Pemerintah Percepat Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik, Daerah Didorong Gerak Cepat Wujudkan Nol Sampah

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Konferensi Pers Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik, yang digelar di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Gedung Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025). (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

Foto: Konferensi Pers Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik, yang digelar di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Gedung Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025). (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

JAKARTA – Pemerintah pusat terus mempercepat program nasional konversi sampah menjadi energi listrik. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik, yang digelar di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Gedung Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025).

Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), ini dihadiri sejumlah menteri teknis, kepala lembaga negara, serta para kepala daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi prioritas pengelolaan sampah nasional.

Turut hadir di antaranya Menteri PPN/Bappenas, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Menteri ESDM, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri PUPR, serta Kepala BPKP. Dari unsur daerah hadir Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati dan Wali Kota dari Bogor, Tangerang, Semarang, Denpasar, Badung, Sleman, Bantul, dan Yogyakarta, serta Direktur Utama PT PLN (Persero).

Dalam arahannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan optimisme bahwa percepatan proyek konversi sampah menjadi energi listrik akan menjadi solusi menyeluruh terhadap persoalan lingkungan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

“Sampah yang selama ini menjadi sumber penyakit dan gangguan lingkungan bisa kita ubah menjadi energi listrik. Dari situ akan muncul peluang kerja, bahkan menambah pendapatan masyarakat,” ujar Zulhas.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pengolahan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam paparannya menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara investasi teknologi pengolahan sampah dan keberlangsungan sosial masyarakat kecil, khususnya para pemulung.

“Kami di Yogyakarta semua kabupaten/kota sudah bergabung dalam sistem pengelolaan sampah ini. Di pabrik pengolahan, yang bekerja sebagian besar adalah pemulung. Mereka harus tetap diberi ruang untuk bekerja agar tidak kehilangan mata pencaharian,” ujar Sri Sultan.

Sri Sultan juga mengingatkan agar pemerintah pusat memberi dukungan konkret dalam penyelesaian investasi alat yang telah dibeli daerah sejak dua tahun terakhir. Ia mengungkapkan, proyek pengolahan di beberapa titik seperti Kabupaten Bantul dan Sleman telah berjalan, namun masih membutuhkan waktu hingga 18–24 bulan untuk penyelesaian fasilitas pengolah sampah skala besar.

“Kami tidak ingin alat yang sudah dibeli mangkrak dan akhirnya menjadi persoalan hukum. Karena itu, kami berharap pemerintah pusat menjadikan proyek ini prioritas agar investasi yang sudah dilakukan daerah tidak sia-sia,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan kesiapan penuh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali dalam melaksanakan proyek pengelolaan sampah modern.

“Kami di Bali menghadapi darurat sampah. Open dumping sudah tidak diperbolehkan, dan kami sudah menyiapkan sistem pengangkutan serta fasilitas pendukungnya. Dengan dukungan teknologi canggih, fasilitas baru ini tidak menimbulkan bau, tidak merusak lingkungan, dan bahkan bisa mengolah sampah lama menjadi energi,” tutur Giri Prasta.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian LHK dan kementerian terkait lainnya dalam mewujudkan fasilitas pengolahan sampah berteknologi tinggi di Pulau Dewata.

“Dengan teknologi ini, kami tidak lagi menggunakan biogembran dan seluruh kabupaten/kota siap menyuplai sampah sesuai kebutuhan. Terima kasih kepada pemerintah pusat dan PLN yang telah berkomitmen membantu pembangunan ini,” tambahnya.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat pembangunan infrastruktur di 34 titik prioritas pengolahan sampah menjadi energi listrik di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, tujuh proyek disebut telah siap beroperasi dalam waktu dekat.

“Kita sudah tertinggal 20 tahun dalam hal ini. Sekarang teknologi sudah ada, perizinan dipercepat lewat Instruksi Presiden Nomor 109, dan kita ingin semua daerah bergerak cepat,” kata Zulhas.

Ia juga mengingatkan bahaya pembakaran sampah terbuka yang selama ini masih dilakukan di banyak daerah.

“Kalau sampah dibakar begitu saja, racunnya justru lebih berbahaya karena menghasilkan mikroplastik dan polutan. Dengan teknologi baru, semua bisa diolah aman dan menghasilkan listrik,” ujarnya menutup rapat.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah poin kesepakatan awal, antara lain:

• Percepatan integrasi rencana daerah dalam proyek nasional konversi sampah menjadi energi listrik.

• Penyusunan mekanisme pendanaan bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta.

• Perlindungan sosial bagi tenaga kerja informal seperti pemulung agar tidak terdampak negatif.

• Pendampingan hukum dan pengawasan proyek oleh BPKP dan Kementerian Keuangan untuk mencegah potensi penyimpangan.

Dengan langkah terpadu ini, pemerintah menargetkan Indonesia dapat mengurangi hingga 30 persen timbunan sampah nasional dan menghasilkan energi listrik ramah lingkungan secara berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Arimbi Soeharto Alamsjah Ketua Umum Pimpinan Pusat WPP Wanita Persatuan Pembangunan menggelar Acara Idul Adha d Kawasan Pejaten Barat. Dengan Tema WPP untuk Harmoni Kemanusiaan
Tak Sekadar Wisata, Ancol Perkuat Hubungan Sosial dengan Warga Lewat Program Kurban Idul Adha
Massa Rusak Lapas Narkotika Sungguminasa, 8 Orang Diamankan Polisi
AHY di Hadapan 4.000 Mahasiswa UNPAM: SDM Unggul Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global
Momentum Idul Adha 1447 H, Ancol Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Transformasi Semangat Berqurban 
Isu Papua Memanas Lewat Film Pesta Babi, Tokoh Hukum Minta Narasi Berimbang
Kementerian HAM Jelaskan Arah Revisi UU HAM: Perkuat Fungsi Pengawasan dan Koordinasi
Idul Adha 2026 Rabu 27 Mei, Berpotensi Libur Long Weekend
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:07 WIB

Arimbi Soeharto Alamsjah Ketua Umum Pimpinan Pusat WPP Wanita Persatuan Pembangunan menggelar Acara Idul Adha d Kawasan Pejaten Barat. Dengan Tema WPP untuk Harmoni Kemanusiaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:56 WIB

Tak Sekadar Wisata, Ancol Perkuat Hubungan Sosial dengan Warga Lewat Program Kurban Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:51 WIB

Massa Rusak Lapas Narkotika Sungguminasa, 8 Orang Diamankan Polisi

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:08 WIB

AHY di Hadapan 4.000 Mahasiswa UNPAM: SDM Unggul Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global

Senin, 25 Mei 2026 - 20:34 WIB

Momentum Idul Adha 1447 H, Ancol Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Transformasi Semangat Berqurban 

Berita Terbaru

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) membantah sejumlah kritik yang disampaikan Komnas HAM terkait revisi Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Pemerintah menegaskan proses penyusunan revisi aturan tersebut dilakukan secara partisipatif dan tidak bertujuan melemahkan independensi Komnas HAM.

Hukum & Kriminal

Kementerian HAM Bantah Revisi UU HAM Lemahkan Komnas HAM

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB