Habib Syakur Pertanyakan Alasan Pemerintah Indonesia Tak Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prosesi pemakaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei. (Dok-Mohammed Salem/REUTERS)

Foto: Prosesi pemakaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei. (Dok-Mohammed Salem/REUTERS)

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid, melontarkan kritik keras terhadap sikap Pemerintah Indonesia yang tidak mengirimkan delegasi resmi untuk menghadiri rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang digelar di Teheran pada Jumat, 3 Juli 2026. Menurutnya, keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal berlandaskan prinsip bebas dan aktif.

Habib Syakur menyatakan rasa kecewa sekaligus herannya atas tidak adanya perwakilan resmi dari Indonesia dalam prosesi penghormatan terakhir kepada pemimpin Iran tersebut. Ia menilai, sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dan persahabatan dengan Iran, Indonesia seharusnya menunjukkan penghormatan melalui pengiriman delegasi.

“Saya sangat heran dan sangat menyayangkan. Mengapa Pemerintah Indonesia tidak mengirim delegasi ke Iran. Bagaimanapun Iran adalah negara sahabat yang patut dihormati,” ujar Habib Syakur dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, kehadiran delegasi dalam sebuah upacara kenegaraan maupun pemakaman tokoh dunia bukan semata-mata persoalan politik, melainkan juga bagian dari etika diplomasi internasional serta penghormatan terhadap hubungan antarnegara yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Habib Syakur menduga keputusan tersebut dipengaruhi oleh pertimbangan geopolitik, khususnya kekhawatiran terhadap respons negara-negara tertentu yang memiliki hubungan strategis dengan Indonesia.

“Apakah pemerintah takut kepada Amerika Serikat? Apakah takut kepada Uni Emirat Arab atau Arab Saudi sehingga tidak berani mengirimkan delegasi untuk menghormati pemakaman bersejarah Ayatollah Ali Khamenei? Jika memang demikian, saya sangat menyesalkan sikap tersebut,” katanya.

Ulama asal Malang Raya itu menegaskan bahwa Iran selama ini dikenal memiliki hubungan yang baik dengan Indonesia. Menurutnya, Iran menghormati Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dan memiliki sejarah kedekatan dengan para tokoh perjuangan Indonesia.

Ia menyebut para pemimpin Iran sejak lama memberikan penghormatan terhadap Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, beserta semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Habib Syakur juga menilai Iran tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan kepentingan Indonesia. Karena itu, menurutnya, hubungan persahabatan yang telah terjalin semestinya tetap dijaga melalui langkah-langkah diplomatik yang mencerminkan saling menghormati.

“Seharusnya pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran memahami bahwa mengirim delegasi sebagai bentuk penghormatan tidak berarti berpihak dalam konflik politik internasional. Itu adalah bagian dari etika hubungan antarnegara,” ujarnya.

Lebih jauh, Habib Syakur mengingatkan bahwa Indonesia sejak awal kemerdekaan menganut politik luar negeri bebas dan aktif. Prinsip tersebut, menurutnya, mengharuskan Indonesia mampu mengambil sikap secara mandiri tanpa berada di bawah pengaruh atau tekanan negara mana pun.

“Negara kita menganut politik luar negeri bebas aktif. Kalau sekarang tidak lagi bebas aktif karena takut terhadap negara lain, maka itu berarti pemerintah mulai melupakan jati diri bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjaga hubungan baik dengan seluruh negara sahabat merupakan bagian dari implementasi politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal tidak memihak blok kekuatan tertentu.

“Ini merupakan prinsip yang tidak boleh diabaikan. Etika keindonesiaan dan jati diri bangsa jangan sampai terkikis hanya karena pertimbangan politik sesaat,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Republik Islam Iran pada 3 Juli 2026 menyelenggarakan prosesi penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei di Grand Mosalla, Teheran. Upacara tersebut dihadiri para pejabat tinggi Iran, tokoh agama, serta pelayat dari berbagai wilayah.

Setelah prosesi penghormatan di Teheran, jenazah dijadwalkan dibawa menuju Kota Suci Qom sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad. Rangkaian pemakaman tersebut berlangsung setelah sebelumnya mengalami penundaan akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut keterangan Habib Syakur, sejumlah negara sahabat Iran mengirimkan utusan resmi untuk menghadiri prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan diplomatik. Ia menyayangkan Indonesia tidak termasuk di antaranya.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai alasan tidak dikirimkannya delegasi ke prosesi pemakaman tersebut.

Karena itu, pernyataan Habib Syakur merupakan pandangan pribadi yang disampaikannya kepada publik dan belum mencerminkan sikap resmi pemerintah.

Perdebatan mengenai kehadiran delegasi dalam kegiatan kenegaraan di luar negeri merupakan bagian dari dinamika diplomasi internasional.

Di satu sisi terdapat pertimbangan hubungan bilateral dan etika diplomatik, sementara di sisi lain pemerintah juga dapat mempertimbangkan berbagai aspek strategis, keamanan, maupun kebijakan luar negeri dalam menentukan bentuk representasi Indonesia pada suatu acara internasional.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Satgas Operasi Damai Cartenz Dalami Kebakaran Pesawat Perintis di Yahukimo
Brimob Polda Metro Jaya Gerak Cepat Bantu Padamkan Kebakaran Dua Kios di Ciputat, Kerahkan Tim Respons Bencana dan Armored Water Cannon
Kekayaan Widiyanti Naik Rp950 Miliar dalam Setahun, Kini Capai Rp6,3 Triliun
SAIC Motor Cetak Sejarah, Jadi Produsen Otomotif China Pertama yang Tembus 100 Juta Unit Produksi dan Penjualan
Budaya Cerutu Lokal Kian Diminati, Cigarnesia 2026 Tuai Sambutan Positif
Wakapolri Perkuat Sinergi dengan Otoritas Keamanan Arab Saudi, Perlindungan Jemaah Haji Indonesia Jadi Fokus Utama
Motor Pedagang Nasi Padang Raib Saat Menjelang Subuh di Jatinegara, Warga Resah dan Berharap Pelaku Segera Ditangkap
DePA-RI Terima Audiensi Law Society of Singapore, Perkuat Sinergi Hukum
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 05:00 WIB

Habib Syakur Pertanyakan Alasan Pemerintah Indonesia Tak Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:12 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz Dalami Kebakaran Pesawat Perintis di Yahukimo

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:41 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Gerak Cepat Bantu Padamkan Kebakaran Dua Kios di Ciputat, Kerahkan Tim Respons Bencana dan Armored Water Cannon

Senin, 22 Juni 2026 - 03:40 WIB

Kekayaan Widiyanti Naik Rp950 Miliar dalam Setahun, Kini Capai Rp6,3 Triliun

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:28 WIB

SAIC Motor Cetak Sejarah, Jadi Produsen Otomotif China Pertama yang Tembus 100 Juta Unit Produksi dan Penjualan

Berita Terbaru