Penangkapan Presiden Venezuela, Alarm Buat Indonesia

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro setelah ditangkap Amerika Serikat (Foto: ist)

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro setelah ditangkap Amerika Serikat (Foto: ist)

JAKARTA, okjakarta.com – Melalui serangan kilat yang berlangsung pukul 02.00 dinihari waktu setempat, Sabtu (3/12/2025) pasukan Amerika berhasil menangkap Presiden Vnezuel Nicola Maduro dan isterinya, Cilia Flores. Keduanya langsung dibawa ke Amerika untuk diadili, dan akan menghadapi dakwaan dalam perdagangan narkoba.

Maduro bukanlah satu-satunya presiden yang digulingkan dengan cara invasi militer, bahkan ditangkap dan diadili oleh polisi dunia.

Pada tahun 1989 Amerika Serikat menginvasi Panama untuk menggulingkan Manuel Noriega, eorang politikus dan perwira militer Panama yang merupakan penguasa de facto Panama dari tahun 1983 hingga 1989, dengan alasan melindungi warga AS, menegakkan demokrasi, memberantas korupsi, serta memerangi perdagangan narkoba.

Sebelum invasi tersebut, Noriega telah didakwa di Miami tahun 1988 atas tuduhan penyelundupan narkoba. Ia juga disebut memaksa Presiden Panama saat itu, Nicolas Ardito Barletta, mundur pada 1985, membatalkan pemilu 1989, serta mendorong sentimen anti-AS di negaranya.
Noriega kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk diadili dan dipenjara sampai tahun 2010. Setelah itu ia diekstradisi ke Perancis, kemudian dipulangkan ke :Panana. Noriega meninggal dunia di penjara Panama pada 2017.

Kepada negara lain yang juga digulingkan oleh Amerika Serikat melalui invasi adalah Presiden Irak Sadam Husein. Amerika menginvasi Irak tahun 2003 dengan dalih Irak memiliki senjata pemusnah massal (WMD), walau klaim itu tak pernah terbukti.

Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez ditangkap di rumahnya di Tegucigalpa, pada Februari 2022, beberapa hari setelah lengser dari jabatannya. Olando kemudian diekstradidi ke Amerika Serikat pada April 2002 atas dugaan keterlibatan dalam korupsi dan perdagangan narkoba. Ia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara dan denda 8 juta dolar AS. Tetapi tahun 2024 Donald Trump memberi pengampunan kepadanya.

Penguasaan Sumberdaya Mineral

Penangkapan presiden dari beberapa negara di dunia oleh Amerika, menunjukkan bahwa negeri Paman Sam itu memang sulit dilawan ketika ada maunya. Ada sejuta alasan yang diberikan untuk membenarkan tindakannya. AS tak peduli dengan kecaman negara lain.

Tindakan Amerika terhadap presiden dari beberapa negara di atas tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pada negara lain yang memiliki kekuatan militer di bawahnya, termasuk Indonesia!

Dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia, campur tangan Amerika terhadap penggulingan kepala negara pernah terjadi, yakni saat Indonesia dipimpin Presiden Soekarno. Banyak dokumen yang menunjukkan bahwa kejatuhan Soekarno adalah berkat campur tangan badan intelijen Amerika Serikat, CIA.

Dua tahun setelah kejatuhan Soekarno, di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, perusahaan tambang Amerika, Freeport Sulphur Company, menandatangani kontrak karya I, dan mulai beroperasi tahun 1973 – sampai sekarang!

Bagi Amerika, menuding dosa-dosa pemimpin negara lain adalah alasan yang dikemukakan. Alasan tersembunyinya adalah, ingin menguasai sumberdaya alam suatu nega9ra. Di Irak, pasca invasi dan tergulingnya Saddam Husein, Amerika menguasai ladang-ladang minyak di sana.

Pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dalam konferensi pers pada hari Sabtu (3/12), Trump mengatakan AS akan mengelola Venezuela dan mengambil alih produksi minyaknya, dengan mengatakan, “Seperti yang diketahui semua orang, bisnis minyak di Venezuela telah gagal total untuk jangka waktu yang lama.”

“Kita akan meminta perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, mengalokasikan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara tersebut,” katanya.

Alarm Bagi Indonesia

Seperti sudah dipaparkan di atas, tindakan Amerika di Irak, Panama, Honduras dan Venezuela, bisa saja terjadi.

