruslah berkarya dan berprestasi untuk masa depan. Tapi ingat dan jangan lupa, orang tua tetap pahlawan. Hormatilah orang tua dan para guru yang ada, karena merekalah yang memberikan bekal ilmu menuju kesuksesan masa depan yang gemilang,” pungkasnya. (AM)

Berita Terkait

Hendri Yudi Ajak Mahasiswa Goib UT Ikuti Webinar Hukum, Kupas Peran Strategis Paralegal di Tengah Masyarakat
Bantuan Ijazah Tertunda Tahap II, 414 Pelajar Jaksel Terbantu
Peringati Sumpah Pemuda, PWI Pokja Jaksel Ajak Pelajar Jaga Jakarta
Prabowo Bangun 265 Sekolah Rakyat, Buka Akses Pendidikan bagi 45 Ribu Anak
UU PPRT Tak Cukup Disahkan, BEM FH UNDIP Desak Aturan Pelaksana Segera Disusun
BKPRMI DKI Minta Prestasi Anak di Bidang Al-Qur’an Diakui dalam Penerimaan Siswa
Gotong Royong dan Empati di Lingkungan Sekolah, Keluarga Besar Kelas 4B SDN 01 Pagi Bidara Cina Beri Semangat untuk Safa
Satu Pohon, Puluhan Harapan: Cerita Hangat dari WMA #02
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Tanamkan Kreativitas dan Cinta Budaya, Program DWP Kemenbud di SMPN 19 Jakarta

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Hendri Yudi Ajak Mahasiswa Goib UT Ikuti Webinar Hukum, Kupas Peran Strategis Paralegal di Tengah Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Bantuan Ijazah Tertunda Tahap II, 414 Pelajar Jaksel Terbantu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, PWI Pokja Jaksel Ajak Pelajar Jaga Jakarta

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Prabowo Bangun 265 Sekolah Rakyat, Buka Akses Pendidikan bagi 45 Ribu Anak

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menyerahkan ijazah kepada salah satu penerima manfaat dalam kegiatan Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 di Ruang Serbaguna Utama Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Arifin: Jangan Biarkan Masa Depan Warga Terhenti karena Ijazah Tertahan

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:55 WIB