Pameran Fotografi Bung Karno: Merajut Sejarah, Menggalang Kepedulian

- Jurnalis

Sabtu, 7 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden ke- 5 Megawati Soekarnoputri bersama Guntur Soekarnoputra. (Dok-Istimewa)

Foto: Presiden ke- 5 Megawati Soekarnoputri bersama Guntur Soekarnoputra. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Suasana penuh refleksi dan semangat kebangsaan menyelimuti pameran fotografi yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, tepat pada hari kelahiran Proklamator RI, 6 Juni. Momen ini juga bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, sebuah kebetulan yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai pesan simbolik akan pentingnya pengorbanan dan perjuangan di era kini.

Namun, Mas Toh, penyelenggara pameran yang juga merupakan fotografer senior, mengingatkan agar tidak mencampuradukkan aspek spiritual dan sejarah. “Bung Karno lahir 6 Juni adalah fakta sejarah. Iduladha 6 Juni juga fakta sejarah. Itu semua sudah takdir Allah SWT. Tidak perlu dicampuradukkan,” tegasnya di Jakarta, Sabtu (7/6/25).

Pameran ini menampilkan karya-karya fotografi Mas Toh yang merekam jejak sejarah bangsa, dari masa perjuangan hingga dinamika sosial kontemporer. Menurutnya, pameran ini digelar bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap Bung Karno, tetapi juga sebagai upaya nyata menggalang dana untuk membantu berbagai pihak yang membutuhkan, mulai dari jurnalis, musisi, hingga masyarakat umum yang sedang mengalami kesulitan kesehatan.

“Kami bantu tanpa birokrasi yang rumit. Banyak yang datang minta bantuan karena stroke, patah tulang, dan sebagainya. Maka dari itu, kegiatan seperti ini penting untuk terus digelar,” ujarnya.

Terkait pertanyaan mengenai kemungkinan keluarga Bung Karno meminta rehabilitasi hukum atau pengadilan ulang atas perlakuan terhadap sang Proklamator di masa Orde Baru, Mas Toh menegaskan tidak ada urgensi untuk hal tersebut. “MPRS sudah mencabut keputusan-keputusan lama, dan Bung Karno sudah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Jadi tidak ada yang perlu diklarifikasi lagi,” ujarnya lugas.

Sementara itu, politisi dan budayawan Fadli Zon yang turut hadir menyampaikan apresiasinya terhadap pameran tersebut. Ia menilai karya-karya Mas Toh bukan hanya dokumentasi visual, melainkan juga catatan sejarah yang bernilai tinggi. “Mas Tok adalah seniman sejati. Foto-fotonya merekam peristiwa penting, tokoh-tokoh besar, dan kehidupan rakyat biasa. Ini bagian dari upaya merawat sejarah kita,” kata Fadli.

Fadli juga menegaskan bahwa posisi Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Proklamator dan Founding Fathers sudah final dan tidak tergantikan. “Status beliau sebagai pahlawan nasional dan proklamator sudah jelas dan resmi melalui keputusan presiden. Sekarang tugas kita adalah melanjutkan perjuangan beliau dalam konteks kekinian,” tambahnya.

Pameran ditutup dengan sesi makan siang bersama dan hiburan, mempererat silaturahmi antar peserta, tamu undangan, serta komunitas seni dan sejarah yang hadir.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Dubes Iran Temui Tokoh Islam RI, Minta Dukungan Kampanye Anti-Perang dan Serukan Persatuan Umat
Iman, Pengorbanan dan Toleransi: Video Jumat Agung Erdi Surbakti Sentuh Kesadaran Publik
Tanpa Tawar-menawar, Bea Cukai Musnahkan MMEA Berlebih: Hukum Bicara Tegas
Paradigma Baru Pemajuan Kebudayaan di Surabaya Picu Dinamika: Antara Penataan dan Kegelisahan Pelaku Seni
Bazar Rakyat 2026 di Monas Dongkrak UMKM, Produk Lokal Laris Manis Pascale baran
17 Perusahaan RI Unjuk Produk Pangan di China Food Trade Fair 2026, Bidik Pasar Tiongkok
Distrik Kiwirok Berangsur Kondusif: Strategi Humanis Satgas Cartenz Sentuh Langsung Masyarakat
Stop Teror di Tanah Papua, Tokoh Kamoro Dorong Tindakan Tegas Aparat terhadap KKB
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:00 WIB

Dubes Iran Temui Tokoh Islam RI, Minta Dukungan Kampanye Anti-Perang dan Serukan Persatuan Umat

Jumat, 3 April 2026 - 11:19 WIB

Iman, Pengorbanan dan Toleransi: Video Jumat Agung Erdi Surbakti Sentuh Kesadaran Publik

Kamis, 2 April 2026 - 20:59 WIB

Tanpa Tawar-menawar, Bea Cukai Musnahkan MMEA Berlebih: Hukum Bicara Tegas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:46 WIB

Paradigma Baru Pemajuan Kebudayaan di Surabaya Picu Dinamika: Antara Penataan dan Kegelisahan Pelaku Seni

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:16 WIB

Bazar Rakyat 2026 di Monas Dongkrak UMKM, Produk Lokal Laris Manis Pascale baran

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi kritik sosial terhadap pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta yang dinilai kerap mengorbankan warga melalui penggusuran paksa serta rawan disusupi praktik korupsi dalam pengadaan lahan

Opini

RTH atau Lahan Basah Korupsi? Warga Jadi Tumbal

Sabtu, 4 Apr 2026 - 06:08 WIB