Lasdin Wlas, Napas Panjang Seorang Advokat dalam Lintas Zaman

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Lebih Dekat Advokat Tertua Indonesia: Lasdin Wlas, S.H.
Figur Senior di Dunia Advokat dan Penegakan Hukum.

Mengenal Lebih Dekat Advokat Tertua Indonesia: Lasdin Wlas, S.H. Figur Senior di Dunia Advokat dan Penegakan Hukum.

JAKARTA – Lasdin Wlas, S.H. adalah nama yang tidak asing dalam sejarah dunia advokat Indonesia. Lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat pada 30 Desember 1930, beliau adalah salah satu saksi hidup perjalanan panjang republik ini—baik dalam perjuangan kemerdekaan maupun dalam membangun sistem hukum nasional.

Riwayat Pendidikan
Perjalanan intelektual Lasdin dimulai dari pendidikan dasar di era kolonial Belanda:
• Hollandsch-Inlandsche School (HIS) – lulus tahun 1942
• Sekolah Menengah Pertama (SMP) – lulus tahun 1952
• Sekolah Menengah Atas (SMA) – lulus tahun 1955
• Sarjana Muda Hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta – 1963
• Sarjana Hukum (S.H.) dari Fakultas Hukum UGM – 1968

Pendidikan beliau menjadi fondasi kuat dalam membela keadilan dan menegakkan supremasi hukum di Indonesia.

Pengabdian dan Karier.
Sebelum terjun sebagai advokat, Lasdin telah membuktikan dedikasinya untuk negara melalui jalur militer:

• Tentara TRI / Cenie Persenjataan Divisi IX Sawahlunto (1946–1948)
• Tentara Pelajar dan Gerilyawan (1949)

Setelah masa perjuangan bersenjata, Lasdin memilih jalur hukum sebagai medan juangnya:
• Advokat aktif sejak tahun 1973 hingga sekarang
• Direktur Litigasi LP3H D.I.Y. (1980)
• Ketua Tim Pembela Kasus Subversi di Surakarta, Sukoharjo, dan Klaten (1983)
• Dekan Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Karya dan Pemikiran.
Tak hanya berkiprah di pengadilan, Lasdin Wlas juga aktif menulis dan mengedukasi generasi muda hukum:
• Buku “Cakrawala Advokat Indonesia” (1989)
• Makalah “Peran Hukum Turut Serta Menunjang Pembangunan Nasional” (1981)
• “Kode Etik Advokat” (1981)
• Buku perkuliahan “Pendidikan Advokatur” (1987)
• Artikel “Meneropong Organisasi Profesi Advokat Indonesia” (2009)
Tulisannya menjadi referensi penting bagi mahasiswa, praktisi, dan pengamat hukum di Indonesia.

Penghargaan dan Pengakuan
Atas jasa dan dedikasinya, Lasdin Wlas menerima berbagai penghargaan negara:
1. Bintang Gerilya
2. Satya Lencana SL/MDI. PK I
3. Satya Lencana SL/MDI. PK II
4. Satya Lencana GOM I
5. Satya Lencana GOM VI
6. Satya Lencana Penegak

Kiprah Kini.
Di usia yang hampir mencapai satu abad (95 tahun), Lasdin Wlas masih aktif menjalankan profesi advokat. Ia kini menjabat sebagai Dewan Penasihat Pengurus Pusat Kongres Advokat Indonesia (KAI) di bawah kepemimpinan Dr. Nasrullah Nawawi, S.H., M.H., CRA., CLA., CLI. Sosoknya menjadi simbol keteladanan, konsistensi, dan dedikasi dalam dunia hukum nasional.

“Profesi advokat adalah pengabdian seumur hidup. Bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal moral dan keberanian.” — Lasdin Wlas

Lasdin Wlas adalah contoh nyata dari dedikasi dan integritas dalam profesi advokat. Dengan pengalaman yang luas dan komitmen yang kuat, beliau menjadi panutan bagi banyak orang di bidang hukum. Sifat humoris dan kepeduliannya terhadap advokat muda menunjukkan bahwa beliau tidak hanya fokus pada karir, tetapi juga peduli terhadap generasi penerus. Beliau membuktikan bahwa menjadi senior tidak hanya tentang pengalaman, tetapi juga tentang menjadi mentor dan inspirasi bagi yang lebih muda. Integritas dan dedikasi seperti yang dimiliki Lasdin Wlas sangat berharga dalam membangun kepercayaan dan profesionalisme di dunia hukum.

Penulis : Arman Suparman.

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

Dar Edi Yoga: Penyelesaian BLBI Perlu Dialog Berbasis Data dan Kepastian Hukum
Polda Metro Jaya Ungkap Modus Penyebaran Hoaks Digital, Sembilan Orang Resmi Jadi Tersangka
FSP BUMN Bersatu Ungkap Dugaan Pemerasan Mantan Kajari dalam Kasus Pengerukan Pelindo
Dr. Santrawan: Penegakan Hukum OJK Harus Perkuat Integritas dan Kepercayaan Publik
Patroli Perintis Presisi PMJ Amankan Tiga Pemuda di Jakarta Timur, Diduga Terlibat Kejahatan Jalanan
Ditjenpas Klarifikasi Video Rumah Dinas Kalapas Waingapu, Sebut Kejadian Lama
Proyek Geothermal Tampomas Kian Memanas, MASL Adukan Pemkab Sumedang ke Ombudsman dan BPKP
Operasi Berantas Jaya 2026: Polda Metro Jaya Ungkap 769 Kasus Curanmor, Amankan 729 Tersangka dan Ratusan Barang Bukti
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Dar Edi Yoga: Penyelesaian BLBI Perlu Dialog Berbasis Data dan Kepastian Hukum

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Modus Penyebaran Hoaks Digital, Sembilan Orang Resmi Jadi Tersangka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:06 WIB

FSP BUMN Bersatu Ungkap Dugaan Pemerasan Mantan Kajari dalam Kasus Pengerukan Pelindo

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Dr. Santrawan: Penegakan Hukum OJK Harus Perkuat Integritas dan Kepercayaan Publik

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Patroli Perintis Presisi PMJ Amankan Tiga Pemuda di Jakarta Timur, Diduga Terlibat Kejahatan Jalanan

Berita Terbaru