Airlangga Paparkan Tiga Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI di Hadapan Mahasiswa UGM

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui penguatan sektor industri, pemanfaatan teknologi maju, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui penguatan sektor industri, pemanfaatan teknologi maju, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Yogyakarta — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui penguatan sektor industri, pemanfaatan teknologi maju, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pendekatan pembangunan tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan strategi pengelolaan ekonomi nasional saat ini tetap mengedepankan prinsip akselerasi yang terukur, tanpa mengorbankan stabilitas.

Saya akan bicara sedikit bagaimana mengatur ekonomi dengan cara mesin. Waktu penanganan Covid, kebijakan yang didorong adalah gas dan rem. Sekarang kita bicara tiga mesin pertumbuhan ekonomi, dan pendekatannya tetap sama, bagaimana mengatur akselerasi tanpa mengorbankan stabilitas,” kata Airlangga saat berdialog dengan mahasiswa dan alumni Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (6/2).

Airlangga menyampaikan Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut akan dicapai dengan memperkuat sektor-sektor penggerak utama ekonomi nasional, seperti industri manufaktur, energi dan teknologi masa depan, serta sektor konstruksi.

Menurutnya, sektor-sektor tersebut selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan riset serta keunggulan SDM.

Kinerja ekonomi nasional hingga akhir 2025 dinilai menunjukkan tren yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen.

Stabilitas makroekonomi juga tercermin dari inflasi yang terjaga di level 3,55 persen secara tahunan, neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus dalam beberapa tahun terakhir, serta cadangan devisa yang mencapai sekitar USD156 miliar.

Dalam kerangka transformasi ekonomi, pemerintah mengusung konsep tiga mesin pertumbuhan ekonomi (three engines of growth).

Mesin pertama difokuskan pada penguatan industri manufaktur dan industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta industri otomotif termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Airlangga menilai industri tekstil tetap relevan dan berkelanjutan karena kebutuhan global yang terus meningkat serta kemampuannya menyerap jutaan tenaga kerja.

Mesin kedua diarahkan pada pembangunan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi melalui penguatan digitalisasi, kecerdasan buatan, bioteknologi, dan semikonduktor. Pemerintah menekankan pentingnya investasi riset dan pengembangan (research and development/R&D) untuk memperkuat rantai nilai industri nasional.

S-Curve itu pelajaran inovasi. Di mana pun harus ada investasi R&D. Saya mendorong ekonomi Indonesia berbasis S-Curve, selalu ada riset dan ke depan kita harus jelas barang apa yang ingin kita kuasai,” ujar Airlangga.

Sementara itu, mesin ketiga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan daya saing SDM sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pemerintah mendorong penguatan keterampilan tenaga kerja, termasuk penyiapan ratusan ribu tenaga kerja terampil, serta pengembangan ekosistem ekonomi baru seperti gig economy dan ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi muda.

Selain ketiga mesin tersebut, Airlangga juga menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah terus memperkuat produksi pangan dalam negeri melalui pengembangan kawasan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian guna menghadapi potensi krisis global dan gangguan rantai pasok internasional.

Berita Terkait

Deklarasi Cah Angon Capres 2029–2034: Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin Disambut Ribuan Pendukung
Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT
Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Chandra Damopolii Abadikan Momen Bersama Sufmi Dasco
KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa M7,7 NTT ke Manggarai
Ribuan Warga Kalisari Tumpah Ruah Rayakan HUT Ke-81 RI di Pesta Rakyat
Mendagri Tito Dorong Pemda Data Kerusakan Sekolah dan Rumah Ibadah Pascagempa NTT
Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Kunci Perkuat Industrialisasi dan Kemandirian Ekonomi
APALI Hadir di Istana Merdeka, Teguhkan Semangat Kebersamaan pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Mendagri Perintahkan Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen Warga Korban Gempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Chandra Damopolii Abadikan Momen Bersama Sufmi Dasco

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:14 WIB

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa M7,7 NTT ke Manggarai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Ribuan Warga Kalisari Tumpah Ruah Rayakan HUT Ke-81 RI di Pesta Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Mendagri Tito Dorong Pemda Data Kerusakan Sekolah dan Rumah Ibadah Pascagempa NTT

Berita Terbaru