Kemenkum Kirim 119 Taruna Poltekpin Bantu Korban Bencana di Aceh

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Hukum (Kemenkum) mengerahkan 119 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) untuk membantu penanganan korban bencana alam di Aceh.

Kementerian Hukum (Kemenkum) mengerahkan 119 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) untuk membantu penanganan korban bencana alam di Aceh.

DEPOK – Kementerian Hukum (Kemenkum) mengerahkan 119 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) untuk membantu penanganan korban bencana alam di Aceh.Ratusan taruna tersebut diberangkatkan pada Selasa (13/1).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, mengatakan para taruna akan menjalankan misi kemanusiaan selama dua pekan di sejumlah titik terdampak, mulai dari lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah ibadah, hingga sekolah.
“Hari ini rombongan tim kemanusiaan dari Kemenkum telah berangkat ke Aceh. Tim terdiri dari dosen, pembina, dan 119 taruna Poltekpin. Pengabdian akan difokuskan di Lapas Aceh Tamiang, rumah ibadah, serta sekolah,” ujar Gusti Ayu di Depok, Selasa (13/1).

Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Penanganan Bencana Kementerian Dalam Negeri di Aceh guna memastikan bantuan berjalan sesuai mekanisme dan tepat sasaran.
Menurut Gusti Ayu, para taruna juga telah dibekali peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan arahan satgas bencana setempat.
Kami berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana di Aceh untuk mendapatkan arahan mekanisme bantuan dan penentuan lokasi terdampak yang menjadi target kegiatan,” katanya.
Gusti Ayu berharap kehadiran tim kemanusiaan Kemenkum dapat memberikan dukungan moral sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Ini bukan sekadar aksi kemanusiaan, melainkan panggilan nurani. Di saat saudara-saudara kita kehilangan, kita hadir untuk menguatkan dan memastikan mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian,” ucapnya.

Ia menambahkan, semangat kepedulian dan gotong royong menjadi modal utama bangsa dalam bangkit dari setiap bencana.
“Musibah ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap bencana ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” tutup Gusti Ayu.

Berita Terkait

KemenPANRB dan PERURI Perkuat GovTech untuk Integrasikan Layanan Pemerintah
Ketua Umum PB Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Apresiasi Kinerja Kepala BGN Sudaryono
Wamendagri Bima Arya Dorong Otonomi Daerah Ciptakan Pusat Ekonomi Baru
Karantina DKI Jakarta Luncurkan Q-JOS, Pangkas Waktu Layanan Logistik di Tanjung Priok
PWNU Kaltara Tegaskan Muktamar NU Tanpa Intervensi Istana Maupun Tekanan Politik 
Prof. Dr. KH. Tubagus Baharudin Dukung Nasaruddin Umar Pimpin PBNU, Dorong NU Jadi Kekuatan Moral dan Kebangsaan
Polri Imbau Massa di Sekitar DPR/MPR Akhiri Kegiatan Secara Tertib, Hak Menyampaikan Aspirasi Tetap Dihormati
Relawan Bersihkan Sampah Pasca Lomba Dayung di Bawah Jembatan Paliwara, Soroti Sistem Pengelolaan Lingkungan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:45 WIB

KemenPANRB dan PERURI Perkuat GovTech untuk Integrasikan Layanan Pemerintah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Ketua Umum PB Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara Apresiasi Kinerja Kepala BGN Sudaryono

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Otonomi Daerah Ciptakan Pusat Ekonomi Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Karantina DKI Jakarta Luncurkan Q-JOS, Pangkas Waktu Layanan Logistik di Tanjung Priok

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:26 WIB

PWNU Kaltara Tegaskan Muktamar NU Tanpa Intervensi Istana Maupun Tekanan Politik 

Berita Terbaru