Pembangunan Puskesmas Pancoran Mas Baru Jangan Membuat Warga RW.002 Makin Menderita

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, okjakarta.com – Warga RW.002 Kelurahan Pancoran Mas, khusus Warga dari RT. 002, 003 dan 004 berharap, Pemkot Depok memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan, apabila pembangunan Puskesmas Pancoran Mas Baru di Lapangan Koni Depok terlaksana.

Sejumlah warga yang hadir dalam sosialisasi pembangunan Puskesmas Pancoran Mas Baru menyampaikan hal itu, ketika dimintai pendapatnya.

Sosialisasi dihadiri oleh Koordinator Rehabilitasi Gedung Pemerintah dan Kepala Bidang Tata Bangunan Puspita Dewi Mahardani, St. (Pipit), Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok Dr. Juri Hendrajadi, Mp.H, Camat Pancoran Mas Mustahil, HM,  Lurah Pancoran Mas Firman Setiadi Nurjaman, Kepala Puskesmas Pancoran Mas dr. Euis Eka Kurniati, Ketua LPM Pancoran Mas, dan perwakilan perusahaan pelaksana proyek Siregar. Pertemuan berlangsung di Kantor Kelurahan Pancoran Mas, Kamis (16/7/2026).

Warga menyampaikan,  wilayah RT.002 dan RT.003 Kelurahan Pancoran Mas berada di pinggir saluran irigasi. Karena tempatnya rendah, setiap hujan deras wilayah tersebut selalu kebanjiran.

“Kondisi itu terjadi ketika masih ada sedikit resapan di Cagar Alam Pancoran Mas dan Lapangan Koni. Sekarang di Lapangan Koni sudah dibangun SPPG, dan rencananya Puskesmas. Kalau Puskesmas jadi, sudah pasti air dari atas akan menimpa permukiman warga. Banjir akan lebih besar, karena wilayah kami lebih rendah dibandingkan dengan Lapangan Koni,” kata M. Thamrin, warga Rt.004 / RW.002 Pancoran Mas.

Thamrin bersama sejumlah warga yang hadir, Ketua RW.002 dan Ketua-ketua RT di RW.002 yang terdampak,  meminta agar sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah dan pelaksana proyek bermusyawarah dulu dengan warga. Masalah air limbah, resapan, dan dampak lainnya harus dibicarakan lebih dulu dengan warga.

“Buat bapak-bapak dan ibu-ibu mungkin yang penting proyek berjalan. Setelah selesai bisa tenang. Tapi bagaimana dengan nasib kami warga RW.002, terutama warga RT.003 dan RT.004,” tanyanya. “Kami adalah warga Pancoran Mas yang paling menderita. Tiap musim hujan selalu kebanjiran, dan sampai saat ini tidak ada solusi dari pemerintah.”

Pembangunan Puskesmas Pancoran Mas Baru Depok, direncanakan akan dimulai awal Juli 2026 ini, dan akan selesai Desember mendatang. Proyek senilai Rp.7 milyar lebih itu akan memakan tanah Lapangan Koni seluas 3.600 m2.

Lapangan Koni Depok adalah lapangan bersejarah di Kota Depok, yang selama ini dugunakan oleh masyarakat untuk berolahraga dan aktivitas publik lainnya. Selain Puskesmas, pemerintah juga menjanjikan akan membangun fasilitas olahraga untuk masyarakat.

Camat Pancoran Mas, Mustahil HM berharap warga mendukung pembangunan Puskesmas, karena sangat dibutuhkan. Selama ini masyarakat Kelurahan Pancoran Mas masih memanfaatkan puskesmas yang ada di Jl. Pemuda, Depok, berbagi dengan warga Kelurahan Depok.

“Pada prinsipnya kami mendukung. Apalagi ini untuk kepentingan warga. Tapi sebelum proyek berjalan, pahami dulu persoalan warga. Tapi kalau pemerintah berpikir yang penting proyek jalan, ya silahkan saja. Jangan mengundang kami,” kata Awaludin, sesepuh warga RT.004 / RW.002.

Koordinator Rehabilitasi Gedung Pemerintah dan Kepala Bidang Tata Bangunan, Puspita Dewi Marhardani, St. berjanji akan kembali mengatur pertemuan dengan warga untuk mendapatkan titik temu. (hw)

Berita Terkait

Menkes: Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat Jadi Strategi Utama Tekan Angka Kematian Akibat Kanker di Indonesia
Yakult Luncurkan Varian Stroberi, Perluas Pilihan Minuman Probiotik Keluarga Indonesia
Jenderal Asep Hendradiana, Sosok Pemimpin Humanis di Balik Disiplin Institusi
Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung
PDPI Serukan Gerakan Nasional “Sleep Well, Live Better” dan Percepatan Eliminasi TB 2030
BeraniGundul 2026: YKAKI Gaungkan Empati dan Aksi Nyata di Hari Kanker Anak Internasional
Pasien Autoimun Dirawat Intensif di RS PON, Keluarga Harap Perhatian Negara dan Solidaritas Publik
Ricky Suharlim Kunjungi Pulau Serangan Bali, Lakukan Terapi Reiki-LingChi untuk Warga
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

Pembangunan Puskesmas Pancoran Mas Baru Jangan Membuat Warga RW.002 Makin Menderita

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:53 WIB

Menkes: Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat Jadi Strategi Utama Tekan Angka Kematian Akibat Kanker di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 17:57 WIB

Yakult Luncurkan Varian Stroberi, Perluas Pilihan Minuman Probiotik Keluarga Indonesia

Senin, 13 April 2026 - 21:17 WIB

Jenderal Asep Hendradiana, Sosok Pemimpin Humanis di Balik Disiplin Institusi

Minggu, 12 April 2026 - 19:38 WIB

Warga Bertindak Sendiri, Negara Dinilai Abai: Kasus DBD Anak 7 Tahun Picu Alarm Darurat di Cakung

Berita Terbaru