DENPASAR – Master Reiki-LingChi, Ricky Suharlim, mengawali tahun 2026 dengan kegiatan sosial dan spiritual di Pulau Serangan, Bali. Didampingi sang istri tercinta, Lusiana Ng yang akrab disapa Bunda Lusi, Ricky Suharlim memenuhi undangan warga Banjar Kaja, Desa Serangan, pada Minggu (11/1/2026).
Kehadiran tersebut menjadi momen membahagiakan bagi keluarga Ketut Macra dan masyarakat setempat. Kunjungan ke Pulau Serangan dilakukan setelah Ricky Suharlim menyelesaikan agenda pelatihan Reiki-LingChi di Denpasar.

Undangan dari warga lokal datang sebagai bentuk kedekatan emosional dan kepercayaan masyarakat terhadap sosok yang dikenal luas sebagai praktisi energi penyembuhan dan meditasi tersebut.
Reiki-LingChi sendiri telah dikembangkan dan dipraktikkan oleh Ricky Suharlim selama kurang lebih 26 tahun, sejak tahun 2000.

Dalam berbagai kesempatan, Ricky yang akrab disapa Master Ricky kerap menegaskan prinsip hidupnya bahwa “manusia yang bermanfaat adalah manusia yang mampu memberi manfaat bagi orang lain.”
Setibanya di Desa Serangan, kehadiran Ricky Suharlim disambut hangat oleh warga. Sejumlah masyarakat tampak mengenali sosok yang kerap muncul di layar televisi itu, bahkan beberapa di antaranya menyapanya dengan panggilan, “Master… Master…”.

Dalam kunjungan tersebut, Ricky Suharlim melakukan kegiatan terapi di dua lokasi berbeda. Terapi diberikan kepada warga dengan berbagai keluhan kesehatan, di antaranya gangguan pendengaran, demam tinggi, serta kondisi step yang dialami anak-anak maupun orang dewasa.
Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh keluarga pasien serta warga sekitar. Salah satu kesaksian disampaikan oleh Ketut Macra, warga Banjar Kaja yang juga telah mempelajari Reiki-LingChi langsung dari Ricky Suharlim beberapa tahun lalu.
“Astungkara, kakak saya ini awalnya terkena stroke dan tidak bisa berjalan. Setelah diterapi dengan LingChi, sekarang sudah bisa kembali beraktivitas, meskipun belum sepenuhnya sempurna,” ungkap Ketut Macra.
Ia menambahkan bahwa terapi tersebut dijalani sebagai bentuk ikhtiar, berdampingan dengan doa dan dukungan keluarga.
Ricky Suharlim sendiri merupakan figur yang dikenal luas di bidang Reiki dan LingChi. Ia pernah meraih dua penghargaan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang diserahkan langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana.
Saat ini, Master Ricky memimpin Klinik Reiki-LingChi yang berpusat di Surabaya, serta Pusat Meditasi Reiki-LingChi yang berlokasi di Lodtunduh, Ubud, Bali.
Menutup kegiatan di Pulau Serangan, Ricky Suharlim menyampaikan harapannya agar apa yang dilakukan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga apa yang kita lakukan bisa memberi manfaat, dan warga yang diterapi memperoleh kesembuhan,” ujar Master Ricky.
Kegiatan ini pun menjadi bagian dari upaya sosial dan spiritual yang terus dijalankan Ricky Suharlim (Master Ricky), dengan menempatkan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan sebagai fondasi utama dalam setiap langkahnya.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