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang sangat besar. Beberapa di antaranya, saat ini tengah diincar oleh Amerika. Pasca negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika baru-baru ini, Amerika Serikat mengajukan permintaan yang krusial. Washington secara tegas meminta jaminan akses terhadap “harta karun” sumber daya alam Indonesia, yakni mineral kritis (critical minerals). Istilah “harta karun” ini merujuk pada kekayaan mineral yang memegang peranan vital dalam menopang perekonomian modern, industri pertahanan, serta keamanan nasional negara adidaya tersebut.

Permintaan AS ini bukan tanpa alasan. Mineral kritis, yang mencakup komoditas seperti nikel, bauksit (aluminium), litium, hingga logam tanah jarang (rare earth elements) saat ini menjadi primadona global karena fungsinya yang tak tergantikan dalam rantai pasok teknologi tinggi, kendaraan listrik, dan semikonduktor.

Saat ini pemain terbesar nikel di Indonesia adalah perusahaan dari China, yang merupakan musuh dagang terbesar Amerika. Bukan tidak mungkin Amerika akan menekan Indonesia untuk menggeser peran China, agar bisa masuk dengan mudah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memang sudah merespons keinginan Amerika Serikat (AS) dengan mengatakan Amerika Serikat untuk mengakses mineral kritis Indonesia dapat difasilitasi, asalkan disertai komitmen untuk menghadirkan investor ke Tanah Air.

Tetapi Amerika tentu tidak begitu saja mau mengikuti keinginan negara pemilik sumberdaya alam seperti Indonesia. Ada banyak kartu truf yang dimiliki Amerika. Tekanan tarif terhadap produk ekspor Indonesia saja, sudah membuat Indonesia terkaing-kaing. Jika dengan tekanan ekonomi Amerika tak mampu menundukkan negara pemilik “harta karun” yang dimilikinya, Amerika akan mencari cara lain. Yang terakhir adalah melakukan invasi.

Bagi negara yang kemampuan militernya lemah – apalagi hanya ditunjang dengan alutsista impor – bukan hal sulit bagi Amerika untuk menaklukannya. Irak saja yang sudah pernah berperang dengan Iran selama 8 tahun, hanya dalam 2 hari dapat dikuasai. Iran yang memiliki militer terkuat kedua di Timur Tengah setelah Turki, tak berdaya ketika pesawat pembom siluman Amerika menjatuhkan bom ke reaktor nuklirnya, walau pun tidak ada laporan yang pasti tentang dampaknya.

Amerika hanya berpikir ketika menghadapi negara sekuat China atau Rusia. Yang lain dianggap enteng. Jadi, waspadalah Indonesia. (herman wijaya)

Berita Terkait

Yudhie Haryono: Pancasila Harus Jadi Fondasi Pertahanan dan Keamanan Nasional
PT Palma Global Indonesia Teken Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
Lindungi Hak Cipta Jurnalistik di Era AI, Tiga Negara Soroti Lisensi dan Kompensasi Konten Berita
Lyall Gorman Sampaikan Selamat, Tubagus Bahrudin Perkuat Jejaring Dunia Usaha Internasional
Sheikh Abdullah Kamel Ucapkan Selamat, Tubagus Bahrudin Pimpin Persatuan Pengusaha Ekspor dan Importir Indonesia
Sheikh Khalifa bin Jassim Al Thani Ucapankan Selamat kepada Tubagus Bahrudin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Gabungan Pengusaha
Habib Syakur Pertanyakan Alasan Pemerintah Indonesia Tak Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
SAIC Motor Cetak Sejarah, Jadi Produsen Otomotif China Pertama yang Tembus 100 Juta Unit Produksi dan Penjualan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Yudhie Haryono: Pancasila Harus Jadi Fondasi Pertahanan dan Keamanan Nasional

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:00 WIB

PT Palma Global Indonesia Teken Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Lindungi Hak Cipta Jurnalistik di Era AI, Tiga Negara Soroti Lisensi dan Kompensasi Konten Berita

Jumat, 18 September 2026 - 11:14 WIB

Lyall Gorman Sampaikan Selamat, Tubagus Bahrudin Perkuat Jejaring Dunia Usaha Internasional

Kamis, 17 September 2026 - 17:40 WIB

Sheikh Abdullah Kamel Ucapkan Selamat, Tubagus Bahrudin Pimpin Persatuan Pengusaha Ekspor dan Importir Indonesia

Berita Terbaru

Foto: Ketua TP PKK Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, bersama jajaran kader TP PKK berfoto bersama saat kegiatan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (SME) TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Makasar di Aula Kantor Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa (27/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Tinjau SME PKK Makasar, Essie Munjirin Tekankan Administrasi dan Inovasi Program

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:14 WIB