Mintarsih: Solusi Masalah Dokter Harus Dimulai dari Pemahaman yang Utuh

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Psikiater Senior Dr. Mintarsih Abdul Latief, Sp.KJ. (Dok/Fhm/Okj)

Foto: Psikiater Senior Dr. Mintarsih Abdul Latief, Sp.KJ. (Dok/Fhm/Okj)

JAKARTA – Persoalan yang membelit dunia kedokteran Indonesia bukan sekadar isu ekonomi. Menurut psikiater senior Dr. Mintarsih Abdul Latief, Sp.KJ, upaya pemerintah dalam menangani keresahan para dokter tidak akan efektif jika tidak diawali dengan pemahaman mendalam atas akar permasalahan yang ada.

“Kalau kita tidak tahu mekanismenya, bagaimana bisa mengatasi dengan baik?” tegas Dr. Mintarsih dalam wawancara khusus dikediamannya, di kawasan Buncit Raya, Senin (16/6).

Ia menyoroti ketidakpuasan sejumlah dokter terhadap kebijakan-kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada profesi mereka. Salah satunya adalah kebijakan impor dokter asing yang dinilai bukan solusi jangka panjang.

Menurutnya, perbandingan dengan negara seperti Malaysia kerap kali tidak adil karena pemerintah di sana memberikan sokongan nyata terhadap dunia kesehatan, mulai dari peralatan medis, pajak, hingga insentif bagi tenaga medis. Di Indonesia, kata dia, beban pajak yang tinggi terhadap rumah sakit dan dokter justru menambah tekanan.

“Dulu, saat saya menjadi mahasiswa kedokteran, semuanya gratis. Buku-buku pun disediakan. Sekarang? Biaya pendidikan tinggi, penghasilan dokter menurun, dan kompetisi kian ketat,” ungkapnya.

Dr. Mintarsih juga menyoroti perubahan karakter generasi dokter saat ini. Ia menilai, sistem yang terlalu menekankan aspek materialisme menyebabkan perubahan motivasi dalam profesi dokter.

“Dulu kita berangkat dari idealisme. Sekarang, dokter baru banyak yang goyah karena tekanan ekonomi,” ucapnya.

Terkait langkah organisasi kedokteran, ia berharap agar lebih berperan aktif dalam memperjuangkan nasib anggotanya dan tidak hanya bersikap reaktif.

“Mereka harus bisa menyuarakan keresahan anggotanya secara terstruktur. Tidak bisa hanya diam atau tunduk,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Mintarsih menekankan pentingnya menempatkan Menteri Kesehatan dari kalangan yang benar-benar memahami problematika dunia kedokteran.

“Kebijakan tidak bisa dilepaskan dari konteks profesi. Kalau hanya hitung-hitungan ekonomi, itu keliru,” ujarnya.

Di akhir wawancara, ia menitipkan pesan bagi para calon dokter muda agar tidak melupakan esensi profesi kedokteran sebagai bentuk pengabdian.

“Jadilah dokter yang utuh. Pahami bahwa tugas kita bukan hanya menyembuhkan, tapi juga melayani kemanusiaan. Jangan sekadar kejar materi,” pungkasnya.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Karcher Perkenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Strategi Pembersihan Terintegrasi untuk Tingkatkan Standar Industri Hospitality
Pembangunan Puskesmas Pancoran Mas Baru Jangan Membuat Warga RW.002 Makin Menderita
Menkes: Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat Jadi Strategi Utama Tekan Angka Kematian Akibat Kanker di Indonesia
Yakult Luncurkan Varian Stroberi, Perluas Pilihan Minuman Probiotik Keluarga Indonesia
Jenderal Asep Hendradiana, Sosok Pemimpin Humanis di Balik Disiplin Institusi
Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung
PDPI Serukan Gerakan Nasional “Sleep Well, Live Better” dan Percepatan Eliminasi TB 2030
BeraniGundul 2026: YKAKI Gaungkan Empati dan Aksi Nyata di Hari Kanker Anak Internasional
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:03 WIB

Karcher Perkenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Strategi Pembersihan Terintegrasi untuk Tingkatkan Standar Industri Hospitality

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

Pembangunan Puskesmas Pancoran Mas Baru Jangan Membuat Warga RW.002 Makin Menderita

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:53 WIB

Menkes: Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat Jadi Strategi Utama Tekan Angka Kematian Akibat Kanker di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57 WIB

Yakult Luncurkan Varian Stroberi, Perluas Pilihan Minuman Probiotik Keluarga Indonesia

Senin, 13 April 2026 - 21:17 WIB

Jenderal Asep Hendradiana, Sosok Pemimpin Humanis di Balik Disiplin Institusi

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah umat Katolik berfoto bersama usai mengikuti Misa Syukur Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gereja Santo Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).

Komunitas

Misa Syukur OCI, Kardinal Suharyo Tekankan Makna Kemerdekaan

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:20 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga harga daging ayam di tingkat yang seimbang agar tetap terjangkau masyarakat sekaligus memberikan keuntungan yang layak bagi peternak.

Bisnis Ekonomi

Mendag Soroti Harga Ayam, Minta Tetap Beri Insentif Peternak

Jumat, 21 Agu 2026 - 12:46 WIB